Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wired Earphones Comeback? Gen Z mulai Balik ke Headset Kabel

Wired Earphones Comeback? Gen Z mulai Balik ke Headset Kabel
close-up penggunaan headset kabel di jalanan umum sambil memegang tablet (magnific.com/wayhomestudio)
Intinya Sih
  • Headset kabel kembali populer di kalangan Gen Z karena dianggap lebih praktis, stabil, dan bebas dari masalah koneksi serta baterai yang sering dialami perangkat wireless.
  • Tren ini dipicu gaya hidup ‘less tech’ dan nostalgia budaya retro, di mana generasi muda memilih kesederhanaan serta nuansa analog yang terasa lebih autentik dan menenangkan.
  • Kehadiran selebritas dunia memakai headset kabel menjadikannya fashion statement baru, sementara data pasar menunjukkan penjualan globalnya meningkat signifikan sejak 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sempat dianggap usang dan perlahan tersingkir sejak era TWS (True Wireless Stereo) mendominasi pasar audio, headset kabel kini justru mulai kembali menarik perhatian. Perangkat audio wireless sebelumnya sempat dipandang sebagai simbol kemajuan teknologi setelah iPhone 7 menghapus headphone jack pada 2016. Keputusan tersebut kala itu dianggap sebagai titik awal meredupnya popularitas earphone kabel. Setelahnya, banyak produsen smartphone ikut meninggalkan jack audio 3,5 mm sambil mendorong penggunaan perangkat berbasis Bluetooth.

Namun, tren mulai bergerak ke arah berbeda pada akhir 2026 hingga awal 2027. Banyak pengguna, terutama Gen Z, mulai kembali memakai headset kabel karena dianggap lebih simpel, praktis, dan tidak seribet perangkat wireless. Fenomena ini bahkan mulai dikenal dengan istilah “Bluetooth backlash”, yakni ketika sebagian orang mulai jenuh menghadapi masalah seperti pairing error, koneksi yang tidak stabil, hingga baterai TWS yang habis secara tiba-tiba. Di tengah aktivitas digital yang semakin padat, headset kabel justru kembali terasa nyaman dan mudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Lalu, bagaimana perangkat yang sempat dianggap ketinggalan zaman ini bisa kembali menjadi tren di kalangan anak muda? Apakah benar kejayaan wired earphones comeback?

1. Lebih praktis dalam penggunaan sehari-hari

perempuan berambut cokelat dengan headset yang terpasang di telinganya
ilustrasi perempuan berambut cokelat dengan headset yang terpasang di telinganya (magnific.com/v.ivash)

Kembalinya headset kabel ternyata bukan semata-mata karena faktor nostalgia. Banyak pengguna justru menilai headset kabel lebih nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari karena menawarkan kualitas suara yang stabil tanpa gangguan koneksi. Audio dari earphone kabel dianggap lebih konsisten, minim delay, dan tidak mengalami masalah putus sambung yang kerap terjadi pada perangkat Bluetooth. Selain itu, headset kabel juga bisa langsung digunakan tanpa perlu proses pairing tambahan yang terkadang merepotkan.

Faktor baterai menjadi alasan lain mengapa headset kabel kembali diminati. Pengguna tidak perlu khawatir perangkat tiba-tiba lowbat saat mendengarkan musik, menonton video, atau melakukan panggilan telepon. Karena tidak membutuhkan koneksi Bluetooth, wired earphones juga dinilai lebih hemat daya baterai smartphone. Bagi sebagian orang, pengalaman tinggal colok lalu pakai terasa jauh lebih nyaman dibanding harus rutin mengisi daya beberapa perangkat sekaligus setiap hari.

2. Gen Z dan tren Less Tech Lifestyle

ilustrasi seseorang mendengarkan musik melalui headset kabel
ilustrasi seseorang mendengarkan musik melalui headset kabel (magnific.com/pressfoto)

Popularitas headset kabel juga tidak lepas dari perubahan gaya hidup generasi muda. Banyak anak muda mulai tertarik pada konsep “less tech lifestyle”, yaitu keinginan menjalani aktivitas digital secara lebih sederhana tanpa terlalu bergantung pada banyak perangkat tambahan. Earphone kabel dianggap mampu menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih fokus dan minim distraksi. Di tengah budaya digital yang serba cepat, headset kabel kembali terasa relevan karena menawarkan pengalaman yang lebih santai dan tidak berlebihan.

Fenomena ini turut berkaitan dengan tren nostalgia dan budaya retro yang kembali populer dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai produk lawas seperti kaset, DVD, kamera analog, hingga TV tabung mulai diminati lagi karena dianggap memiliki karakter dan kesan autentik tersendiri. Headset kabel kini ikut menjadi bagian dari tren tersebut.

