Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
30 Tahun Erajaya Group, Miliki 2.500 Gerai di Tiga Negara
30 tahun Erajaya Grup (IDN Times/Fatkhur Rozi)
  • Erajaya Group memasuki usia 30 tahun dengan lebih dari 2.500 gerai di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

  • Bisnis Erajaya berkembang ke kendaraan listrik, fashion, olahraga, serta makanan dan minuman.

  • Ekspansi bisnis berjalan bersama ekosistem omnichannel dan program keberlanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1996

Erajaya berdiri sebagai importir, distributor, dan pengembang jaringan ritel perangkat telekomunikasi.

2011

Erajaya berkembang menjadi perusahaan terbuka setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

2019

Program Penguatan & Kerjasama Vokasi Erajaya mulai menjangkau siswa melalui pelatihan vokasi dan kemitraan sekolah.

2024

Program pengelolaan limbah elektronik Erajaya Sustainable Gadget diluncurkan.

tahun fiskal 2025

Erajaya mencatatkan penjualan tahunan sebesar Rp76 triliun.

Semester I 2026

Erajaya mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai dan menambahkan 173 gerai baru. Bisnis di luar kategori digital menyumbang sekitar 12 persen dari total penjualan Group.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Erajaya Group memasuki usia ke-30 dan mengembangkan bisnis di berbagai kategori gaya hidup.
  • Who?
    Erajaya Group, dengan Budiarto Halim sebagai President Director & Group CEO.
  • Where?
    Jaringan Erajaya tersebar di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
  • When?
    Hingga Semester I 2026, Erajaya mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai.
  • Why?
    Erajaya mengeksplorasi peluang baru untuk menjawab dinamika kebutuhan konsumen dan memperluas portofolio bisnis.
  • How?
    Ekspansi dilakukan secara selektif melalui tiga vertikal bisnis, jaringan gerai, kanal digital, ekosistem loyalitas, dan program keberlanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Erajaya Group sudah berumur 30 tahun dan punya lebih dari 2.500 toko di tiga negara. Dulu, perusahaan ini menjual dan membagikan perangkat telekomunikasi. Sekarang, Erajaya juga punya bisnis kendaraan listrik, pakaian, olahraga, makanan, dan minuman. Perusahaan terus membuka peluang baru sambil menjalankan program lingkungan dan pendidikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Diversifikasi Erajaya memperluas pilihan kebutuhan yang dapat dijangkau konsumen melalui satu ekosistem, dari perangkat digital hingga olahraga, fashion, makanan, dan minuman. Pertumbuhan tersebut juga disertai program vokasi, pengelolaan limbah elektronik, serta upaya restorasi ekosistem, sehingga perkembangan bisnis berjalan bersama perhatian pada keberlanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Erajaya Group memasuki usia ke-30 dengan bisnis yang sudah berkembang jauh dari awal perjalanannya sebagai distributor perangkat telekomunikasi. Hingga Semester I 2026, perusahaan mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai di Indonesia, Singapura, dan Malaysia, didukung lebih dari 22.000 karyawan serta ekosistem yang mencakup 18,4 juta anggota MyEraspace.

Perubahan tersebut juga membuat portofolio Erajaya tidak lagi bertumpu pada perangkat digital. Perusahaan kini mengembangkan tiga vertikal utama, yakni Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, dan Erajaya Food & Nourishment, dengan bisnis di luar kategori digital telah menyumbang sekitar 12 persen dari total penjualan Group pada Semester I 2026.

Memasuki dekade berikutnya, Erajaya berencana mempertahankan bisnis intinya sambil mengeksplorasi peluang baru di berbagai segmen gaya hidup. Ekspansi akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan peluang pasar, keselarasan strategis, potensi pertumbuhan, dan kapabilitas perusahaan, melanjutkan diversifikasi yang telah membawa Erajaya bekerja sama dengan lebih dari 30 merek global.

1. Dari distributor perangkat menjadi smart lifestyle retailer

Dok. Erajaya Active Lifestyle

Perjalanan 30 tahun Erajaya diwarnai perubahan model bisnis mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen. Perusahaan yang berdiri pada 1996 ini awalnya menjalankan bisnis sebagai importir, distributor, dan pengembang jaringan ritel perangkat telekomunikasi, kemudian berkembang menjadi perusahaan terbuka setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2011.

Skala bisnis tersebut kini mencakup tiga vertikal yang menyasar kategori berbeda. Hingga Semester I 2026, Erajaya Digital mengoperasikan 1.920 gerai, Erajaya Active Lifestyle memiliki 256 gerai, dan Erajaya Food & Nourishment mencapai 90 gerai, sementara jaringan internasional di Singapura dan Malaysia mencakup 240 gerai.

“Erajaya hari ini merupakan buah dari perjalanan dan langkah diversifikasi terukur yang kami lakukan untuk menjawab dinamika kebutuhan konsumen. Setiap vertikal, mulai dari Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, hingga Erajaya Food & Nourishment, kami kembangkan bukan sekadar untuk memperluas portofolio bisnis, tetapi karena kami melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari konsumen. Kami ingin hadir tidak hanya ketika konsumen membutuhkan perangkat digital, tetapi juga melalui beragam kebutuhan dan pengalaman lifestyle lainnya. Bertumbuhnya kontribusi vertikal non-digital terhadap kinerja Group menjadi salah satu cerminan bahwa pengembangan tersebut mulai memberikan kontribusi nyata bagi bisnis Erajaya,” ujar Budiarto Halim, President Director & Group CEO Erajaya.

