Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tradisi Lebaran yang Perlahan Berubah karena Teknologi

5 Tradisi Lebaran yang Perlahan Berubah karena Teknologi
ilustrasi hampers lebaran (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Perkembangan teknologi digital mengubah cara masyarakat menjalankan tradisi Lebaran, dari silaturahmi hingga berbagi rezeki, tanpa menghilangkan makna kebersamaan dan saling memaafkan.
  • Kebiasaan seperti kunjungan rumah diganti video call, kartu ucapan beralih ke pesan digital, serta THR kini dikirim lewat transfer atau dompet elektronik.
  • Belanja kebutuhan Lebaran dan pembayaran zakat semakin mudah dilakukan secara daring melalui e-commerce dan aplikasi resmi, menandai adaptasi tradisi dengan kemajuan zaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hari raya ini identik dengan kebiasaan saling memaafkan, berkumpul bersama keluarga, dan menjalankan berbagai tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Suasana kebersamaan yang tercipta saat Lebaran sering menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang. Tidak heran jika perayaan ini menjadi salah satu momen paling istimewa dalam setahun.

Namun, beberapa tradisi Lebaran mulai mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi digital. Kehadiran internet, smartphone, dan berbagai aplikasi komunikasi memengaruhi cara masyarakat menjalankan kebiasaan tersebut. Aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara konvensional kini memiliki alternatif yang lebih praktis melalui teknologi. Meski demikian, perubahan ini tidak sepenuhnya menghilangkan nilai tradisi, melainkan menghadirkan cara baru untuk tetap menjaga hubungan dan kebersamaan. Berikut adalah lima tradisi Lebaran yang perlahan berubah karena teknologi.

1. Silaturahmi dari rumah ke rumah beralih ke video call

ilustrasi video call
ilustrasi video call (freepik.com/tirachardz)

Silaturahmi menjadi salah satu tradisi paling penting saat Lebaran. Setelah melaksanakan salat Idulfitri, banyak keluarga saling mengunjungi rumah kerabat, tetangga, maupun sahabat untuk saling bermaaf-maafan. Kegiatan ini biasanya berlangsung sepanjang hari, bahkan hingga beberapa hari setelah Lebaran. Tradisi tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan yang mungkin jarang terjalin sepanjang tahun.

Kalau kamu ingat dulu saat pandemi COVID-19, banyak orang tidak dapat bertemu langsung dengan keluarga saat Lebaran karena adanya pembatasan sosial dan larangan mudik. Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai memanfaatkan teknologi untuk tetap bersilaturahmi melalui panggilan video. Aplikasi seperti WhatsApp, Zoom, atau Google Meet menjadi sarana untuk saling menyapa dan bermaaf-maafan dari rumah masing-masing. Sejak saat itu, kebiasaan silaturahmi secara virtual semakin dikenal dan masih sering digunakan hingga sekarang, terutama ketika jarak atau waktu menjadi kendala

2. Kartu ucapan lebaran digantikan pesan digital

ilustrasi amplop lebaran
ilustrasi amplop lebaran (tokopedia.com/Capricorn Design)

Pada masa lalu, kartu ucapan Lebaran menjadi media populer untuk menyampaikan salam dan permohonan maaf. Banyak orang mengirim kartu tersebut melalui layanan pos kepada keluarga, sahabat, atau rekan kerja yang tinggal di kota berbeda. Desain kartu biasanya dihiasi gambar khas Lebaran seperti masjid, ketupat, atau kaligrafi. Proses pengiriman kartu juga sering dianggap sebagai bentuk perhatian yang tulus kepada penerimanya.

Saat ini, tradisi tersebut perlahan tergantikan oleh pesan digital yang dikirim melalui aplikasi pesan instan atau media sosial. Ucapan Lebaran dapat disampaikan dalam bentuk teks, gambar, hingga video yang dibuat secara kreatif. Cara ini dianggap lebih praktis karena dapat menjangkau banyak orang dalam waktu singkat. Selain itu, kemudahan berbagi konten membuat ucapan Lebaran menjadi lebih variatif dan menarik.

