Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Semusim Lalu Main di Liga Champions, Girona Malah Degradasi

Semusim Lalu Main di Liga Champions, Girona Malah Degradasi
ilustrasi Girona FC (pexels.com/Unknown User)
Intinya Sih
  • Girona resmi terdegradasi ke LaLiga 2 setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Elche dan finis di posisi ke-19 dengan 41 poin, terpaut satu angka dari zona aman.
  • Dua musim sebelumnya Girona sempat finis ketiga dan tampil di Liga Champions, namun masalah teknis serta finansial membuat banyak pemain utama dijual karena aturan Financial Fair Play.
  • Padahal Girona pernah dipuji karena gaya main atraktifnya yang disebut Luis Enrique sebagai paling menyenangkan di LaLiga, tetapi kini harus menerima nasib turun kasta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kenyataan pahit harus ditelan saudara Manchester City di kompetisi Spanyol, Girona. Semusim setelah main di Liga Champions, Girona malah terdegradasi ke LaLiga 2.

Dalam duel yang digelar Minggu dini WIB (24/5/2026), Girona wajib menang atas Elche. Sebab, tambahan tiga poin bisa menyelamatkan mereka dari jerat degradasi.

1. Terdegradasi dengan selisih tipis

Tapi, yang terjadi malahan Girona gagal menang. Mereka malah kewalahan dan akhirnya hanya meraih hasil imbang, 1-1 dengan Elche.

Hasil itu memastikan Girona terdegradasi ke LaLiga 2 karena harus finis di posisi 19. Mereka cuma mengoleksi 41 poin, berselisih satu angka dari Mallorca yang finis di posisi 18 dan terdegradasi.

Levante dan Osasuna sebenarnya juga mengoleksi 42 poin. Namun, mereka mampu unggul secara head-to-head atas Mallorca dan selamat dari degradasi.

2. Ironi buat Girona

Ironis bagi Girona, karena dua musim lalu sempat finis di posisi tiga klasemen LaLiga. Hingga, pada musim berikutnya, Girona main di Liga Champions.

Sialnya, Girona dihantam berbagai masalah, mulai dari teknis hingga keuangan. Girona kehilangan banyak pemain utama yang terpaksa dijual, akibat peraturan Financial Fair Play serta salary cap. Momen ini, diyakini menjadi titik balik Girona yang pada akhirnya terperosok ke LaLiga 2.

3. Sempat dianggap tim paling atraktif di LaLiga

Semakin menyedihkan, karena Girona sempat dipandang sebagai tim yang menarik untuk dinantikan perkembangannya di LaLiga. Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, menilai Girona bisa saja memberikan warna baru di sepak bola Spanyol karena gaya mainnya yang enak disaksikan.

Enrique bahkan menyebut permainan Girona sebagai "yang paling menyenangkan dan indah" dengan dipimpin pelatih hebat seperti Michel. Namun, yang terjadi kini malah sebaliknya. Girona terdampar ke LaLiga 2.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More