2. Ekspansi berlanjut ke EV, fashion, olahraga, dan F&B

Diversifikasi Erajaya membawa perusahaan masuk ke kategori yang sebelumnya berada di luar bisnis utamanya. Melalui Erajaya Active Lifestyle, perusahaan menghadirkan XPENG untuk kategori kendaraan listrik, GENTLEWOMAN di sektor fashion, serta ANTA, Under Armour, dan Wilson untuk kategori olahraga.

Perluasan bisnis juga berlangsung melalui Erajaya Food & Nourishment. Vertikal ini memperluas portofolionya melalui CHAGEE serta tengah mempersiapkan kehadiran I’m donut? dan Oriental Kopi di Indonesia, menambah pilihan yang ditawarkan Erajaya di luar kategori perangkat teknologi dan gaya hidup.

Ekspansi tersebut mulai memberikan porsi tersendiri terhadap bisnis perusahaan. Kategori di luar digital menyumbang sekitar 12 persen dari total penjualan Group pada Semester I 2026, sedangkan secara keseluruhan Erajaya mencatatkan penjualan tahunan sebesar Rp76 triliun pada tahun fiskal 2025.

3. Lebih dari 2.500 gerai terhubung dengan ekosistem omnichannel

Pertumbuhan portofolio Erajaya berjalan bersamaan dengan perluasan jaringan ritelnya. Sepanjang Semester I 2026, perusahaan menambahkan 173 gerai baru sehingga secara keseluruhan memiliki lebih dari 2.500 gerai yang tersebar di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Jaringan fisik tersebut kemudian diintegrasikan dengan platform digital dan ekosistem loyalitas pelanggan Eraspace. Konsumen dapat mengenal dan mencoba produk secara langsung melalui toko fisik, lalu memanfaatkan kanal digital untuk mencari informasi, membandingkan produk, maupun melakukan transaksi.

Ekosistem tersebut juga ditopang oleh basis 18,4 juta anggota MyEraspace. Kombinasi jaringan gerai, kanal digital, dan program loyalitas menjadi fondasi Erajaya untuk membawa semakin banyak kategori ke dalam satu ekosistem, terutama ketika portofolio bisnis perusahaan terus berkembang di luar perangkat telekomunikasi.

4. Pertumbuhan bisnis dibarengi program keberlanjutan

30 tahun Erajaya Grup (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Di tengah ekspansi bisnis, Erajaya turut menjalankan sejumlah program keberlanjutan yang mencakup lingkungan, pengembangan sumber daya manusia, dan pengelolaan limbah elektronik. Salah satunya adalah Wana Erajaya yang berfokus pada restorasi ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, reforestasi, dan pengelolaan hutan berkelanjutan, dengan potensi kontribusi carbon emissions offset sekitar 1.922 tCO2e.

Pada sektor pendidikan, Program Penguatan & Kerjasama Vokasi Erajaya diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan industri ritel dengan pengembangan kompetensi generasi muda. Sejak 2019, program tersebut telah menjangkau lebih dari 3.000 siswa melalui pelatihan vokasi dan membangun kemitraan dengan 221 sekolah di 29 provinsi.

Erajaya Sustainable Gadget menjadi pendekatan lainnya melalui pengelolaan limbah elektronik berbasis ekonomi sirkular. Melalui program seperti erafone Jaga Bumi dan Urban Republic Zero Waste, Erajaya menyediakan titik pengumpulan limbah elektronik, dengan 4.238 perangkat rusak atau tidak lagi digunakan telah didaur ulang oleh mitra daur ulang sejak program tersebut diluncurkan pada 2024.

5. Memasuki fase pertumbuhan berikutnya

Perayaan tiga dekade Erajaya mengusung tema “Towards the Next Era: A Legacy of Innovation, a Future of Possibilities.” Perusahaan menggunakan momentum tersebut untuk menegaskan arah bisnis berikutnya, yakni mempertahankan fondasi yang telah dibangun sambil mencari peluang pertumbuhan baru pada berbagai segmen gaya hidup.

Strategi ekspansinya akan tetap dilakukan secara selektif dan terukur. Peluang pasar, keselarasan dengan strategi perusahaan, potensi pertumbuhan, serta kapabilitas internal akan menjadi pertimbangan ketika Erajaya menentukan kategori baru yang akan dikembangkan pada dekade berikutnya.

“Kalau 30 tahun pertama adalah tentang membangun fondasi dan membuktikan kemampuan kami untuk beradaptasi, maka fase berikutnya adalah tentang membawa legacy tersebut menuju possibilities yang lebih besar. Kami ingin Erajaya terus tumbuh, tidak hanya dalam skala perusahaan, tetapi juga dalam relevansi, ketangguhan, dan keberlanjutan. Kami ingin terus menjadi trusted partner bagi brand, pilihan yang relevan bagi konsumen, serta tempat bertumbuh bagi stakeholders kami. Inilah semangat di balik Towards the Next Era,” tutup Budiarto.

Curated For You

Editorial Team

Related Article