Robertson Cabut dari Liverpool 2026, Era Emas Tamat

Andrew Robertson resmi tinggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/26 setelah sembilan tahun penuh prestasi, menandai berakhirnya era emas klub di bawah asuhan Jurgen Klopp.
Keputusan hengkang dipicu oleh berkurangnya waktu bermain akibat persaingan dengan Milos Kerkez serta faktor usia, membuat Robertson mencari tantangan baru demi menjaga performanya.
Kepergian Robertson mempertegas fase transisi besar di Liverpool, terutama jika Mohamed Salah juga pergi, menandai dimulainya era baru di bawah pelatih Arne Slot.
Jakarta, IDN Times - Andrew Robertson dipastikan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/26. Keputusan ini menjadi penanda kuat berakhirnya era emas klub yang telah dibangun selama hampir satu dekade.
Bek kiri andalan Liverpool itu akan pergi dengan status bebas transfer setelah kontraknya habis pada musim panas 2026. Kepergian Robertson juga mempertegas fase transisi besar di Anfield, menyusul kabar Mohamed Salah yang hengkang pada periode yang sama.
“Ini bukan keputusan mudah, tapi saya merasa waktunya tepat untuk mencari tantangan baru,” kata Robertson dikutip laman resmi klub..
1. Perjalanan sembilan tahun Andrew Robertson di Liverpool yang penuh prestasi
Didatangkan dari Hull City pada 2017, Andy Robertson menjelma menjadi salah satu bek kiri terbaik dalam sejarah Liverpool.
Selama sembilan musim, ia mencatat 373 penampilan di semua kompetisi. Ia juga berperan penting dalam kesuksesan besar Liverpool di berbagai ajang.
Robertson membantu Liverpool meraih dua gelar Premier League, satu Liga Champions, satu FA Cup, dua Piala Liga, FIFA Club World Cup, dan UEFA Super Cup.
Di bawah asuhan Jurgen Klopp, Robertson menjadi simbol bek sayap modern. Ia agresif menyerang, konsisten mencatat assist, dan tetap disiplin dalam bertahan.
Perannya tidak tergantikan dalam membentuk identitas permainan Liverpool yang intens dan cepat.
2. Alasan Robertson hengkang dari Liverpool 2026
Keputusan Andy Robertson meninggalkan Liverpool tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada perubahan besar dalam dinamika skuad.
Musim ini, posisinya mulai tergeser Milos Kerkez, yang lebih sering menjadi pilihan utama di bawah pelatih Arne Slot.
Selain itu, faktor usia juga berpengaruh. Robertson kini memasuki usia 32 tahun, di tengah proses regenerasi skuad Liverpool.
Dengan waktu bermain yang semakin terbatas, hengkang menjadi langkah realistis bagi sang pemain untuk menjaga level kompetitifnya.
3. Dampak kepergian Robertson: Liverpool masuk era baru
Kepergian Andrew Robertson bukan sekadar kehilangan satu pemain. Ini merupakan simbol berakhirnya generasi emas Liverpool.
Dalam beberapa musim terakhir, The Reds mulai kehilangan pilar penting. Jika Mohamed Salah juga benar-benar pergi, maka perubahan besar akan semakin terasa.
Situasi ini menempatkan Liverpool dalam fase krusial: Membangun ulang skuad, menjaga identitas permainan, dan beradaptasi dengan era baru di bawah Arne Slot
“Robbo adalah pemain luar biasa, kontribusinya tidak tergantikan,” ujar Klopp dalam salah satu kesempatan sebelumnya.



















