Dibantai Brighton, Chelsea Era Liam Rosenior Ulangi Sejarah Kelam

- Chelsea kalah 0-3 dari Brighton di Falmer Stadium, memperpanjang rekor buruk tanpa gol dan menandai lima kekalahan beruntun di Premier League.
- Kekalahan ini membuat posisi Chelsea di peringkat ketujuh terancam, dengan Brentford dan Bournemouth hanya terpaut poin tipis dalam perebutan tiket kompetisi Eropa.
- Pelatih Liam Rosenior menyatakan kekecewaannya atas performa tim yang dianggap jauh di bawah standar dan memahami frustrasi para penggemar.
Jakarta, IDN Times - Chelsea kembali menelan pil pahit usai dipecundangi Brighton and Hove Albion dengan skor 0-3 dalam lanjutan Premier League, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB. Kekalahan telak di Falmer Stadium tersebut sekaligus mengulangi sejarah kelam The Blues.
Pesta gol Brighton di depan publik sendiri dicetak oleh Ferdi Kadioglu (3'), Jack Hinshelwood (56'), dan ditutup oleh Danny Wellbeck (90+1'). Sementara, Chelsea tanpa perlawanan lantaran gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.
1. Chelsea ulangi sejarah kelam 1912

Ini merupakan kekalahan kelima The Blues secara beruntun di Premier League. Sebelum Brighton, mereka juga dilibas Manchester United, Manchester City, Everton, dan Newcastle United.
Lebih parahnya lagi, Chelsea gagal mencetak satu gol pun dalam lima kekalahan berturut-turut tersebut. Berdasarkan catatan Opta, ini periode terburuk mereka karena mengulangi sejarah kelam pada November 1912 silam.
2. Terancam gagal lolos kompetisi Eropa

Kekalahan ini juga mengancam posisi Chelsea dalam persaingan untuk memperebutkan tempat di kompetisi Eropa. Jika tim-tim di bawah mereka meraih kemenangan pada matchday 34, posisi Chelsea berpotensi terlempar dari tujuh besar dan persaingan pun kian rumit.
Saat ini, Chelsea yang menempati peringkat ketujuh ditempel ketat oleh Brentford dan AFC Bournemouth yang sama-sama mengoleksi 48 poin. Sementara itu, Everton, Sunderland, dan Fulham, turut mengancam karena hanya terpaut tak lebih dari tiga poin.
3. Rosenior kesal lihat performa Chelsea
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, murka atas kekalahan tersebut. Dia mengklaim performa yang dipertontonkan anak-anak asuhnya jauh di bawah standar atau level klub.
"Itu penampilan yang tidak dapat diterima. Saya mengerti mengapa para penggemar merasa frustrasi. Saya juga frustrasi dengan penampilan yang kami tunjukkan," kata Rosenior selepas laga, di laman resmi klub.
















