Jelang Lawan Mesir, Iran Dapat Izin Tinggal di AS Lebih Lama

- Departemen Keamanan Dalam Negeri AS memberi izin Timnas Iran tiba dua hari sebelum laga melawan Mesir di Seattle, memberi tambahan waktu persiapan dibanding aturan sebelumnya.
- Federasi Sepak Bola Iran dan pelatih Amir Ghalenoei memprotes keterbatasan waktu tinggal di AS yang dianggap menghambat latihan serta menuntut perlakuan setara dengan tim peserta lain.
- Laga Mesir vs Iran di Grup G Piala Dunia 2026 menjadi penentu penting, sementara perubahan aturan perjalanan ini menyoroti isu kesetaraan dan kesiapan tim menjelang pertandingan krusial tersebut.
Jakarta, IDN Times - Timnas Iran mendapat kelonggaran waktu berada di Amerika Serikat menjelang laga pamungkasnya di Piala Dunia 2026. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengizinkan Team Melli tiba di Seattle dua hari sebelum menghadapi Mesir.
Laga Mesir vs Iran di Piala Dunia dijadwalkan berlangsung di Seattle Stadium, Sabtu (27/6/2026) WIB. Duel itu jadi penentu nasib mereka di ajang bergengsi ini.
Dalam dua laga sebelumnya, Iran hanya mendapat izin masuk AS sehari sebelum pertandingan. Mereka juga harus meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama setelah laga berakhir.
Kini, Iran diberi lampu hijau oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) untuk dapat tambahan waktu persiapan selama satu hari dibandingkan aturan sebelumnya.
1. Timnas Iran dapat tambahan waktu persiapan jelang hadapi Mesir
Perubahan aturan ini menjadi kabar positif bagi Timnas Iran yang sebelumnya merasa kehilangan waktu penting untuk pemulihan, latihan, dan persiapan taktik selama Piala Dunia 2026.
“Untuk pertandingan ketiga Iran di Seattle pada 26 Juni (waktu AS), tim tersebut telah mendapat izin memasuki Amerika Serikat dua hari sebelum pertandingan. Tim Iran tetap diwajibkan meninggalkan wilayah tersebut pada hari pertandingan berakhir,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, dikutip BBC Sport.
DHS memastikan perubahan tersebut hanya berkaitan dengan waktu kedatangan tim. Protokol keamanan bagi pemain, staf, dan suporter selama Piala Dunia 2026 tetap diberlakukan seperti sebelumnya.
“Langkah-langkah keamanan dan protokol secara keseluruhan tetap sama. Kami tetap berkomitmen menghadirkan turnamen yang aman bagi pemain, staf, dan penggemar,” ujar DHS.
2. Protes Timnas Iran ke FIFA bermula dari masalah waktu persiapan
Laga Mesir vs Iran menjadi pertandingan penting bagi kedua tim di Grup G Piala Dunia 2026.
Karena itu, Iran menilai waktu persiapan yang cukup menjadi faktor penting menjaga kondisi fisik pemain dan kesiapan strategi sebelum pertandingan.
Persoalan ini mencuat setelah Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyampaikan keberatan terhadap aturan perjalanan yang dianggap tak adil dibandingkan tim peserta lainnya. Mereka bahkan berencana mengajukan protes resmi kepada FIFA.
Pelatih kepala Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menjadi sosok yang paling keras menyuarakan keluhan tersebut. Ia menilai keterbatasan waktu berada di Amerika Serikat membuat timnya tidak bisa menjalani persiapan secara maksimal.
Ghalenoei mengatakan Iran hanya mendapatkan kurang dari separuh waktu latihan yang dibutuhkan. Menurutnya, kondisi tersebut tak ideal bagi tim yang harus bersaing di level tertinggi seperti Piala Dunia 2026.
“Kami menghadapi banyak tantangan di luar lapangan. Perlakuan seperti ini tidak sesuai untuk Piala Dunia,” kata Ghalenoei sebelum pertandingan kedua Iran.
Pelatih Iran itu juga menegaskan, perjuangan timnya bukan berkaitan dengan kepentingan politik. Ia hanya ingin skuadnya mendapatkan kesempatan yang sama dengan peserta Piala Dunia lainnya.
“Kami berada di sini untuk sepak bola, bukan politik,” ujar Ghalenoei.
3. . Duel Mesir vs Iran jadi ujian penting di Grup G Piala Dunia 2026
Sebelumnya, Ghalenoei meminta agar Timnas Iran diperbolehkan tiba di setiap kota pertandingan dua hari sebelum laga dan kembali ke markas sehari setelah pertandingan. Menurutnya, aturan tersebut penting untuk menjaga kondisi fisik pemain.
Tambahan waktu persiapan sebelum pertandingan Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026 bukan sekadar perubahan jadwal perjalanan. Dalam turnamen besar seperti Piala Dunia 2026, waktu pemulihan dapat menentukan performa sebuah tim.
Direktur Eksekutif Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, sebelumnya mengatakan pemerintah AS telah membahas kemungkinan perubahan aturan perjalanan Iran untuk laga terakhir Grup G melawan Mesir di Seattle.
Giuliani menyebut pembatasan perjalanan untuk dua pertandingan awal Iran di Los Angeles masih dapat diterapkan karena jaraknya relatif dekat dari Tijuana. Namun, perjalanan menuju Seattle membutuhkan waktu lebih panjang.
Kondisi tersebut membuat pemerintah AS mempertimbangkan penyesuaian agar Timnas Iran memiliki waktu persiapan yang lebih layak menjelang laga melawan Mesir.
Federasi Sepak Bola Iran juga sempat menyampaikan keberatan mereka kepada BBC. Mereka menilai pembatasan perjalanan tersebut berpotensi mengganggu persiapan tim dan bertentangan dengan prinsip kesetaraan dalam kompetisi internasional.
“Federasi Sepak Bola Iran percaya bahwa pembatasan seperti ini tidak sesuai dengan prinsip memberikan kondisi yang sama bagi semua tim peserta dan dapat berdampak negatif terhadap proses persiapan mereka,” kata federasi tersebut.
Dengan aturan baru ini, Timnas Iran kini bisa lebih fokus menghadapi Mesir di Piala Dunia 2026. Namun, perdebatan mengenai kesetaraan perlakuan terhadap peserta turnamen masih menjadi sorotan menjelang berakhirnya fase grup.



















