Kenapa Garmin Forerunner 255 Masih Diburu pada 2026? Ini Alasannya

- Garmin Forerunner 255 tetap populer di 2026 karena menawarkan fitur premium seperti multi band GPS, HRV tracking, dan mode triathlon dengan harga yang kini lebih terjangkau.
- Akurasi GPS multi band menjadi nilai jual utama bagi pelari serius, memberikan pelacakan lokasi presisi bahkan di area sulit sinyal tanpa harus membeli smartwatch flagship mahal.
- Layar MIP hemat daya dan baterai tahan hingga 14 hari membuat Forerunner 255 unggul untuk latihan outdoor panjang, menegaskan fokusnya pada performa dibanding tampilan gaya.
Di saat banyak smartwatch terbaru berlomba menghadirkan layar AMOLED, fitur AI, dan desain semakin mewah, ternyata banyak olahragawan masih mempertahankan Garmin Forerunner 255 sebagai jam andalan mereka. Bahkan, Forerunner 255 masih sering muncul dalam rekomendasi smartwatch lari atau fitness sebagai salah satu perangkat paling worth it untuk dibeli pada pertengahan 2026 ini. Hal itu tentu menarik, mengingat smartwatch running ini bukan lagi produk baru, yakni dirilis pada 2022.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Dilansir redditrecs.com, banyak pengguna masih merasa smartwatch olahraga modern mulai fokus pada gimmick visual. Sementara itu, kebutuhan utama pelari tetap sama, yakni GPS akurat, baterai tahan lama, dan fitur latihan yang benar-benar membantu performa. Di titik inilah Garmin Forerunner 255 punya posisi yang unik. Lantas, fitur apa saja yang bikin smartwatch ini pantas menyandang sweet spot antara harga dan fitur premium?
1. Smartwatch lama yang belum tergantikan

Salah satu alasan kenapa Garmin Forerunner 255 masih banyak dicari adalah value yang ditawarkan. Meski usianya sudah beberapa tahun, spesifikasi dan fitur yang dimiliki masih terasa modern pada 2026. Dilansir redditrecs.com, mayoritas pengguna merasa mereka tidak perlu membeli smartwatch Garmin generasi terbaru yang jauh lebih mahal hanya untuk mendapatkan peningkatan kecil.
Garmin Forerunner 255 hadir dengan fitur yang sebelumnya identik dengan seri flagship, mulai dari multi band GPS, triathlon mode, HRV tracking, training analysis, running power, hingga dukungan multisport lengkap. Fitur inilah yang membuat forerunner 255 terasa seperti alat latihan profesional dibanding smartwatch biasa. Menariknya lagi, fitur daily suggested workout dan morning report juga tersedia guna membuat pengalaman latihan personal berdasarkan kondisi tubuh, kualitas tidur, hingga waktu pemulihan pengguna.
2. GPS multi band jadi nilai jual terbesar

Banyak runner serius lebih memprioritaskan akurasi dibanding tampilan layar. Di sinilah keunggulan Garmin Forerunner 255 sampai sekarang. Smartwatch ini sudah mendukung GPS multi band atau dual frequency yang mampu menghasilkan pelacakan lokasi lebih presisi. Teknologi tersebut sangat membantu ketika kamu berlari di area perkotaan padat, jalur trail, maupun lingkungan dengan sinyal GPS yang sulit.
Biasanya, fitur seperti ini hanya tersedia di smartwatch olahraga premium dengan harga jauh lebih mahal. Karena itu, banyak pengguna merasa Forerunner 255 menawarkan value yang sangat tinggi untuk kelas harganya. Selain GPS, Garmin juga membekali perangkat ini dengan fitur latihan serius, seperti race widget, pacepro, VO2 max, recovery time, training status, hingga Garmin coach. Semua fitur tersebut membantu pengguna memahami performa tubuh secara detail dan terarah.
3. Banyak pelari masih memilih layar MIP

