RRQ sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit saat menghadapi EVOS di MPL ID Season 17 pada Sabtu (18/4/2026). Namun, beberapa keputusan krusial justru jadi titik balik kemenangan Sang Macan. Banyak fans yang menyayangkan momen-momen in-game yang dinilai kurang matang. Penasaran apa saja yang terjadi? Yuk, simak empat kesalahan fatal RRQ saat melawan EVOS di MPL ID S17!
4 Kesalahan Fatal RRQ saat Melawan EVOS di MPL ID S17

1. Kuroky terlalu jauh saat Lord belum muncul
Permainan RRQ di awal game pertama sebenarnya cukup mulus dan mendominasi. Mereka bahkan berhasil mendapatkan Lord pertamanya di menit 10:17. Alih-alih menunggu Lord spawn, Kuroky yang bermain Claude memilih untuk membersihkan minion di bottom lane.
Sayangnya, posisi rekan-rekannya agak jauh darinya. Ini menandakan bahwa mereka belum siap untuk mem-backup sang goldlaner. Alhasil, Kuroky terculik dan mati di menit 10:49.
Setelah Kuroky mati, tim EVOS justru terus melanjutkan war. RRQ yang marksman-nya sudah mati duluan tidak sanggup memenangkan war tersebut. Akibatnya, Lord yang tadi didapatkan RRQ tadi jadi sia-sia.
2. Kuroky salah posisi saat perebutan Lord kedua
Saat perebutan Lord kedua di game pertama, tepatnya di menit 14:04, Kuroky dianggap kurang bisa menjaga posisinya sebagai marksman. Setelah melemparkan skill duanya ke belakang, Kuroky maju ke depan bush. Bush yang merupakan blind spot sejatinya tidak boleh dimasuki oleh marksman sendirian tanpa pengawalan.
Naasnya, posisi Idok dan SuperDann berada di belakang. Mereka tak sempat mengawal Kuroky dari depan. Melihat kesempatan ini, Alberttt dan tim langsung menghajar Kuroky hingga sekarat.
Kondisi ini langsung dimanfaatkan EVOS untuk melanjutkan war. Akhirnya, tim EVOS berhasil mendapatkan Lord. Di sisi lain, empat member RRQ tumbang, menyisakan Kuroky sendirian.
3. SuperDann terlambat membuka ultimate Yu Zhong
Masih dalam rangka memperebutkan Lord, sayangnya RRQ kembali melakukan kesalahan. Di menit 21:30 ketika Lord sudah evolved, SuperKenn yang sedang berada di bush tiba-tiba tertangkap musuh. Saat dikeroyok seperti itu, SuperDann dianggap kurang bisa memberikan respons yang cepat.
Alih-alih langsung menggunakan ultimate Yu Zhong, SuperDann memilih berjalan kaki untuk menghampiri SuperKenn yang sudah sekarat. Beberapa detik kemudian, ia baru memutuskan untuk menggunakan ultinya dan berubah menjadi naga. Sayangnya, aksi ini sudah terlambat. SuperKenn dan semua member RRQ lainnya mati di tangan EVOS.
4. Kuroky salah posisi menjelang perebutan Lord di game kedua
Di menit 12:56 di game kedua, para member RRQ berkumpul di area Lord untuk mempersiapkan war. Kuroky yang baru selesai membersihkan lane bawah langsung menuju ke atas untuk bergabung dengan rekan-rekannya. Namun, ketika melewati midlane, Kuroky justru terlihat di map, tepatnya di area river. Kyy yang sedang menghajar Yehezkiel pun langsung beralih menghajar Kuroky hingga sekarat.
Ketika RRQ teralih perhatiannya, EVOS langsung menghajar Lord dan berhasil mendapatkannya. Alih-alih kembali ke base untuk melakukan defend, RRQ justru melanjutkan war dengan posisi yang kurang baik. Erlan yang Moskov-nya sedang on fire berhasil meratakan RRQ hingga wiped out, dan kemenangan pun menjadi milik EVOS.
Kekalahan ini menunjukkan bahwa kesalahan kecil dalam positioning bisa berdampak besar di level kompetitif seperti MPL ID. Disiplin posisi dan timing penggunaan skill jadi kunci utama yang sempat hilang di laga Derbi Klasik kemarin. Perbaikan komunikasi antar pemain diharapkan bisa mengembalikan dominasi Sang Raja di pertandingan-pertandingan berikutnya.