Pujian Selangit Pelatih Bulgaria untuk Lompatan Sepak Bola Indonesia

- Pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, memuji pesatnya perkembangan sepak bola Indonesia jelang laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
- Dimitrov yang pernah bermain dan melatih di Indonesia mengaku kagum dengan peningkatan kualitas pemain serta kemajuan infrastruktur yang kini jauh lebih modern dan profesional.
- Banyaknya pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa, termasuk hasil dari program naturalisasi PSSI, menjadi bukti nyata lompatan besar sepak bola nasional.
Jakarta, IDN Times - Timnas Indonesia akan menghadapi Bulgaria dalam pada final FIFA Series 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026) malam WIB. Jelang duel krusial tersebut, pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, memberi pujian setinggi langit.
Pujian itu terkait perkembangan sepak bola Indonesia yang telah melompat jauh. Dimitrov merasa kagum, terlebih karena pernah merasakan langsung atmosfer sepak bola Indonesia di masa lalu.
1. Testimoni dari sosok yang pernah terlibat di sepak bola Indonesia

Dimitrov sejatinya tidak asing di telinga pencinta sepak bola nasional pada era 2000-an. Pria asli Bulgaria ini pernah merumput sebagai pemain untuk klub-klub besar, macam Persija Jakarta pada 2003 lalu.
Tak hanya sebagai pemain, kariernya berlanjut ke kursi kepelatihan saat menjadi asisten pelatih Persipura Jayapura pada 2006. Puncaknya, dia pernah menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia pada 2007, sebelum akhirnya kembali ke Eropa.
2. Kagum lihat infrastruktur dan banyaknya pemain yang berkarier di Eropa

Berkaca dari pengalamannya belasan tahun lalu, Dimitrov mengaku terkesan dengan lompatan kualitas sepak bola Indonesia saat ini. Sekarang, banyak pemain Timnas yang merumput di Eropa.
"Dulu, ketika saya bermain di sini ada banyak pemain bagus seperti Bambang (Pamungkas). Sekarang, kualitasnya meningkat karena ada banyak pemain bagus yang bermain di Eropa," kata Dimitrov dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Satu hal yang paling membuatnya kagum adalah besarnya investasi PSSI dan pemerintah dalam membangun infrastruktur sepak bola. Dia menilai segala aspek telah dibenahi dengan serius, sehingga menghasilkan ekosistem olahraga yang jauh lebih baik dari zamannya dulu.
"Dan satu hal yang benar-benar membuat saya terkesan adalah, seberapa besar negara dan federasi Anda berinvestasi dalam infrastruktur sepak bola di sini. Semuanya semakin baik di setiap level yang memungkinkan, termasuk wasit," ujar Dimitrov.
3. Tak lepas dari masifnya naturalisasi

Pemain Timnas memang banyak yang bermain di Benua Biru, bahkan ada empat yang merumput di lima liga top Eropa. Di antaranya Jay Idzes dan Emil Audero yang berkarier di Serie A, Kevin Diks di Bundesliga, serta Calvin Verdonk di Ligue 1.
Sebaran lainnya ada di Belanda, Inggris, dan Belgia. Namun, hal tersebut tak lepas dari gencarnya PSSI dalam melakukan naturalisasi. Pemain lokal yang berkarier di Eropa dan statusnya bukan naturalisasi hanya Marselino Ferdinan serta Elkan Baggott.
















