Diimpor dari Klub Guram, 5 Pemain Asing Ini Jadi Bintang Liga 1

Jika dibandingkan dengan liga-liga di Asia, Liga Indonesia memang kalah jauh. Liga 1 hanya menempati rangking 26 dari 41 negara.
Meski begitu, banyak lho pemain asing yang berjodoh di Liga Indonesia. Mereka yang awalnya sama sekali tak dikenal mampu menjadi bintang baru musim ini. Bahkan, sebagian dari mereka berasal dari klub di negara yang sama sekali tak dikenal.
Bikin kejutan, ini dia 5 bintang baru di Liga 1 yang datang dari klub guram.
1. Taisei Marukawa, dari Noah Jurmala di Liga Latvia

Pemain asal Jepang memang banyak yang berjodoh dengan liga Indonesia. Yang terbaru adalah gelandang milik Persebaya, Taisei Marukawa. Kedatangannya tak banyak disorot. Apalagi, saat itu fans Persebaya atau Bonek lebih banyak membicarakan striker andalan mereka, David da Silva.
Selain itu, Marukawa juga datang dari klub yang mungkin tidak pernah didengar oleh pencinta bola Indonesia, Noah Jurmala. Noah Jurmala sendiri merupakan klub di negara kecil bernama Latvia. Adapun Liga Latvia berada di urutan 35 dari 56 liga di Eropa.
Tapi apa yang terjadi? Marukawa menggila! Dia menjadi predator bagi klub-klub lawan. Pemain berusia 25 tahun ini mampu mencetak 16 gol dan 10 assist hingga pekan ke-33. Marukawa pun menjadi pencetak gol terbanyak Persebaya musim ini. Hebatnya, ia hanya absen dalam 2 pertandingan yang dilakoni Bajul Ijo.
Berdasarkan situs Transfermarkt, nilai pasar Marukawa naik hampir empat kali lipat setelah bermain bersama Persebaya. Tak sampai satu pekan setelah Persebaya melakoni laga terakhrinya, Marukawa langsung digaet oleh PSIS Semarang.
2. Youssef Ezzejjari, dari CE Carroi di Liga Andorra

Selanjutnya ada nama striker Persik Kediri berkebangsaan Spanyol, Youssef Ezzejjari. Kedatangannya juga tak terlalu diperhitungkan. Ia mulai menggebrak di pekan ke-4. Ezzejjari secara beruntun mencetak dua gol pada dua pertandingan. Setelah itu ia terus konsisten mencetak gol. Kini, ia mampu mencetak 18 gol dan 2 assist.
Tapi tahukah kamu dari mana Youssef Ezzejjari berasal? Ia merupakan mantan pemain klub CE Carroi asal Andorra. Liga Andorra bahkan berperingkat 45 atau 10 peringkat di bawah Liga Latvia.
3. Fransisco Torres, dari Abahani Ltd di Liga Bangladesh

Fransisco Torres adalah salah satu pembelian tersukses Borneo FC musim ini. Pemain Brazil berusia 32 tahun ini masuk dalam jajaran pencetak gol terbanyak Liga 1.
Torres mampu menceploskan sebanyak 14 gol dari 28 pertandingan yang ia lakoni. Selain itu, ia juga menyumbang 1 assist.
Meski dari Brazil, Torres sebelumnya hanya bermain di Liga Bangladesh. Ia bermain bersama klub benama Abahani Ltd. Sebelum ke Bangladesh, Torres memang sempat berseragam Borneo FC dan Barito Putera. Namun, baru kali ini ia mampu menunjukkan tajinya.
4. Privat Mbarga, dari Svay Rieng di Liga Kamboja

Salah satu kunci juara Bali United musim ini adalah perubahan komposisi pemain asing. Mereka mendatangkan beberapa pemain baru. Salah satunya adalah pemain sayap asal Kamerun bernama Privat Mbarga.
Dari 16 pertandingan, pemain 30 tahun ini mampu 4 kali mencatatkan namanya di papan skor. Ia juga menjadi pengoper atas 8 gol yang dicetak oleh Bali United.
Padahal, Mbarga datang dari sebuah klub di Liga Kamboja bernama Svay Rieng. Mbarga sendiri sudah malang melintang di Kamboja bersama beberapa klub sejak 2014. Jika tak dipertahankan oleh Bali United, Mbarga bisa jadi komoditas panas di transfer musim depan.
5. Rohit Chand, dari Manang Marsyang di Liga Nepal

Nama Rohit Chand memang sudah akrab bagi para penggemar Persija. Maklum, ia keluar masuk ke skuad Macan Kemayoran sejak tahun 2014. Ia kembali menjadi bagian dari Persija pada 2017 setelah didatangkan dari Manang Marsyang, sebuah klub di Liga Nepal.
Rohit sendiri pertama datang ke Indonesia pada 2012 saat bergabung dengan PSPS Pekanbaru. Ia didatangkan dari klub India bernama Hindustan Aeronautic Limited.
Namanya mulai melambung saat bergabung dengan Persija. Di negaranya sana, nama Rohit juga diagung-agungkan para fans karena menjadi satu dari sedikit pemain Nepal yang laku di luar negeri. Sementara di Persija ia sudah menjadi bintang bagi para Jak Mania.
Itu tadi bintang Liga 1 yang berasal dari klub guram. Keberhasilan klub ternyata tak cuma didukung kekuatan finansial ya, kejelian melihat potensi pemain asing juga diperlukan lho.


















