3 Pemain MU asal Amerika Selatan yang Mencetak 2 Digit Gol di EPL

Manchester United meraih kemenangan 3-2 atas Nottingham Forest pada pekan 37 English Premier League 2025/2026 pada 17 Mei 2026. Ketiga gol The Red Devils dicetak Luke Shaw, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo. Bagi Cunha, torehan gol di laga ini membuatnya menorehkan rekor mentereng.
Ia menjadi salah satu pemain asal Amerika Selatan yang mencetak dua digit gol pada musim debutnya berseragam Manchester United. Dalam sejarah klub, hanya ada tiga pemain Amerika Selatan yang mampu mengukir rekor dua digit gol di EPL pada musim pertamanya bersama MU. Termasuk Cunha, berikut tiga pesepak bola Amerika Selatan tersebut.
1. Carlos Tevez mencetak 14 gol di EPL kala melakoni musim debut bersama MU pada 2007/2008
Carlos Tevez bergabung dengan Manchester United dengan status pinjaman selama 2 musim pada 2007--2009. Ia kala itu dinilai sebagai striker muda Argentina dengan insting mencetak gol tajam usai tampil impresif bersama West Ham United dengan catatan 7 gol dalam 26 laga EPL 2006/2007. Kehadiran Tevez makin memperkuat lini depan MU yang sudah memiliki Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo. Penyerang asal Argentina itu langsung menunjukkan penampilan impresif dengan mencetak 14 gol dan 6 assist dalam 34 pertandingan EPL 2007/2008.
Tevez turut mengantarkan MU meraih gelar juara EPL dan Liga Champions Eropa (UCL) pada musim tersebut. Sayangnya, posisinya di lini depan MU mulai tergeser setelah kedatangan Dimitar Berbatov pada musim panas 2008. Terbukti, performa Tevez mengalami penurunan dengan hanya mencetak 5 gol dalam 29 laga EPL 2008/2009. Ditambah lagi, MU gagal mencapai kesepakatan untuk membeli Tevez secara permanen karena harga yang dinilai terlalu mahal. Ia akhirnya memutuskan membelot ke rival sekota MU, Manchester City, pada musim panas 2009.
2. Edinson Cavani menorehkan sepuluh gol pada EPL 2020/2021
Edinson Cavani merupakan salah satu striker top Uruguay yang mencapai masa-masa terbaik dalam kariernya kala membela Napoli dan Paris Saint-Germain (PSG). Kariernya mulai meroket setelah mengantarkan Uruguay meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2010. Cavani pindah dari Palermo ke Napoli pada musim panas 2010. Ia mencetak total 104 gol dalam 138 laga di semua kompetisi pada 2010--2013. Ia makin menunjukkan ketajamannya kala hengkang ke PSG dengan menorehkan total 200 gol dalam 301 pertandingan di semua kompetisi selaam 7 tahun pada 2013--2020.
Ia memutuskan menerima tawaran bergabung dengan Manchester United pada musim panas 2020. Cavani kala itu diberikan nomor punggung 7 dan diharapkan dapat menambah ketajaman lini depan MU. Performanya tidak begitu buruk dengan mengoleksi 10 gol dalam 26 laga EPL 2020/2021. Namun, posisinya mulai tergeser ketika MU mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Juventus pada musim panas 2021. Cavani kehilangan nomor punggung 7 dan menit bermainnya mulai menurun sehingga hanya mampu mencetak 2 gol dalam 15 laga EPL 2021/2022. Ia akhirnya pindah ke Valencia pada Agustus 2022.
3. Matheus Cunha mengoleksi 10 gol dalam 33 laga per pekan 37 EPL 2025/2026
Matheus Cunha menjadi salah satu pembelian terbaik Manchester United pada musim panas 2025. Performa pemain asal Brasil itu mulai mencuri perhatian kala membela Wolverhampton Wanderers pada Januari 2023--Juli 2025. Cunha mencetak total 33 gol dan 15 assist dalam 92 pertandingan di berbagai ajang. Lebih detail, ia tampil impresif dengan menyelamatkan Wolves dari ancaman degradasi dengan mencetak 15 gol dalam 33 penampilan EPL 2024/2025. Maka dari itu, Manchester United rela menebus Cunha dengan harga 74,2 juta euro atau Rp1,5 triliun.
Performa pemain berusia 26 tahun itu terbilang cukup impresif pada musim perdananya. Ia mencetak total 10 gol dalam 33 laga EPL 2025/2026. Penampilan Cunha makin menunjukkan peningkatan ketika MU berganti pelatih dari Ruben Amorim ke Michael Carrick pada Januari 2026. Ia menorehkan enam gol di EPL sejak laga pertama Carrick sebagai pelatih MU pada 17 Januari 2026.
Ketiga pemain Amerika Selatan di atas telah memberikan kontribusi penting bagi prestasi MU di EPL pada musim perdana. Tevez turut mengantarkan MU menjuarai EPL 2007/2008 dengan catatan 14 gol dalam 34 laga. Cavani berperan penting kala membawa MU finis sebagai runner-up dengan mencetak 10 gol dalam 26 laga pada EPL 2020/2021. Sementara itu, Cunha sukses memastikan MU finis di peringkat ke-3 EPL 2025/2026 dengan mencetak 10 gol dalam 33 laga per pekan 37.

















