WhatsApp Uji Fitur Greeting Message, Member Baru Langsung Disapa

- WhatsApp sedang menguji fitur Greeting Message di grup, memungkinkan admin membuat pesan sambutan otomatis bagi anggota baru agar lebih mudah memahami konteks dan aturan grup.
- Admin dapat menyesuaikan isi pesan sambutan sesuai karakter grup, baik formal maupun santai, untuk menjelaskan tujuan komunitas atau mendorong interaksi awal antaranggota.
- Fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan bersifat opsional; hanya satu pesan sambutan berlaku per grup agar informasi tetap konsisten bagi semua anggota baru.
Pernah masuk grup WhatsApp dan tiba-tiba suasananya langsung hening? Tidak sedikit pengguna yang merasa canggung saat pertama kali bergabung ke grup, apalagi jika isinya sudah ramai dan anggota lain saling mengenal satu sama lain. Akhirnya muncul celetukan seperti "halo semuanya", "salam kenal", atau bahkan "mohon bimbingannya ya" yang sering dipakai untuk mencairkan suasana. Situasi seperti ini cukup umum terjadi, baik di grup sekolah, kantor, komunitas, hingga keluarga besar.
Di sisi lain, ada juga anggota baru yang memilih diam karena bingung harus mulai dari mana. Mereka belum memahami topik obrolan grup, terms and conditions (T&C), atau siapa saja orang yang ada di dalamnya. Tidak sedikit pula yang akhirnya hanya menjadi "silent reader" karena takut salah masuk percakapan. Melihat kondisi tersebut, WhatsApp tampaknya sedang menyiapkan fitur baru yang bisa membuat pengalaman masuk grup menjadi lebih nyaman dan tidak terlalu awkward.
1. WhatsApp sedang uji fitur Greeting Message di Grup

Mengutip WABetaInfo, Rabu (13/5/2026), WhatsApp diketahui sedang mengembangkan fitur greeting message atau pesan sambutan otomatis untuk grup. Fitur ini ditemukan pada WhatsApp beta Android versi 2.26.19.2 yang tersedia melalui Google Play Store. Nantinya, admin grup bisa membuat pesan perkenalan yang otomatis muncul ketika ada anggota baru masuk ke grup.
Pesan sambutan tersebut dirancang untuk membantu anggota baru memahami konteks grup sejak awal. Jadi, pengguna tidak perlu lagi kebingungan membaca obrolan panjang atau bertanya ulang mengenai tujuan grup tersebut. Kehadiran greeting message juga diharapkan membuat suasana grup terasa lebih hangat bagi pendatang baru yang belum mengenal anggota lainnya. Jadi, anggota baru bisa lebih cepat beradaptasi dan mulai ikut berinteraksi di dalam grup.
2. Admin grup bisa atur pesan sambutan sesuai kebutuhan

WhatsApp disebut akan menambahkan opsi baru pada pengaturan izin grup. Lewat menu tersebut, admin dapat membuat dan mengatur isi pesan sambutan yang ingin ditampilkan kepada anggota baru. Fitur ini nantinya bisa dipakai untuk menjelaskan aturan grup, tujuan komunitas, atau informasi penting lain yang perlu diketahui anggota baru. Pengaturan tersebut juga memberi keleluasaan bagi admin untuk menyesuaikan gaya pesan sesuai karakter grup masing-masing.
Isi pesannya pun bisa dibuat formal maupun santai tergantung kebutuhan grup. Misalnya, grup komunitas bisa menuliskan aturan dasar dan cara berpartisipasi agar anggota baru tidak kebingungan. Sementara itu, grup kantor dapat memakai greeting message untuk menjelaskan fungsi grup atau alur komunikasi yang berlaku. Bahkan, admin juga bisa memakai pesan santai seperti meminta anggota baru memperkenalkan diri supaya suasana obrolan terasa lebih cair dan akrab.
3. Grup diperkirakan hanya memiliki satu pesan sambutan

Menariknya, WhatsApp kemungkinan hanya akan memakai satu greeting message untuk setiap grup meski memiliki banyak admin. Alhasil, seluruh anggota baru akan menerima pesan sambutan yang sama sehingga informasi yang diberikan tetap konsisten. Cara ini dinilai dapat membantu menjaga isi pesan tetap jelas dan tidak membingungkan pengguna baru. Selain itu, tampilan grup juga menjadi lebih rapi karena tidak dipenuhi banyak pesan perkenalan otomatis.
Konsep satu pesan sambutan ini juga dapat memudahkan admin dalam mengelola komunikasi awal kepada anggota baru. Semua informasi penting bisa langsung dirangkum dalam satu pesan tanpa perlu dikirim berulang kali oleh admin berbeda. Anggota baru pun dapat segera memahami aturan atau budaya grup sejak pertama kali bergabung.
4. WhatsApp telah menyiapkan fitur riwayat chat untuk member baru

Sebelum mengembangkan fitur greeting message, WhatsApp lebih dulu memperkenalkan fitur berbagi riwayat chat untuk anggota baru pada Februari lalu. Fitur tersebut memungkinkan pengguna membagikan 25 hingga 100 pesan terakhir dari percakapan grup dalam 14 hari terakhir. Kehadiran fitur ini bertujuan membantu anggota baru memahami percakapan yang sudah berlangsung sebelumnya. Pengguna baru tidak perlu lagi meminta screenshot atau rangkuman chat kepada anggota lain.
Lewat fitur tersebut, anggota baru dapat mengejar konteks percakapan tanpa harus merasa tertinggal dari anggota lama. WhatsApp juga memberi penanda warna berbeda pada pesan lama yang dibagikan agar lebih mudah dikenali. Seluruh pesan yang dibagikan tetap dilindungi enkripsi end-to-end sehingga privasi pengguna tetap terjaga.
5. Fitur masih dalam tahap pengembangan

Saat ini, fitur greeting message masih berada dalam tahap pengembangan sehingga belum tersedia secara luas untuk seluruh pengguna WhatsApp. Perusahaan masih menyempurnakan mekanisme pengiriman pesan sambutan otomatis sebelum dirilis resmi pada update mendatang. Karena masih dalam tahap uji coba, ada kemungkinan fitur ini akan mengalami perubahan sebelum benar-benar diluncurkan. WhatsApp juga belum mengumumkan jadwal pasti kapan fitur tersebut mulai tersedia secara global.
Selain itu, fitur greeting message nantinya bersifat opsional dan tidak akan aktif secara default. Artinya, admin grup harus mengaktifkan sendiri fitur tersebut melalui pengaturan grup sebelum dapat digunakan. Setelah diaktifkan, admin baru bisa membuat dan menyesuaikan isi pesan sambutan untuk anggota baru yang masuk ke grup. Sistem seperti ini memberi kebebasan bagi setiap grup untuk menentukan apakah fitur WhatsApp seperti ini memang diperlukan atau tidak. Nah, kalau WhatsApp jadi merilis fitur ini, apakah kamu tertarik memakainya di grup?



