Di saat banyak brand berlomba memakai layar AMOLED, Garmin Forerunner 255 justru menggunakan layar transflective MIP (memory in pixel). Secara teori memang terlihat lebih lawas, tetapi banyak pelari justru menyukai pendekatan ini. Hal ini disebabkan karena layar MIP terkenal lebih hemat baterai dan tetap jelas di bawah sinar matahari. Saat digunakan untuk lari outdoor, marathon, atau trail run, tampilan layar ini terasa lebih nyaman dibanding AMOLED yang terkadang sulit terlihat di kondisi terang, terutama dengan kemampuan peak brightness yang rendah.
Selain itu, layar MIP juga dianggap tidak terlalu distraktif. Banyak runner merasa desain tampilannya lebih fokus untuk latihan dibanding sekadar memanjakan visual pengguna. Hal ini membuat Forerunner 255 punya identitas berbeda di tengah tren smartwatch modern yang semakin menyerupai gadget lifestyle.
4. Baterai awet masih jadi kelebihan utama

Salah satu alasan Garmin Forerunner 255 belum kehilangan daya tarik adalah daya tahan baterainya yang sangat panjang. Untuk penggunaan smartwatch biasa, varian 46mm mampu bertahan hingga 14 hari. Sementara dalam mode GPS, baterainya bisa mencapai 30 jam. Angka tersebut masih sangat kompetitif pada 2026, terutama jika dibandingkan smartwatch lifestyle modern yang rata-rata harus diisi ulang setiap satu atau dua hari. Artinya, kombinasi layar MIP dan sistem operasi Garmin yang efisien membuat smartwatch ini tetap nyaman dipakai untuk latihan intens, hiking, hingga event lari jarak jauh tanpa rasa khawatir kehabisan baterai.
Salah satu faktor terbesar kenapa Garmin Forerunner 255 masih layak dibeli di 2026 adalah harga yang semakin menarik. Saat pertama rilis, smartwatch ini dibanderol mulai Rp5,8 jutaan. Namun, sekarang harga bekasnya pun sudah jauh lebih terjangkau. Berikut perbandingan harga Garmin Forerunner 255 di Indonesia:
Perbandingan harga Garmin Forerunner 255 series
Nama model | Harga Baru | Harga bekas |
|---|---|---|
Garmin Forerunner 255 | Rp5,8 jutaan | Rp2,5-3,8 jutaan |
Garmin Forerunner 255S | Rp5,8 jutaan | Rp2,5-3,8 jutaan |
Garmin Forerunner 255 Music | Rp6,6 jutaan | Rp3,5-3,9 jutaan |
Garmin Forerunner 255S Music | Rp6,6 jutaan | Rp3,5-3,9 jutaan |
5. Fokus untuk runner serius, bukan sekadar gaya

Garmin Forerunner 255 memang bukan smartwatch paling fashionable di pasaran. Namun, justru di situlah kekuatannya. Jam ini dibuat untuk membantu pengguna berlatih lebih efektif, bukan sekadar menerima notifikasi atau tampil keren di pergelangan tangan. Garmin juga menyediakan lebih dari 30 mode olahraga, mulai dari lari, renang, sepeda, HIIT, hingga triathlon. Karena itu, banyak pengguna masih menganggap Garmin Forerunner 255 sebagai smartwatch yang sulit tergantikan karena tetap konsisten menjadi perangkat latihan yang fungsional, ringan, tahan lama, dan akurat.
Kalau kamu mencari smartwatch olahraga yang fokus pada performa dibanding gaya, Garmin Forerunner 255 masih sangat layak dipertimbangkan di 2026. Harganya kini semakin turun, tetapi fitur yang masih relevan untuk beberapa tahun ke depan. Smartwatch ini justru terasa semakin menarik untuk pengguna yang ingin serius berlari tanpa harus membeli wearable flagship mahal. Jadi, apakah kamu tertarik membelinya?








![[QUIZ] Dari Cara Screenshot, Ini Cara Kamu Mengingat Hal Penting](https://image.idntimes.com/post/20240527/christian-wiediger-70ku6p7kgmc-unsplash-c9b9fb9e49b8c66372f19d075de57965.jpg)