Kebangkitan headset kabel juga berkaitan dengan perubahan selera generasi muda terhadap teknologi modern. Jika perangkat wireless sebelumnya identik dengan simbol kemajuan teknologi, headset kabel kini justru dipandang sebagai representasi gaya hidup “chosen inconvenience” (ketidaknyamanan yang dipilih) dan nuansa analog yang lebih autentik. Di era serba digital, sebagian orang mulai melihat teknologi sederhana sebagai sesuatu yang terasa lebih menenangkan.

3. Headset kabel jadi fashion statement baru

ilustrasi headset kabel
ilustrasi headset kabel (magnific.com/freepik)

Popularitas headset kabel juga ikut meningkat setelah banyak selebritas dunia kembali terlihat memakainya di ruang publik maupun di media sosial. Nama-nama seperti Addison Rae, Zendaya, Lily-Rose Depp, hingga Zoë Kravitz beberapa kali tertangkap kamera menggunakan headset kabel dalam aktivitas sehari-hari. Hal tersebut membuat headset kabel perlahan kembali dipandang sebagai bagian dari gaya hidup modern-retro. Earphone kabel kini bukan lagi sekadar perangkat audio, tetapi juga mulai dianggap sebagai aksesori fesyen yang memberi kesan klasik sekaligus estetik.

Tren serupa juga terlihat di Korea Selatan. Mengutip The Korea Times, member BLACKPINK seperti Jennie dan Rosé beberapa kali terlihat memakai headset kabel di bandara maupun di unggahan media sosial. Dalam salah satu wawancara bersama Vogue, Rosé bahkan sempat menunjukkan headset kabel dari dalam tasnya sambil menyebut dirinya lebih menyukai “classic wired style.” Selain itu, Han So-hee, Moon Ga-young, hingga Lee Hyori juga beberapa kali terlihat menggunakan headset kabel di ruang publik. Kehadiran para selebritas tersebut semakin memperkuat citra headset kabel sebagai simbol gaya yang simpel, retro, tetapi tetap trendi.

Fenomena ini bahkan mulai dilirik industri fesyen mewah. Brand Chanel sempat memperkenalkan Premiere Sound Watch, perangkat hybrid yang menggabungkan jam tangan, kalung, sekaligus earphone kabel dalam satu aksesori. Meski dibanderol seharga 15.000 dolar Amerika Serikat (260 juta rupiah), produk tersebut dianggap sebagai simbol perpaduan antara teknologi dan fesyen. Headset kabel pun perlahan naik kelas.

4. Penjualan naik kembali setelah bertahun-tahun turun

potret headset kabel
potret headset kabel (unsplash.com/rupixen)

Kembalinya popularitas headset kabel ternyata juga terlihat dari data pasar global. Mengutip The Sun, penjualan headset kabel sempat mengalami penurunan selama lima tahun berturut-turut dan mencapai titik terendah pada 2024 dengan kerugian sekitar 42 juta dolar Amerika Serikat (728 triliun rupiah) berdasarkan analisis Circana. Namun, pasar mulai menunjukkan tanda pemulihan pada 2025. Penjualan headset kabel dilaporkan kembali tumbuh sekitar 3 persen atau setara 15 juta dolar Amerika Serikat (260 triliun rupiah).

Tren tersebut semakin menguat pada paruh kedua 2025. Dalam periode Juli hingga Desember, penjualan headset kabel (wired earphones) disebut meningkat sekitar 10 persen. Momentum itu bahkan terus berlanjut memasuki awal 2026, ketika pendapatan kategori earphone kabel tercatat naik sekitar 20 persen hanya dalam enam minggu pertama tahun tersebut. Data ini menunjukkan bahwa perangkat audio kabel mulai kembali diminati setelah lama kalah populer dibandingkan dengan TWS dan headphone wireless.

Tren ini menunjukkan bahwa sebagian orang kini justru lebih menyukai teknologi yang mudah digunakan tanpa terlalu banyak pengaturan maupun gangguan teknis. Headset kabel dianggap mampu menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih praktis tanpa terlalu banyak fitur tambahan. Selain harganya relatif lebih terjangkau, headset kabel juga dinilai tidak mudah hilang karena kedua sisi perangkat masih terhubung dengan kabel.

Fenomena wired earphones comeback memperlihatkan bahwa tren teknologi sering berjalan seperti siklus. Barang yang dulu dianggap usang bisa kembali populer ketika orang mulai merasa lelah dengan sesuatu yang terlalu complicated. Headset kabel mungkin sempat tersingkir oleh era wireless, tetapi kini justru kembali bangkit dan menemukan tempatnya di tengah gaya hidup digital yang serba cepat. Kalau kamu sendiri, siap nostalgia lagi pakai headset kabel atau masih tetap setia memakai TWS?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More