Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, merayakan kemenangannya setelah memenangkan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)
Sepanjang fase gugur, Argentina sukses menunjukkan mentalitas baja, kesabaran, dan ketenangannya di atas lapangan. Berkat ketiga aspek itu, menurut Lionel Messi, kunci bagi Tim Tango melangkah ke babak final.
Bayangkan saja, Argentina itu sebenarnya terancam tumbang sejak babak 32 besar oleh Cape Verde. Setelah dua kali keunggulannya disamakan, mereka akhirnya menang berkat gol bunuh diri Diney di perpanjangan waktu, menit 111.
Di babak 16 besar, La Albiceleste kembali keluar dari lubang jarum. Tertinggal dua gol lebih dulu dari Mesir, tetapi Argentina mampu mencetak tiga gol dalam kurun waktu 14 menit sebelum waktu normal habis.
Kontra Swiss, sang juara bertahan kembali dipaksa ke perpanjangan waktu. Lagi-lagi, pasukan Lionel Scaloni berhasil mencetak dua gol telat setelah sempat dibuat frustrasi membongkar pertahanan La Nati yang hanya bermain dengan 10 orang.