Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Laptop ASUS untuk Mahasiswa Arsitektur 2026, Spek Tangguh
ilustrasi laptop untuk mahasiswa arsitektur (asus.com)
  • Mahasiswa arsitektur memerlukan laptop bertenaga untuk AutoCAD, SketchUp, Revit, Lumion, pemodelan 3D, rendering, dan presentasi; spesifikasi penting mencakup GPU dedicated, RAM minimal 16GB, serta SSD besar.
  • ASUS ProArt PX13 menawarkan format konvertibel 13,3 inci, Ryzen AI MAX+ 395, RAM 64GB, OLED 3K, dan SSD 1TB; ProArt P16 membawa RTX 5090, OLED 4K, RAM 64GB, serta SSD hingga 4TB.
  • ROG Zephyrus G14 mengutamakan portabilitas dengan layar OLED 3K, Ryzen AI 9 465, dan RTX 5060; TUF Gaming A14 menawarkan opsi lebih terjangkau dengan RAM hingga 64GB, SSD 2TB, dan bodi 1,48 kg.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuliah di jurusan arsitektur menuntut laptop yang mampu menjalankan berbagai tugas, mulai dari membuat gambar kerja, menyusun model 3D, melakukan rendering, hingga mempresentasikan hasil desain. Beragam aktivitas tersebut mengandalkan software seperti AutoCAD, SketchUp, Revit, dan Lumion yang membutuhkan spesifikasi tinggi agar dapat berjalan lancar. Untuk itu, memilih laptop dengan performa mumpuni menjadi hal penting agar proses belajar maupun mengerjakan proyek tidak terhambat.

Sebelum membeli laptop, ada beberapa spesifikasi yang perlu diperhatikan, seperti prosesor bertenaga, GPU dedicated seperti NVIDIA GeForce RTX, RAM minimal 16GB, serta SSD berkapasitas besar agar aplikasi desain dapat berjalan lebih optimal. Lima laptop ASUS berikut siap menunjang berbagai kebutuhan mahasiswa arsitektur pada 2026.

1. ASUS ProArt PX13 (HN7306) Copilot+ PC

ASUS ProArt PX13 (HN7306) Copilot+ PC (asus.com)

ASUS ProArt PX13 (HN7306) Copilot+ PC menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa arsitektur yang membutuhkan laptop ringkas tanpa mengorbankan performa. Laptop konvertibel 13,3 inci ini ditenagai prosesor AMD Ryzen AI MAX+ 395 dengan NPU hingga 50 TOPS, dipadukan RAM LPDDR5X 64GB sehingga mampu menangani pemodelan 3D, rendering, hingga multitasking berbagai aplikasi desain dengan lancar. Statusnya sebagai laptop NVIDIA Studio juga membuatnya siap menjalankan software kreatif yang mengandalkan akselerasi GPU dan AI.

Di sektor visual, ProArt PX13 mengusung layar sentuh OLED 3K berasio 16:10 dengan akurasi warna tinggi sehingga nyaman digunakan saat membuat maupun mengevaluasi desain. Laptop ini juga dibekali SSD PCIe 4.0 berkapasitas 1TB untuk menyimpan berbagai proyek berukuran besar, sementara desain konvertibelnya memungkinkan perangkat digunakan sebagai laptop maupun tablet sesuai kebutuhan. Sebagai pelengkap, ASUS menyematkan sertifikasi ketahanan berstandar militer serta Microsoft Office Home 2024 yang siap digunakan untuk mendukung aktivitas kuliah.

2. ASUS ProArt P16 (H7606) Copilot+ PC

ASUS ProArt P16 (H7606) Copilot+ PC (asus.com)

Butuh laptop dengan performa kelas profesional? ASUS ProArt P16 (H7606) bisa menjadi salah satu pilihan. Laptop ini ditenagai prosesor AMD Ryzen AI 9 HX 370 yang dipadukan dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 5090, sehingga mampu menjalankan rendering 3D, simulasi bangunan, hingga pengolahan visual beresolusi tinggi dengan lebih lancar. Perpaduan tersebut juga membuat proses pengerjaan proyek terasa lebih responsif, terutama saat mengerjakan file berukuran besar.

Laptop ini mengusung layar OLED 16 inci beresolusi 4K yang mampu menampilkan gambar tajam dengan reproduksi warna akurat. ASUS turut membekalinya dengan RAM hingga 64GB dan SSD hingga 4TB untuk menunjang multitasking maupun penyimpanan proyek berukuran besar. Fitur ASUS DialPad dan konektivitas WiFi 7 melengkapi perangkat ini, sehingga cocok digunakan untuk mendukung kebutuhan kuliah arsitektur maupun proyek kreatif.

3. ASUS ROG Zephyrus G14 (2026) GA403

ASUS ROG Zephyrus G14 (2026) GA403 (asus.com)

ASUS ROG Zephyrus G14 (2026) GA403 menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa arsitektur yang sering berpindah antara ruang kelas, studio, maupun lokasi presentasi. Laptop ini mengusung layar ROG Nebula OLED 14 inci beresolusi 3K dalam bodi yang ringkas, tetapi tetap ditenagai prosesor AMD Ryzen AI 9 465 dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5060 Laptop GPU. Kombinasi tersebut mampu menjalankan berbagai aplikasi seperti AutoCAD, SketchUp, Revit, hingga software rendering dengan lancar.

Tak hanya mengandalkan performa CPU dan GPU, laptop ini juga dibekali AMD XDNA Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan hingga 50 TOPS untuk mempercepat berbagai fitur berbasis AI. Kehadiran NPU membantu menangani pemrosesan AI sehingga CPU dan GPU dapat lebih fokus menjalankan beban komputasi lainnya. Berkat bodinya yang ringkas, Zephyrus G14 tetap nyaman dibawa ke kampus maupun saat mengerjakan proyek di luar studio.

4. ASUS TUF Gaming A14 (2026) FA401EA

ASUS TUF Gaming A14 (2026) FA401EA (asus.com)

ASUS TUF Gaming A14 (2026) FA401EA bisa menjadi pilihan bagi mahasiswa yang mengutamakan performa dengan anggaran lebih terjangkau. Laptop ini ditenagai prosesor AMD Ryzen AI MAX+ 392 yang dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 64GB, sehingga mampu menjalankan berbagai aplikasi desain, pemodelan 3D, maupun multitasking dengan lancar. Bobotnya sekitar 1,48 kg dengan ketebalan 16,9 mm membuatnya tetap nyaman dibawa ke kampus, sementara dukungan USB-C Power Delivery dan sertifikasi MIL-STD-810H menambah nilai praktis sekaligus daya tahannya.

Laptop ini juga dibekali layar 14 inci beresolusi 2.5K dengan refresh rate 165Hz yang menghasilkan tampilan lebih mulus. Penyimpanan SSD hingga 2TB dengan dua slot M.2 NVMe 2280 memberikan ruang penyimpanan yang lega sekaligus kemudahan untuk upgrade. Ditambah sistem pendingin yang mampu menjaga performa tetap stabil saat beban kerja tinggi, ASUS TUF Gaming A14 menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa arsitektur yang membutuhkan laptop bertenaga tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.

Dari empat rekomendasi laptop di atas, laptop ASUS mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu sebagai mahasiswa arsitektur? Pastikan memilih spesifikasi yang mampu menemani proses belajar hingga mengerjakan proyek desain selama masa kuliah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article