Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Kiper dengan Persentase Penyelamatan Tertinggi UCL sejak 2003/2004

4 Kiper dengan Persentase Penyelamatan Tertinggi UCL sejak 2003/2004
ilustrasi kiper kala menendang bola (unsplash.com/EdoardoBusti)
Intinya Sih
  • Opta mencatat empat kiper dengan persentase penyelamatan tertinggi di Liga Champions sejak 2003/2004, dua di antaranya berasal dari Arsenal.
  • Jens Lehmann, Miguel Moya, Edouard Mendy, dan David Raya menorehkan rekor penyelamatan luar biasa dengan angka antara 90 hingga 100 persen dalam musim berbeda.
  • David Raya menjadi kiper terbaru yang masuk daftar setelah tampil impresif bersama Arsenal pada UCL 2025/2026 dengan catatan 90 persen penyelamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Liga Champions Eropa (UCL) tidak hanya menjadi ajang bagi para penyerang dalam menunjukkan kehebatan mencetak gol. Para kiper turut menampilkan kemampuan dalam mengantisipasi serangan lawan. Dilansir Opta, tercatat ada empat kiper yang mengukir rekor persentase penyelamatan tertinggi di UCL sejak 2003/2004.

Uniknya, dua di antaranya merupakan kiper Arsenal. Berikut empat kiper dengan persentase penyelamatan tertinggi di UCL sejak 2003/2004.

1. Jens Lehmann menorehkan seratus persen penyelamatan pada 2005/2006

Jens Lehmann membela Arsenal dalam dua periode pada 2003--2008 dan Maret--Juli 2011. Pencapaian terbaiknya di UCL kala mengantarkan Arsenal ke final pada 2005/2006. Lehmann tampil kokoh dengan mencatat clean sheet dalam delapan penampilan.

Menurut Opta, ia mencatat seratus persen penyelamatan pada UCL 2005/2006. Sayangnya, Lehmann mendapat kartu merah ketika Arsenal menghadapi Barcelona dalam laga final pada menit ke-18. Situasi laga kala itu masih imbang 0-0. Setelah Lehmann di usir keluar, Arsenal kebobolan dua gol dan menelan kekalahan 1-2 dari Barcelona di laga tersebut.

2. Miguel Moya mencatat 94,1 persen penyelamatan pada UCL 2014/2015

Miguel Angel Moya bergabung dengan Atletico Madrid pada musim panas 2014. Ia kala itu direkrut Los Colchoneros bersamaan dengan Jan Oblak. Sebab, Atletico Madrid baru kehilangan Thibaut Courtois yang kembali ke Chelsea setelah masa peminjaman selesai pada akhir 2013/2014.

Awalnya, Moya dimainkan sebagai kiper utama. Penampilannya di Liga Champions cukup impresif dengan catatan 94,1 persen dalam 7 laga. Secara perinci, ia hanya kebobolan 1 kali dan mengukir rekor 6 nirbobol. Gawang Moya kebobolan kala Atletico Madrid kalah 0-1 dari Bayer Leverkusen pada leg pertama 16 besar UCL 2014/2015.

3. Edouard Mendy menorehkan 91,2 persen penyelamatan pada UCL 2020/2021

Edouard Mendy didatangkan Chelsea dari Stade Rennais pada musim panas 2020. Ia merebut posisi kiper utama Chelsea dari Kepa Arrizabalaga yang bermain buruk pada awal 2020/2021. Mendy berperan penting dalam perjalanan Chelsea meraih gelar juara Liga Champions 2020/2021.

Ia mencatat 3 kebobolan dan 9 nirbobol dalam 12 laga dari fase grup sampai final. Menurut Opta, persentase penyelamatan Mendy mencapai 91,2 persen. Berkat penampilan apik tersebut, ia meraih penghargaan The Best FIFA Goalkeeper 2022.

4. David Raya mencatat 90 persen penyelamatan pada UCL 2025/2026 per 9 April 2026

David Raya menampilkan performa impresif bersama Arsenal pada 2025/2026. Ia tercatat baru 3 kali kebobolan dan 7 kali nirbobol dalam 10 laga UCL 2025/2026 per 9 April 2026. Menurut Opta, Raya mencatat 90 persen penyalamatan pada UCL 2025/2026.

Gawangnya kebobolan kala Arsenal menang 3-1 atas Bayern Muenchen dan Inter Milan pada fase liga. Bayer Leverkusen sempat menjebol gawang Raya saat menahan imbang 1-1 pada leg pertama 16 besar UCL 2025/2026. Terbaru, ia tampil apik dan terpilih sebagai man of the match usai Arsenal menang 1-0 atas Sporting CP pada leg pertama perempat final UCL 2025/2026.

Keempat kiper di atas membuktikan kualitasnya dengan mencatat persentase tertinggi di UCL sejak 2003/2004. Dari empat kiper tersebut, Lehmann dan Raya sama-sama pernah membela Arsenal. Lehmann sukses mengantarkan Arsenal mencapai final UCL 2005/2006. Mampukah Raya mengukir prestasi tersebut dan meraih gelar juara UCL bersama Arsenal pada 2025/2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More