Mitologi dan sci-fi sering dianggap berlawanan, di mana yang satu menengok kisah para dewa di masa lalu, sementara yang lain membayangkan teknologi masa depan. Namun, sejumlah game tidak hanya sekadar meminjam nama mitologi untuk menghias dunia futuristis karena di dalamnya, mitologi menjadi inti cerita dan hasil dari ‘world-building’. Para dewa digambarkan bekerja melalui perangkat keras, sedangkan kisah-kisah kuno perlahan terungkap sebagai penjelasan tentang teknologi atau rekayasa yang jauh melampaui zamannya. Berikut beberapa game terbaik yang memadukan mitologi dan sci-fi.
5 Game Terbaik yang Memadukan Mitologi dengan Sci-Fi

1. Asura’s Wrath
Mantra menjadi sumber energi utama yang membuat para dewa Asura tetap berkuasa, dan energi itu diperoleh dari jiwa manusia. Konsep ini mengubah panteon Shinkoku menjadi semacam industri ekstraktif, sehingga mitologi bernuansa Hindu-Buddha di dalam Asura’s Wrath terasa seperti perusahaan bahan bakar fosil yang mengeksploitasi sumber daya. Asura sendiri merupakan salah satu dari delapan Jenderal Penjaga yang terusir dari surga dan harus bertarung menembus barisan mantan rekannya demi merebut jalan kembali ke tempat asalnya. Game ini menyajikan itu semua layaknya anime, lengkap dengan jeda antar-episode dan tulisan “to be continued”.
2. Kid Icarus: Uprising
Pit sebenarnya tidak bisa terbang sendiri. Palutena hanya memberinya kemampuan terbang selama lima menit sebelum sayapnya terbakar, di mana bantuan itu diterapkan layaknya fitur cooldown. Dirilis di Nintendo 3DS, Kid Icarus: Uprising masih berkutat pada konflik mitologi Yunani, namun di saat yang bersamaan menghadirkan Aurum, koloni alien yang sama sekali asing bagi dunia para dewa Yunani. Kelucuan utama game ini muncul dari cara para dewa menghadapi ancaman yang tidak memiliki tempat di dalam mitologi mereka, ditambah sistem item loot acak yang membuat Dyntos, dewa pandai besi, terasa seperti pengelola layanan gacha item.
3. Prey
Arkane menyatukan dua simbol mitologi di dalam Prey yaitu Talos, raksasa perunggu yang menjaga pesisir dengan tenaga cairan yang disegel di dalam tubuhnya, dan Typhon, makhluk purba keturunan Gaia yang dikenal sebagai leluhur berbagai monster. Keduanya menjadi lebih dari sekadar nama ketika pemain menjelajahi Talos I, stasiun luar angkasa yang dipenuhi entitas yang bisa berubah bentuk bernama Typhon, sembari mengendalikan protagonis yang ingatan serta kepribadiannya berulang kali dipasang dan dihapus. Game ini memadukan elemen dari genre FPS, RPG, stealth dan Metroidvania, sementara Typhon dirancang layaknya ancaman supernatural alih-alih monster berbentuk mengerikan.
4. Enslaved: Odyssey to the West
Melalui Enslaved: Odyssey to the West, Ninja Theory berhasil mengolah ulang elemen-elemen Journey to the West menjadi konsep baru. Tripitaka diubah menjadi Trip, seorang penyintas yang memasang mahkota emas pada Monkey, sementara awan tunggangan Sun Wukong digantikan oleh cakram terbang. Kisah hukuman Wukong di bawah gunung kemudian berkembang menjadi petualangan panjang melintasi Amerika yang telah ditumbuhi alam liar dan kehilangan penduduk. Meski versi PC-nya bermasalah sejak awal, game ini tetap terasa sangat cerdas dan unik karena mampu menerjemahkan sumber inspirasinya dengan cara yang belum berhasil ditandingi game atau karya adaptasi lainnya.
5. Assassin’s Creed Odyssey
Di dalam Assassin’s Creed: Odyssey, asal-usul para dewa Olimpus dijelaskan melalui gagasan bahwa mereka sebenarnya berasal dari peradaban Isu yang jauh lebih maju secara teknologi. DLC The Fate of Atlantis bahkan membawa Kassandra ke Elysium dan dunia bawah, yang ternyata hanyalah lingkungan buatan dan dikelola oleh para Isu dengan identitas seperti Persephone dan Hades. Atlantis sendiri merupakan eksperimen tata kelola milik Poseidon yang akhirnya lepas kendali, sementara Tongkat Hermes Trismegistus berfungsi sebagai semacam sumber energi yang bisa mencegah pemiliknya menua. Pada akhirnya, para dewa Yunani digambarkan bukan sebagai makhluk ilahi, melainkan pengelola fasilitas canggih yang gagal mengendalikan apa yang mereka buat.
Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game terbaik yang memadukan mitologi dan sci-fi. Dari 5 game di atas, mana yang paling menarik perhatianmu?
Curated For You
- 7 Game Sci-Fi Luar Biasa yang Tidak Mendapatkan Sekuel17 Des 2024, 05:05 WIB
- 7 Game Sci-Fi Terbaik Garapan Capcom, Ada Mega Man!09 Jan 2026, 07:10 WIB