Mengapa Esteban Lepaul Tidak Masuk Skuad Prancis di Piala Dunia 2026?

- Esteban Lepaul, top skor Ligue 1 musim 2025/2026 dengan 21 gol, tidak dipanggil ke skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026 meski tampil impresif bersama Stade Rennais.
- Didier Deschamps lebih memilih striker berpengalaman seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Marcus Thuram karena Lepaul belum pernah tampil di level internasional maupun kompetisi Eropa.
- Ketiadaan fleksibilitas dalam permainan membuat Lepaul kalah bersaing; ia dinilai kurang cocok dengan sistem serangan dinamis yang menuntut pemain depan bisa berganti peran di lapangan.
Timnas Prancis telah merilis skuad untuk mengarungi Piala Dunia 2026. Sejumlah kejutan terjadi dengan beberapa nama yang tidak dipanggil. Salah satunya adalah Esteban Lepaul. Berstatus sebagai top skor Ligue 1 Prancis 2025/2026, performanya sepanjang musim ini tak membuatnya dilirik. Tentunya, tidak dipanggilnya sang pemain ini seperti ironi.
1. Lini serangan Timnas Prancis dihuni banyak pemain berpengalaman
Esteban Lepaul menjalani musim debut yang mengesankan bersama Stade Rennais di Ligue 1 2025/2026. Ia mampu meraih gelar top skor dengan total 21 gol dari 34 pertandingan. Secara perinci, 1 gol dibuatnya bersama Angers SCO pada awal musim, diikuti 20 gol bersama Rennes. Catatan ini juga dilengkapi dengan kontribusi lima assist.
Ironinya, label sebagai top skor tak membuatnya dilirik Didier Deschamps. Mungkin ini menjadi kejutan. Sebab, top skor kasta teratas Liga Prancis tidak mampu menembus skuad Timnas Prancis untuk Piala Dunia 2026. Namun, alasan yang terlihat jelas adalah minimnya pengalaman Lepaul. Ini menjadi salah satu faktor krusial dirinya tak dipanggil.
Pada usia 26 tahun, Lepaul belum pernah bermain dengan seragam Les Bleus. Bukan hanya di level senior, pemain kelahiran Auxerre ini juga tak pernah mentas bersama Prancis di level junior. Dengan standar tinggi yang ada di Timnas Prancis, alasan dirinya tak masuk skuad bisa dipahami. Terlebih lagi, lini serangan Timnas Prancis juga dihuni sederet nama berpengalaman.
Jika dibandingkan dengan sesama striker seusianya, Deschamps sudah mengandalkan Kylian Mbappe. Terlebih lagi, ia kini mengemban tugas sebagai kapten. Selain itu, ada Marcus Thuram dan Ousmane Dembele. Jean-Philippe Mateta–meski juga diragukan–punya pengalaman membantu Prancis U-23 meraih medali perak di Olimpiade Paris 2024. Pengalaman menjadi hal penting sebab Timnas Prancis merupakan salah satu unggulan juara di Piala Dunia 2026.
2. Meski gemilang bersama Stade Rennais di Ligue 1, Esteban Lepaul belum terbukti di panggung besar
Di level klub, Esteban Lepaul juga belum pernah merasakan berlaga di ajang Eropa. Kondisi ini menjadi salah satu alasan dengan dirinya yang belum bersinar di panggung besar. Meski gemilang di Ligue 1, bukan jaminan baginya bisa meneruskan konsistensinya di ajang macam Liga Champions maupun Liga Europa, bahkan Liga Konferensi Eropa.
Dengan tidak meremehkan kekuatan tim-tim Ligue 1, Lepaul memang berkualitas dan tampil tajam. Hanya saja, ia belum membuktikan kemampuannya pada laga-laga krusial melawan tim-tim elite di luar Liga Prancis. Berbicara panggung sebesar Piala Dunia, boleh jadi Lepaul akan mengalami kesulitan. Terlebih lagi, ia harus bersaing dengan nama-nama yang lebih mentereng.
Sebut saja Kylian Mbappe yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi. Meski Real Madrid nihil trofi musim ini, kontribusinya terlihat jelas. Sementara, Ousmane Dembele adalah pemilik Ballon d’Or 2025. Jean-Philippe Mateta juga menjadi ujung tombak Crystal Palace, klub English Premier League yang dibawanya lolos ke final Liga Konferensi Eropa 2025/2026. Secara pengalaman, Lepaul jelas kalah jauh dari sederet striker yang dipanggil Deschamps untuk Piala Dunia 2026.
3. Esteban Lepaul tidak menawarkan fleksibilitas dalam penyerangan
Selain kurang pengalaman di level klub dan internasional, tidak adanya fleksibilitas membuat Esteban Lepaul tak masuk skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026. Ia merupakan striker murni yang bertugas sebagai ujung tombak serangan. Sementara, gaya bermain Didier Deschamps mengandalkan fleksibilitas yang bisa naik turun membantu tim, terutama pemain depan.
Dengan tipe permainan seperti itu, Lepaul dinilai kesulitan sebab sepanjang musim ini ia bermain sentral di lini depan. Selain itu, atributnya sebagai striker untuk berduel dan memperebutkan bola juga diragukan. Sebagai penyerang tengah, ia hanya setinggi 180 cm. Kondisi ini cukup jomplang jika dibandingkan dengan Marcus Thuram dan Jean-Philippe Mateta yang sama-sama memiliki tinggi 192 cm. Faktor ini menjadi salah satu yang krusial.
Sementara itu, Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele menawarkan fleksibilitasnya. Keduanya merupakan striker, tetapi bisa dipasang menjadi winger. Ini menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki Lepaul. Ditambah lagi, kedua pemain tersebut punya kecepatan dan pengalaman matang. Bagi Deschamps, keputusannya meninggalkan Lepaul menjadi hal yang dimaklumi meski cukup disayangkan.
Tidak masuknya Lepaul memang menjadi kejutan tersendiri. Meski tidak ada pengalaman, ia sejatinya punya atribut dasar striker yang bisa dimaksimalkan. Ia menawarkan tekniknya sebagai striker klinis yang pandai menempatkan posisi di lini pertahanan lawan. Namun, Deschamps akhirnya memilih tidak menyertakannya di skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026.


