3. THR tunai bergeser ke THR digital

ilustrasi tampilan halaman akun LinkAja untuk kirim uang THR (dok.pribadi/Reyvan Maulid)
ilustrasi tampilan halaman akun LinkAja untuk kirim uang THR (dok.pribadi/Reyvan Maulid)

Memberikan Tunjangan Hari Raya atau THR merupakan tradisi yang sangat dinantikan, terutama oleh anak-anak. Biasanya, uang THR dimasukkan ke dalam amplop khusus dan dibagikan saat keluarga berkumpul. Amplop tersebut sering dihias dengan berbagai corak agar terlihat menarik dan memberikan kesan istimewa bagi penerimanya. Momen pembagian THR pun menjadi salah satu bagian yang paling meriah dalam perayaan Lebaran.

Namun, kebiasaan ini mulai mengalami perubahan karena perkembangan layanan perbankan digital dan dompet elektronik. Banyak orang kini memilih mengirim THR melalui transfer bank atau aplikasi pembayaran digital. Cara ini memudahkan pengiriman uang kepada keluarga yang berada di kota atau negara berbeda. Selain lebih cepat, metode digital juga dianggap praktis karena tidak perlu menyiapkan uang tunai secara langsung.

4. Belanja kebutuhan lebaran beralih ke platform e-commerce daring

Kue kering lebaran (dok.pribadi/Reyvan Maulid)
Kue kering lebaran (dok.pribadi/Reyvan Maulid)

Jelang Lebaran, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan biasanya dipenuhi oleh masyarakat yang ingin membeli berbagai kebutuhan hari raya. Mulai dari pakaian baru, kue kering, hingga hampers untuk kerabat, daftar belanja ini tidak terpisahkan dari tradisi Lebaran. Suasana ramai di pusat perbelanjaan bahkan sering menjadi bagian dari pengalaman menyambut hari raya. Aktivitas ini juga kerap dilakukan bersama keluarga sehingga terasa lebih menyenangkan.

Namun, perkembangan platform e-commerce membuat kebiasaan belanja Lebaran mengalami perubahan. Banyak masyarakat kini memilih membeli berbagai kebutuhan melalui toko online. Selain menghemat waktu, cara ini juga memberikan banyak pilihan produk dan berbagai promo menarik. Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi memengaruhi pola konsumsi masyarakat dalam menyambut perayaan besar seperti Lebaran.

5. Zakat, infak, dan sedekah bisa dibayar secara daring

Tampilan menu zakat fitrah melalui aplikasi Tokopedia
Tampilan menu zakat fitrah melalui aplikasi Tokopedia (tokopedia.com)

Lebaran tidak hanya dipenuhi tradisi sosial, tetapi juga memiliki dimensi ibadah yang penting bagi umat Islam. Salah satunya adalah kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum hari raya tiba. Dahulu, zakat biasanya diserahkan langsung kepada panitia masjid atau lembaga zakat di lingkungan sekitar. Masyarakat datang ke lokasi penyaluran untuk menyerahkan beras atau uang sesuai ketentuan.

Kini, banyak lembaga zakat menyediakan layanan pembayaran digital melalui aplikasi maupun situs resmi. Masyarakat dapat menunaikan zakat kapan saja tanpa harus datang langsung ke tempat pengumpulan. Sistem ini mempermudah proses pembayaran sekaligus memperluas jangkauan distribusi bantuan bagi yang membutuhkan. Teknologi pun membantu mendukung semangat berbagi selama Ramadan dan Lebaran.

Perkembangan teknologi turut mengubah berbagai kebiasaan masyarakat saat Lebaran. Aktivitas seperti silaturahmi, mengirim ucapan, hingga berbagi rezeki kini memiliki alternatif melalui platform digital. Kehadiran teknologi membuat berbagai kegiatan menjadi lebih praktis dan dapat dilakukan tanpa terhalang oleh batasan jarak. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi mampu beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

Meski ada beberapa tradisi Lebaran yang perlahan berubah karena teknologi, namun esensi Ramadan tetap terjaga. Nilai kebersamaan, saling memaafkan, dan berbagi kebahagiaan masih menjadi inti perayaan Idulfitri. Teknologi hanya berperan sebagai sarana yang memudahkan komunikasi dan menjaga hubungan antarsesama. Karena itu, tradisi Lebaran tetap hidup meski dijalankan melalui cara yang lebih modern.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Tech

See More