4 Pemain Inter Milan U-21 yang Mencetak 5 Gol Lebih di Serie A

- Empat striker muda Inter Milan, yakni Ventola, Martins, Balotelli, dan Pio Esposito, sukses mencetak lebih dari lima gol di Serie A sebelum berusia 21 tahun.
- Nicola Ventola mencetak enam gol musim 1998/1999, Obafemi Martins tujuh gol musim 2003/2004, Mario Balotelli delapan gol musim 2008/2009, dan Francesco Pio Esposito enam gol musim 2025/2026.
- Meski sama-sama bersinar di usia muda bersama Inter Milan, perjalanan karier keempat pemain tersebut berbeda; sebagian gagal konsisten sementara lainnya sempat mencapai prestasi besar.
Inter Milan dikenal sebagai salah satu klub besar Serie A Italia yang memiliki striker top dari masa ke masa. Beberapa striker muda yang mengawali kariernya bersama I Nerazzurri mampu mengukir rekor mentereng terkait capaian gol di Serie A. Salah satunya mencetak lebih dari lima gol lebih di Serie A sebelum berusia 21 tahun per 25 Maret 2026.
Berikut empat striker Inter Milan U-21 yang menorehkan lima gol lebih di Serie A.
1. Nicola Ventola mencetak 6 gol dalam 21 laga Serie A 1998/1999
Nicola Ventola pernah dianggap sebagai salah satu striker muda menjanjikan kala didatangkan Inter Milan dari Bari pada 1998/1999. Ia menorehkan total 13 gol dalam 52 laga di semua kompetisi bersama Bari pada 1994--1998. Inter Milan sampai berani menggelontorkan dana transfer sebesar 21 juta euro atau Rp412 miliar demi mendatangkan Ventola pada musim panas 1998.
Sayangnya, performa sang pemain tidak sesuai harapan manajemen dan fans. Ventola hanya mencetak 6 gol dalam 21 laga Serie A 1998/1999. Meski kala itu usianya belum mencapai 21 tahun, tetapi penampilan sang pemain tidak sesuai dengan nilai transfer yang terbilang mahal. Setelah melalui berbagai masa peminjaman, Inter Milan melepas Ventola secara gratis pada Agustus 2005.
2. Obafemi Martins menciptakan 7 gol dalam 25 laga Serie A 2003/2004
Obafemi Martins mengawali kiprahnya sebagai pesepak bola profesional di Eropa kala membela Inter Milan pada 2001--2006. Ia awalnya hanya mencetak 1 gol dalam 4 laga pada musim debutnya di Serie A pada 2002/2003. Performa Martins kemudian menunjukkan peningkatan kala memasuki 2003/2004.
Ia mencetak total 7 gol dalam 25 pertandingan Serie A pada 2003/2004. Martins kala itu masih berusia 20 tahun. Ia menorehkan total 49 gol dan 14 assist dalam 136 pertandingan di semua kompetisi bersama Inter Milan pada 2002--2006.
3. Mario Balotelli mencetak 8 gol dari 22 penampilan Serie A 2008/2009
Mario Balotelli sempat dianggap sebagai salah satu striker muda Italia dengan prospek menjanjikan kala diorbitkan dari akademi ke tim utama Inter Milan pada 2007/2008. Ia mampu menorehkan 7 gol dan 3 assist dalam 15 laga di semua kompetisi pada musim tersebut. Penampilan Balotelli kemudian meningkat kala memasuki 2008/2009.
Ia mencetak total 8 gol dalam 22 pertandingan Serie A 2008/2009. Balotelli kala itu masih berusia 19 tahun. Ia lalu turut mengantarkan Inter Milan meraih treble winner dengan menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions Eropa (UCL) 2009/2010.
4. Francesco Pio Esposito mencetak 6 gol dalam 28 laga Serie A 2025/2026 per 25 Maret 2026
Francesco Pio Esposito menjadi salah satu talenta muda jebolan akademi Inter Milan yang menunjukkan penampilan impresif pada 2025/2026. Potensinya mulai mendapat sorotan setelah tampil apik pada Piala Dunia Antarklub 2025. Esposito mencetak 1 gol dan assist dalam 2 laga Piala Dunia Antarklub 2025.
Ia kemudian tampil reguler di tim utama I Nerazzurri baik sebagai pemain pengganti maupun starter. Esposito baru-baru ini mencetak satu gol kala Inter Milan ditahan imbang 1-1 kontra Fiorentina pada pekan 30 Serie A 2025/2026 per 25 Maret 2026. Secara keseluruhan, pemain berusia 20 tahun itu telah mengoleksi 6 gol dalam 28 laga Serie A 2025/2026 per 25 Maret 2026.
Keempat striker di atas menorehkan catatan apik kala baru merintis karier di tim utama Inter Milan. Namun, tidak semua dari mereka mampu menuai kesuksesan dalam kariernya di dunia sepak bola. Misalnya, Balotelli yang lebih sering disorot akibat ulahnya sendiri bukan performa secara. Sementara itu, Ventola tidak menunjukkan performa impresif selama bermian untuk Inter Milan pada 1998--2002.


















