Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Penampilan Nottingham Forest pada Semifinal Ajang Eropa sebelum 2026

3 Penampilan Nottingham Forest pada Semifinal Ajang Eropa sebelum 2026
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/ksoni11)
Intinya Sih
  • Nottingham Forest lolos ke semifinal Liga Europa 2025/2026 setelah menyingkirkan FC Porto dengan agregat 2-1, menjadi penampilan keempat mereka di babak empat besar kompetisi Eropa.
  • Forest pernah juara Liga Champions dua musim beruntun, 1978/1979 dan 1979/1980, di bawah arahan Brian Clough setelah menaklukkan FC Koeln dan Ajax Amsterdam di semifinal.
  • Pada Piala UEFA 1983/1984, Forest kalah dari Anderlecht akibat skandal suap wasit yang baru terungkap pada 1997, menjadikan laga itu salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah klub.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Nottingham Forest menjaga asa mereka untuk meraih trofi pada 2025/2026. Klub yang kini dilatih Vitor Pereira itu berhasil lolos ke semifinal Liga Europa usai menyingkirkan FC Porto dengan agregat 2-1. Sejak terbentuk pada 1865, ini merupakan kali keempat klub yang bermarkas di The City Ground tersebut menembus fase empat besar kompetisi Eropa. Berikut hasil tiga momen pertamanya.

1. Nottingham Forest menang pada semifinal Liga Champions Eropa 1978/1979 dan keluar sebagai juara

Nottingham Forest berhasil menembus semifinal kompetisi Eropa pada kesempatan pertamanya. Mereka lolos ke Liga Champions Eropa (UCL) 1978/1979 usai menjuarai Divisi Utama Inggris 1977/1978. Forest lantas bukan hanya mencapai babak empat besar, melainkan keluar sebagai juara. Mereka menjadi pemenang setelah menang 1-0 atas Malmo.

Sementara, pada semifinal, tim yang saat itu dilatih Brian Clough tersebut menaklukkan FC Koeln dengan dramatis. Mereka imbang ketika tampil di kandang pada leg pertama. Forest tertinggal 0-2 lebih dulu dan mampu membalikkan keadaan menjadi 3-2. Sayangnya, Forest kecolongan lagi satu gol sebelum laga selesai.

Ketika bermain tandang pada leg kedua, Forest kemudian menang berkat gol tunggal Ian Bowyer. Pada perempat final, mereka membantai Grasshoppers dengan agregat 5-2. Mundur satu babak sebelumnya, mereka mengungguli AEK Athens hingga 7-2. Sementara, ketika melakoni 32 besar, Forest menang 2-0 atas sesama klub Inggris sekaligus juara bertahan, Liverpool.

2. Nottingham Forest berhasil mempertahankan gelar juara UCL pada 1979/1980

Keberhasilan menjuarai Liga Champions 1978/1979 membuat Nottingham Forest berhak bermain di kompetisi yang sama pada edisi musim berikutnya. Hebatnya, Forest mampu mempertahankan trofi. Mereka kembali menang 1-0 pada final. Kali ini, Forest mengalahkan wakil dari Jerman, Hamburg.

Pada semifinal UCL 1979/1980, Forest menang dramatis atas Ajax Amsterdam. Mereka kalah 0-1 pada leg kedua, tetapi unggul 2-0 di kandang pada leg pertama. Sebaliknya, Forest menang comeback pada perempat final. Mereka kalah 0-1 terlebih dahulu dari BFC Dynamo dan menang tandang 3-1 pada leg kedua.

Osters IF menjadi lawan perdana Forest di UCL 1979/1980. Mereka bermain di kandang pada leg pertama babak 32 besar dan menang 2-0. Hasil itu membuat seri 1-1 pada leg kedua menjadi tidak bermasalah. Sementara, pada 16 besar, Forest menang atas FC Arges dengan agregat cukup telak, 4-2.

3. Nottingham Forest kalah dari Anderlecht pada semifinal Piala UEFA 1983/1984 akibat suap

Sebelum 2025/2026, musim terakhir Nottingham Forest bermain pada semifinal ajang Eropa terjadi pada 1983/1984. Mereka juga merasakannya di Liga Europa meskipun saat itu kompetisi masih bernama Piala UEFA. Ini merupakan debut Forest di turnamen kasta kedua tersebut. Forest lolos usai berakhir di posisi kelima di Divisi Utama 1982/1983.

Sayangnya, Forest kalah dari Anderlecht pada semifinal dengan agregat 2-3. Mereka menang 2-0 pada leg pertama dan kalah 0-3 pada leg kedua. Namun, pada 1997, pihak dari Anderlecht mengakui, bahwa kemenangan 3-0 mereka atas Forest tersebut merupakan hasil dari suap yang dilakukan sang presiden saat itu, Constant Vanden Stock, kepada wasit yang bertugas, Emilio Guruceta Muro.

Pada leg kedua tersebut, salah satu gol Anderlecht memang dicetak Kenneth Brylle lewat tendangan penalti. Muro memberi hadiah itu kepada Anderlecht setelah salah satu pemain mereka begitu jelas terjatuh tanpa ada kontak. Kemudian, Forest juga sebetulnya mencetak satu gol, tetapi Muro menganulirnya. Anderlecht pun lolos ke final, tapi kalah dari Tottenham Hotspur. Mereka pada akhirnya dilarang terlibat di kompetisi Eropa selama semusim.

Nottingham Forest akan melawan Aston Villa pada semifinal Liga Europa 2025/2026. Mereka bakal bermain di The City Ground dulu pada 30 April 2026 sebelum bertandang ke Villa Park pada 7 Mei 2026. Mampukah Forest mencapai final dan menjadi juara?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More