Iran Protes ke FIFA soal Aturan Imigrasi AS di Piala Dunia 2026

- Iran berencana melayangkan protes resmi ke FIFA karena merasa terhambat aturan imigrasi Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026.
- Timnas Iran meminta izin datang dua hari sebelum laga di Los Angeles agar bisa latihan dan adaptasi, namun permintaan itu ditolak penyelenggara.
- Masalah visa pemain Mehdi Torabi yang habis menambah kesulitan Iran, membuat tim harus mencari solusi cepat di tengah jalannya turnamen.
Jakarta, IDN Times - Iran mulai kesal dengan kerumitan yang dialaminya selama bermain di Piala Dunia 2026. Mereka berencana untuk melayangkan protes resmi kepada FIFA agar bisa diakomodir untuk bermain dengan nyaman sepanjang turnamen sepak bola terbesar di dunia itu berlangsung.
"Meski sudah mengajukan jadwal persiapan untuk turnamen lebih awal, Timnas Iran sekali lagi harus menghadapi pengadangan yang dilakukan penyelenggara, mengakibatkan terhambatnya rencana staf teknik," begitu pernyataan juru bicara FFIRI, dilansir France24.
1. Iran terbelenggu aturan AS
Kegiatan Iran di Piala Dunia 2026 memang terbelenggu aturan ketat dari Amerika Serikat. Mereka cuma boleh datang ke wilayah AS di hari H pertandingan.
Padahal, sesuai aturan FIFA, Iran harus menjalani konferensi pers sebelum laga dan sesi latihan resmi di stadion pertandingan. Dengan regulasi yang diterapkan oleh pemerintah AS, tentu saja hal tersebut tak bisa dijalankan. Makin rumit, karena Iran harus main pukul 12.00 waktu setempat saat menghadapi Belgia di Los Angeles.
2. Iran padahal mau datang sebelum laga
Dalam kasus ini, Iran meminta agar FIFA bertindak dan bernegosiasi dengan pemerintah AS. Tapi, FIFA tampak tak berada dalam posisi tawar yang baik karena sebelumnya sempat ada pernyataan jika aturan imigrasi sepenuhnya menjadi wewenang penyelenggara.
"Karena laga dimulai pada pukul 12.00 waktu setempat di Los Angeles, FFIRI meminta agar tim diperbolehkan pergi ke Los Angeles dua hari sebelum laga. Tujuannya agar pemain bisa beradaptasi dengan kondisi sekitar, agar bisa menyelesaikan sesi latihan. Tapi, permintaan ini lagi-lagi ditolak," lanjut sang juru bicara.
3. Sebelumnya ada pemain Iran yang dilarang masuk karena visa habis
Iran sebelumnya sudah dipusingkan oleh visa Mehdi Torabi yang habis setelah laga melawan Selandia Baru. Ternyata, visa Torabi cuma bisa dipakai sekali untuk masuk ke AS.
Kasus ini membuat Iran pusing. Selain karena Torabi adalah pemain yang sentral, proses mencari pengganti tidak akan mudah karena turnamen sudah berjalan.
"Federasi kami tak ada, begitu juga manajemen dan tim media. Namun, hal itu tak akan menghentikan kami dalam memberikan performa terbaik di Piala Dunia 2026," kata pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei.


















