Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Apsek Penting di Prosesor Komputer yang Harus Diperhatikan

5 Apsek Penting di Prosesor Komputer yang Harus Diperhatikan
ilustrasi prosesor (unsplash.com/Olivier Collet)
Intinya Sih
  • Prosesor adalah otak komputer yang mengatur seluruh aktivitas perangkat, sehingga pemilihan prosesor terbaik sangat penting untuk performa optimal.
  • Lima aspek utama yang wajib diperhatikan meliputi jenis dan kelas prosesor, TDP, arsitektur, clock speed serta cache, hingga jumlah core dan thread.
  • Setiap aspek tersebut memengaruhi kecepatan, efisiensi, dan kemampuan multitasking komputer; kombinasi ideal menentukan seberapa maksimal kinerja perangkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Prosesor merupakan komponen paling krusial di komputer. Prosesor berfungsi mengatur semua kegiatan di perangkat dan diibaratkan sebagai "otak". Kegiatan scrolling, pengaturan resolusi layar, hingga kemampuan gaming semuanya diatur oleh prosesor. Karena itu, pemilihan prosesor terbaik sangat penting bagi komputer.

Dalam memilih prosesor ada banyak aspek yang harus diperhatikan. Beberapa di antaranya adalah jenis atau kelas prosesor, closk speed, Thermal Design Power (TDP), arsitektur, hingga jumlah core dan thread. Tak paham mengenai semua aspek tersebut? Simak penjelasan dan rinciannya di bawah ini!

1. Jenis dan kelas prosesor memprediksi performa

ilustrasi prosesor laptop
ilustrasi prosesor laptop (unsplash.com/Pauli Nie)

Tiap prosesor memiliki kelas dan jenis yang berbeda. Dari kelas dan jenis tersebut kamu bisa memprediksi bagaimana kemampuan, performa, dan kualitasnya. Dilansir Android Authority, prosesor AMD memiliki beberapa kelas, seperti Ryzen 3, 5, 7, dan 9. Semakin tinggi angkanya semakin tinggi kelasnya. Huruf di belakang prosesor (G, H, HS, atau X) juga menunjukan spesialisasi dari prosesor AMD.

Laman Kolm Solutions menerangkan kalau prosesor intel dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu intel Core (i3, i5, i7, dan i9) serta intel Ultra (Ultra 5, 7, hingga 9). Prosesor intel juga punya beberapa generasi, seperti gen 8, 9, 10, 11, 12, dan 13. Semakin tinggi jenis dan generasinya maka prosesor tersebut makin ngebut. Sama seperti AMD, huruf di belakang nama prosesor (U, P, atau H) juga menunjukan spesialisasi dari prosesor intel.

2. Thermal Design Power (TDP) tinggi memberikan performa ganas

ilustrasi prosesor
ilustrasi prosesor (unsplash.com/Brian Kostiuk)

Laman Lenovo menjelaskan bahwa Thermal Design Power (TDP) merujuk pada berapa tinggi panas yang dihasilkan oleh prosesor dalam penggunaan normal. TDP diukur dalam skala watt dan semakin tinggi angka wattnya maka membuktikan kalau daya dari prosesor tersebut semakin besar. Laptop kasual yang tipis umumnya memiliki TDP rendah seperti 15 atau 30an watt. Sementara itu, laptop gaming yang berfokus pada performa mampu memberikan TDP hingga 65 watt. Komputer atau PC juga bisa melakukan overclocking CPU dan membuat prosesor bekerja maksimal hingga angka TDP-nya naik menjadi ratusan watt

3. Arsitektur prosesor berpengaruh pada efisiensi

ilustrasi prosesor
ilustrasi prosesor (unsplash.com/Luis Gonzalez)

Arsitektur di prosesor komputer sangat berpengaruh pada performa, efisiensi, dan kompatibilitas. Tiap prosesor juga memiliki arsitekturnya tersendiri. Laman Wind River menjelaskan kalau arsitektur X86/Intel dan Advanced RISC Machine (ARM) merupakan dua jenis yang paling populer. Selain dua artistektur dasar tersebut, nantinya tiap prosesor juga memiliki arsitekturnya tersendiri. Contohnya, intel mengembangkan arsitektur Meteor Lake dan Panther Lake. AMD sendiri memiliki beberapa arsitektur, seperti Zen dan Gorgon Point yang terbaru.

4. Clock speed dan cache sangat penting bagi prosesor

ilustrasi prosesor
ilustrasi prosesor (unsplash.com/Roman Spiridonov)

Clock speed dan cache merupakan dua hal yang berbeda tapi sangat penting. Dilansir laman resmi intel, clock speed merujuk pada berapa banyak sikluk atau perintah yang bisa dilakukan prosesor dalam waktu satu detik. Clock speed diukur dengan satuan MHz atau GHz. Semakin tinggi angkanya maka secara teoretis prosesor tersebut memiliki performa yang semakin tinggi.

Dilansir EBSCC, cache adalah memori berkecepatan tinggi yang diletakan dekat dengan pusat dari CPU. Cache mampu meningkatkan performa dengan cara menyimpan data yang sering diakses. Sama seperti clock speed, semakin tinggi cache di suatu prosesor artinya prosesor tersebut memiliki performa yang tinggi dan powerful.

5. Jumlah core dan thread adalah inti dari prosesor

ilustrasi prosesor
ilustrasi prosesor (unsplash.com/Christian Wiediger)

Laman Biznet menjelaskan kalau core adalah suatu unit yang dapat memproses intruksi secara mandiri. Kemudian, thread adalah unit pemrosesan terkecil yang bersifat independen. Keduanya bisa diukur dalam bentuk angka, seperti dual core (punya dua core) dan 24 thread. Dari angka tersebut kemampuan prosesor bisa diperkirakan. Tepatnya, semakin banyak core dan thread berarti performa prosesor makin tinggi. Core juga dibagi menjadi beberapa jenis, seperti efficiency core dan performance core.

Kamu harus memperhatikan semua aspek penting di prosesor saat beli komputer. Jika satu aspek kurang optimal, komputer tak akan bisa berjalan dengan baik dan kebutuhan kamu tidak akan terpenuhi. Jika masih belum paham mengenai semua aspek tersebut, kamu bisa melakukan research lebih dalam atau bertanya ke orang yang mengerti tentang teknologi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More