5 Gunung Berapi Aktif di Jawa yang Masih Membuka Pendakian

Mendaki gunung memang selalu punya cara sederhana untuk membuat orang jatuh cinta. Mulai dari perjalanan yang melelahkan, obrolan hangat di tengah trek pendakian, hingga momen matahari terbit yang terasa begitu dekat dari puncak.
Di Pulau Jawa, ada banyak gunung berapi aktif yang bisa menjadi tujuan perjalanan. Beberapa di antaranya tetap membuka jalur pendakian resmi dan menjadi destinasi favorit para pencinta alam.
Bagi kamu yang ingin mendaki, berikut lima gunung berapi aktif di Jawa yang masih buka pendakian. Di mana saja?
1. Gunung Semeru

Pendakian Gunung Semeru dibuka kembali sejak 24 April 2026 lalu. Namun, pendakian ini dibatasi hanya sampai Ranu Kumbolo dengan kuota 200 orang per hari. Gunung ini masih berstatus siaga dengan aktivitas erupsi yang sering terjadi.
Gunung Semeru merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Pulau Jawa dengan puncaknya Mahameru. Mempunyai ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian paling ikonik di Indonesia. Gunung ini terletak di Provinsi Jawa Timur, mencakup wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.
2. Gunung Merbabu

Gunung Merbabu adalah gunung berapi tipe stratovolcano aktif setinggi 3.145 mdpl di Jawa Tengah, mencakup Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Semarang. Terkenal sebagai primadona pendakian, gunung ini menawarkan pemandangan sabana luas, bunga edelweis, dan panorama menakjubkan dari puncaknya.
Jalur pendakian Gunung Merbabu resmi dibuka kembali pada bulan Maret 2026 lalu. Jalur yang sudah dibuka di antaranya adalah Selo, Suwanting, Cuntel, dan Wekas. Dilansir dari akun Instagram @btn_gn_merbabu, jalur Thekelan akan ditutup sementara pada tanggal 29 Mei hingga 2 Juni 2026 nanti. Pendakian ini dibuka 24 jam setiap hari, namun dibatasi hingga pukul 16.00 WIB saat kondisi cuaca buruk.
3. Gunung Arjuno - Welirang

Gunung Arjuno - Welirang adalah kompleks pegunungan berapi aktif yang bersebelahan di Jawa Timur. Terkenal sebagai tujuan pendakian favorit dengan ketinggian Arjuno 3.339 mdpl dan Welirang 3.156 mdpl, pegunungan ini terletak di antara Kabupaten Malang, Pasuruan, dan Mojokerto yang dikelola oleh Taman Hutan Raya Raden Soerjo.
Dilansir dari Instagram @tahuraradensoerja.official, pendakian Gunung Arjuno - Welirang dibuka kembali mulai 7 Mei 2026. Kamu bisa melakukan booking tiket dan memeriksa SOP di website resmi mereka sebelum mulai mendaki. Namun, pendakian ini bisa ditutup sewaktu-waktu tergantung pada kondisi cuaca di kawasan tersebut.
4. Gunung Ciremai

Gunung Ciremai merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 mdpl. Dikenal sebagai atap Jawa, gunung ini merupakan stratovolcano aktif tipe A dengan kawah ganda dan terletak di wilayah Kabupaten Kuningan serta Kabupaten Majalengka.
Pendakian Gunung Ciremai sempat ditutup akibat cuaca ekstrem, namun telah dibuka kembali pada Maret 2026 lalu. Jalur resmi pendakian gunung ini adalah Apuy, Linggajati, Linggasana, Palutungan, dan Trisakti Sadarehe. Sebelum mendaki, sebaiknya tetap memantau informasi terbaru melalui Taman Nasional Gunung Ciremai dan wajib melakukan booking online, ya.
5. Gunung Sindoro - Sumbing

Gunung Sindoro - Sumbing merupakan dua gunung berapi aktif yang terletak berdampingan di Jawa Tengah. Sering dijuluki sebagai gunung kembar karena bentuk dan letaknya mirip, keduanya berada di perbatasan Kabupaten Temanggung, Wonosobo, dan Magelang. Gunung ini sering menjadi destinasi favorit pendaki dengan pemandangan sabana serta lautan awan yang menawan.
Pendakian gunung ini umumnya dibuka melalui berbagai jalur. Jalur pendakian Gunung Sindoro dibuka melalui Kledung, Alang-Alang Sewu, Ndoro Arum, hingga Bansari. Sedangkan pendakian Gunung Sumbing, sebagian besar jalur dibuka kecuali jalur via Gunung Mungkur yang akan ditutup tanggal 18 Mei hingga 26 Mei 2026. Kamu bisa melakukan verifikasi langsung ke basecamp terkait kondisi cuaca sebelum mulai mendaki gunung ini.
Mendaki gununug berapi aktif memang menawarkan pengalaman yang berbeda, ada rasa kagum sekaligus hormat pada alam yang terus hidup. Meski beberapa gunung di Jawa masih membuka jalur pendakian, kamu tetap harus memantau informasi resmi terkait aktivitas vulkanik, cuaca, dan aturan konservasi. Dengan persiapan yang matang dan sikap bertanggung jawab, perjalanan menuju puncak bukan hanya jadi petualangan seru tetapi juga pengalaman yang aman dan gak akan terlupakan.


















