Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Fakta Menarik Atalanta vs Udinese di Serie A 2025/2026, Dramatis

3 Fakta Menarik Atalanta vs Udinese di Serie A 2025/2026, Dramatis
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/zaki_0711)

Ketegangan mewarnai laga pekan ke-28 Serie A Italia 2025/2026. Atalanta menjamu Udinese di New Balance Arena pada Minggu (8/3/2026) dini hari WIB. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, skuad asuhan Raffaele Palladino harus puas bermain imbang 2-2 dengan Udinese.

Laga kedua tim bukan hanya sekadar skor akhir, tetapi beberapa catatan menarik juga menghiasi drama yang terjadi di lapangan. Salah satunya saat Gianluca Scamacca menjadi pahlawan yang menyelamatkan La Dea dari kekalahan. Berikut adalah tiga fakta menarik yang dirangkum dari duel sengit Atalanta versus Udinese.

1. Brace kilat Gianluca Scamacca menyelamatkan Atalanta dari kekalahan

Atalanta nyaris dipermalukan oleh Udinese di kandang sendiri setelah tertinggal 0-2 hingga pertengahan babak kedua. Untungnya, La Dea memiliki pahlawan dalam sosok Gianluca Scamacca. Penyerang asal Italia itu sukses mencetak brace untuk membawa La Dea terhindar dari kekalahan dan meraih satu poin di New Balance Arena.

Dalam laga tersebut, Scamacca dipercaya turun langsung sejak menit pertama. Namun, penyerang bertinggi 195 cm itu masih buntu dalam menyelesaikan peluang untuk menjadi gol ke gawang Udinese. Peluang emas Scamacca pada menit 50 hampir saja memecah kebuntuan Atalanta saat tertinggal 0-1. Akan tetapi, tendangan yang ia lepaskan membentur mistar gawang Udinese yang dikawal Maduka Okoye.

Momen kebangkitan akhirnya tercipta pada 15 menit akhir laga. Berawal dari umpan matang Nicola Zalewski, Scamacca yang berdiri bebas berhasil menyarangkan bola lewat sundulannya. Hanya berselang empat menit, pemain bernomor punggung 9 itu kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Maduka Okoye atas sepakan Nikola Krstovic, Scamacca dengan sigap menyambar bola liar lewat tandukan kepalanya. Dua gol dalam rentang 4 menit tersebut menjadi bukti ketajaman Scamacca sekaligus menghindarkan Atalanta dari kekalahan.

2. Efektivitas serangan Udinese membuat Atalanta sempat kewalahan

Sebelum momentum kebangkitan yang diciptakan Gianluca Scamacca, Udinese tampil efektif dalam memanfaatkan peluang. Gol pembuka tim tamu lahir pada menit 40 melalui skema bola mati. Berawal dari sepak pojok terukur Nicolo Zaniolo, Thomas Kristensen menyambut bola dengan sundulan tajam yang bersarang di sisi kiri gawang. Gol tersebut membuat Atalanta tertinggal 0-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Udinese kembali membungkam publik New Balance Arena usai Keinan Davis menggandakan keunggulan. Berawal dari kemelut di depan gawang Atalanta, penyerang asal Inggris tersebut memenangi bola liar. Dengan penyelesaiannya, Davis melepaskan sepakan ke sudut gawang yang tak bisa dihalau kiper Marco Carnesecchi. Kendati keunggulan dua gol tersebut akhirnya sirna, racikan pelatih Udinese, Kosta Runjaic, tetap patut diapresiasi. Udinese terbukti mampu tampil lebih klinis dan memberikan perlawanan sengit, meski ditekan La Dea sepanjang pertandingan.

3. Terhentinya tren positif di New Balance Arena

Memasuki tahun 2026, performa Atalanta di hadapan publik sendiri sebenarnya tergolong impresif. Sebelum menjamu Udinese, skuad asuhan Raffaele Palladino tercatat menyapu bersih lima kemenangan beruntun dari lima pertandingan terakhir di New Balance Arena. Catatan sempurna ini menjadi bukti konsistensi La Dea dalam menjaga keangkeran stadion mereka sejak awal 2026.

Namun, tren kemenangan tersebut akhirnya terusik setelah Atalanta hanya mampu memetik hasil imbang kontra Udinese. Meski berhasil terhindar dari kekalahan berkat aksi heroik Scamacca, hasil ini sekaligus memutus tren positif kemenangan mereka yang sudah terjaga sejak awal tahun. Hasil imbang terakhir di New Balance Arena terjadi pada giornata 9 Serie A 2025/2026 saat ditahan imbang 1-1 oleh AC Milan.

Hasil imbang ini membuat Atalanta tertahan di posisi tujuh dengan 46 poin, sementara Udinese di peringkat sepuluh dengan 36 poin. Bagi tuan rumah, kegagalan meraih poin penuh ini menjadi bahan evaluasi menjelang babak 16 besar Liga Champions Eropa. Pasalnya, pada fase gugur nanti, La Dea dijadwalkan akan menjamu raksasa Liga Jerman, Bayern Muenchen, di kandang sendiri pada leg pertama. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

Nasihat Unik Marc Marquez ke Pembalap Muda, Pakai Pepatah Spanyol

12 Mar 2026, 08:10 WIBSport