Real Madrid Ubah Gaya Main Demi Mbappe dan Bellingham

- Pelatih Alvaro Arbeloa menegaskan kembalinya Kylian Mbappe dan Jude Bellingham membuat Real Madrid harus mengubah gaya main saat menghadapi Bayern Munich di perempat final Liga Champions.
- Kehadiran Mbappe disebut memberi efek kejut bagi lawan, dengan Arbeloa menyebut para bek lawan sudah merasa tertekan sejak mengetahui sang bintang masuk skuad utama.
- Sementara Mbappe makin nyaman bermain, performa Bellingham justru menurun sehingga Arbeloa menilai perlu ada penyesuaian taktik agar keseimbangan tim tetap terjaga.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengakui kembalinya Kylian Mbappe dan Jude Bellingham berdampak pada gaya main tim yang diterapkan dalam duel perempat final Liga Champions, melawan Bayern Munich, di Santiago Bernabeu, Rabu dini hari WIB (7/4/2026). Arbeloa mengamini, kehadiran keduanya telah menciptakan perubahan dalam dimensi taktik Madrid.
Selama Mbappe absen, Arbeloa memang harus menurunkan Brahim Diaz. Maka dari itu, penyesuaian perlu dilakukan. Hal serupa juga berlaku di lini tengah ketika Bellingham kembali dan dimainkan.
"Jelas Mbappe punya kualitas berbeda dibandingkan Brahim. Itu mengapa, kami harus main dengan gaya berbeda," ujar Arbeloa dilansir Football Espana.
1. Sempat bikin tim kurang seimbang

Mbappe sebenarnya sudah dimainkan lagi oleh Arbeloa saat Madrid menghadapi Mallorca akhir pekan lalu. Kala itu, dia berduet dengan Diaz di lini depan.
Tapi, Bellingham dan Vinicius Junior yang selama ini selalu mendukung Mbappe, justru jadi cadangan. Alhasil, Madrid kurang seimbang dan berujung kalah dari Mallorca dengan skor 1-2.
"Saya merasa beruntung punya pemain hebat seperti mereka. Mbappe datang ke sini untuk tampil di laga-laga besar. Senang rasanya semua orang bisa main dan tidak ada 10 atau 11 pemain yang cabut," kata Arbeloa.
2. Sebenarnya, Mbappe jadi terapi kejut
Menurut Arbeloa, kehadiran Mbappe telah menciptakan terapi kejut buat lawan-lawannya. Eks pemain Liverpool dan Madrid itu merasa, bek-bek lawan sudah gemetar ketika tahu Mbappe ada di dalam skuad.
"Menjadi sebuah keistimewaan luar biasa punya pemain seperti Mbappe di tim. Saya berempati ke bek yang harus menghadapi Real Madrid," kata Arbeloa.
3. Saat Mbappe nyaman, Bellingham menurun
Yang menjadi catatan musim ini adalah ketika Mbappe makin nyaman bersama Madrid, Bellingham justru mengalami penurunan performa. Belakangan, dia menjadi sasaran kritik karena sulit menjalani perannya sebagai gelandang sentral.
"Saya yakin kami menjadi tim yang lebih baik, itu perbedaannya. Bellingham memiliki kualitas berbeda dengan beberapa rekannya dan ketika berada di lapangan tentu harus beradaptasi. Itulah sepak bola, memiliki hubungan antarpemain. Tapi, ini menjadi masalah positif ketika harus menyesuaikan Bellingham ke tim," kata Arbeloa.


















