6 Pemain Timnas Italia yang Paling Diandalkan pada Era Gennaro Gattuso

- Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia & Herzegovina, membuat Gennaro Gattuso mundur dari posisi pelatih hanya sepuluh bulan memimpin.
- Gianluigi Donnarumma, Sandro Tonali, Nicolo Barella, Federico Dimarco, Gianluca Mancini, dan Matteo Retegui menjadi pemain paling diandalkan Gattuso berdasarkan menit bermain.
- Retegui tampil paling produktif dengan lima gol dan lima assist, sementara Donnarumma dipercaya sebagai kapten utama selama era kepelatihan Gattuso.
Timnas Italia kembali gagal menembus Piala Dunia. Kekalahan dari Bosnia & Herzegovina pada playoff membuat Italia gagal menembus Piala Dunia untuk tiga kali berturut-turut (2018, 2022, dan 2026). Kegagalan pada edisi 2026 membuat sejumlah sosok penting di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mundur dari jabatannya. Salah satunya sang pelatih, Gennaro Gattuso.
Eks pelatih AC Milan dan Napoli itu mundur dari jabatannya pada 3 April 2026. Ia hanya memimpin tim ini selama 10 bulan dengan mencatatkan 8 pertandingan. Dari jumlah tersebut, enam pemain ini adalah yang paling Gattuso andalkan, dilihat dari jumlah menit bermain.
1. Gianluigi Donnarumma (660 menit) menjadi andalan di bawah mistar
Dengan kualitas dan pengalamannya, Gianluigi Donnarumma masih dipilih sebagai pilihan utama untuk posisi kiper Timnas Italia. Kiper Manchester City ini memainkan 7 dari 8 laga yang dipimpin oleh Gennaro Gattuso. Secara perincian, ia mencatatkan 660 menit, termasuk 20 menit extra time pada laga playoff Piala Dunia 2026 kontra Bosnia & Herzegovina. Ia mencatat 3 nirbobol dan kebobolan 10 gol. Selain itu, eks kiper AC Milan ini juga dipercaya sebagai kapten Italia pada era Gattuso.
2. Sandro Tonali (639 menit) memegang kendali di lini tengah
Sandro Tonali dipercaya sebagai pemegang komando di lini tengah. Ia bertugas dalam merebut bola dan mengatur tempo permainan. Di samping itu, pemain Newcastle United tersebut juga membantu dalam urusan menyerang melalui 2 gol dan 1 assist. Torehan tersebut dicatatkan dalam 7 laga dengan perincian 639 menit.
3. Nicolo Barella (616 menit) ditugaskan sebagai playmaker
Untuk urusan playmaking, Nicolo Barella mengambil alih tanggung jawab tersebut. Gelandang Inter Milan itu berfungsi sebagai pengatur tempo dan distributor bola yang menghubungkan lini belakang ke lini depan. Namun, secara produktivitas, ia kalah dari Sandro Tonali yang juga berposisi sebagai gelandang tengah. Barella hanya mencatat 1 assist dari 7 laga (616 menit) bersama Gennaro Gattuso.
4. Federico Dimarco (612 menit) berkontribusi besar melalui empat assist
Gennaro Gattuso sering menggunakan skema 3-5-2 saat memimpin Timnas Italia. Untuk mengisi posisi sayap kiri, mereka menempatkan Federico Dimarco. Pemain Inter Milan ini memiliki kemampuan apik dalam hal bertahan dan menyerang. Torehan 4 assist dari 8 laga (612 menit) menjadi buktinya.
5. Gianluca Mancini (570 menit) paling diandalkan untuk posisi bek tengah
Jika dilihat dari menit bermain, pemain yang paling diandalkan Gennaro Gattuso untuk mengisi posisi bek tengah adalah Gianluca Mancini. Bek AS Roma itu memainkan 6 laga dengan perincian 570 menit. Jumlah tersebut membuatnya lebih unggul secara menit bermain dari Alessandro Bastoni, Giovanni Di Lorenzo, Federico Gatti, Alessandro Buongiorno, dan Riccardo Calafiori.
6. Matteo Retegui (569 menit) menjadi yang paling produktif
Mateo Retegui menjadi pemain yang paling produktif di Timnas Italia pada era Gennaro Gattuso. Bermain sebagai penyerang tengah, ia mencetak 5 gol dan 5 assist dalam 8 laga (569 menit). Namun, semua gol tersebut hanya dicatatkan pada fase grup kualifikasi Piala Dunia 2026. Sedangkan, pada playoff, ia tak menyumbangkan satu pun gol maupun assist.
Italia mengalami dilema setelah gagal menembus Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Sejumlah nama besar telah mencoba mengisi posisi pelatih. Namun, itu belum cukup untuk mengembalikan kerinduan tifosi Italia untuk melihat tim nasionalnya bermain di Piala Dunia. Evaluasi besar pun menjadi langkah wajib bagi Italia untuk bangkit pada masa depan.



















