Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kapan Waktu Terbaik untuk Liburan ke Maldives?

Kapan Waktu Terbaik untuk Liburan ke Maldives?
Maldives (pexels.com/Asad Photo Maldives)
Intinya Sih
  • Mei menandai awal musim hujan di Maldives dengan curah hujan meningkat dan kondisi laut memburuk, membuat aktivitas air terbatas meski harga belum turun signifikan.
  • Juni sudah masuk musim hujan penuh dengan angin kencang dan laut tidak bersahabat, namun harga resor tetap tinggi karena liburan sekolah Eropa.
  • Juli hingga Oktober menghadirkan cuaca tak menentu hingga puncak hujan, harga melonjak di pertengahan musim dan baru turun saat kondisi makin ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Maldives mungkin masuk ke dalam daftar liburan impian hampir semua orang. Foto-foto vila terapung di atas laut biru jernih itu memang susah diabaikan begitu saja. Namun, tidak semua waktu memberikan pengalaman yang sama ketika kamu benar-benar sampai di sana. Ada bulan-bulan tertentu yang membuat perjalanan mahal itu terasa tidak sebanding dengan apa yang didapat.

Bukan destinasinya yang bermasalah, tapi soal kapan kamu datang. Kalau salah pilih waktu, bukan tidak mungkin kamu menghabiskan bujet besar hanya untuk liburan yang jauh dari ekspektasi. Sebelum booking tiket, baca dulu sejumlah hal ini sampai selesai.

1. Mei menjadi awal musim hujan yang sering diremehkan

ilustrasi maldives saat hujan
ilustrasi maldives saat hujan (pexels.com/Asad Photo Maldives)

Mei adalah bulan transisi di Maldives antara musim kering dan musim hujan. Banyak wisatawan yang belum menyadari ini, karena bulan Mei masih terlihat aman di kalender liburan kebanyakan orang. Padahal, curah hujan mulai meningkat secara signifikan di bulan ini dan langit cerah tidak lagi bisa diandalkan sepanjang hari. Hujan bisa datang tiba-tiba dan berlangsung cukup lama.

Kondisi laut di bulan Mei juga mulai berubah. Ombak mulai lebih besar dan visibilitas bawah laut untuk snorkeling atau diving mulai menurun karena sedimen yang terangkat. Aktivitas air yang menjadi alasan utama kebanyakan orang untuk pergi ke Maladewa menjadi terbatas. Sementara harganya tidak turun jauh karena bulan Mei masih dianggap bukan musim hujan penuh oleh sebagian besar platform pemesanan.

2. Juni sudah masuk musim hujan, tapi harga belum tentu turun

ilustrasi maldives saat hujan
ilustrasi maldives saat hujan (pexels.com/Asad Photo Maldives)

Juni secara resmi sudah masuk musim hujan di Maldives atau yang dikenal dengan musim Hulhangu. Intensitas hujan di bulan ini sudah lebih tinggi dibandingkan dengan Mei dan durasinya pun lebih panjang. Angin dari barat daya bertiup lebih kencang dan kondisi laut menjadi lebih sulit untuk aktivitas outdoor. Resor-resor besar biasanya sudah mengurangi jadwal ekskursi dan tur laut.

Ironisnya, harga di bulan Juni tidak selalu lebih murah secara signifikan. Banyak resor masih mematok harga di kisaran yang cukup tinggi karena permintaan dari wisatawan Eropa yang sedang masuk musim liburan sekolah. Jadi, kamu bisa saja membayar hampir sama mahalnya dengan peak season, tapi mendapat kondisi cuaca yang jauh dari ideal. Itu yang membuat Juni jadi salah satu bulan dengan nilai perjalanan paling rendah di Maldives.

3. Maldives di bulan Juli dan Agustus ramai, mahal, dan cuaca tidak menentu

Maldives
Maldives (pexels.com/Asad Photo Maldives)

Juli dan Agustus adalah puncak musim liburan sekolah di banyak negara Eropa dan Asia. Permintaan kamar resor di Maldives melonjak tajam di periode ini dan harga ikut naik secara signifikan. Water villa yang biasanya sudah mahal bisa naik dua kali lipat dari harga normalnya di bulan-bulan sepi. Ketersediaan kamar di resor populer pun sangat terbatas kalau tidak dipesan jauh-jauh hari.

Masalahnya, Juli dan Agustus masih berada di tengah musim hujan di Maldives. Artinya, kamu membayar harga premium untuk kondisi cuaca yang belum tentu mendukung. Hujan sore atau pagi hari bisa mengganggu rencana snorkeling atau sekadar bersantai di tepi laut. Wisatawan yang datang di bulan ini sering mengeluhkan ekspektasi yang tidak terpenuhi karena langit yang mereka bayangkan biru cerah ternyata lebih sering mendung.

4. September dan Oktober merupakan puncak musim hujan yang paling berat

ilustrasi maldives setelah hujan
ilustrasi maldives setelah hujan (commons.wikimedia.org/Buiobuione)

September dan Oktober adalah dua bulan dengan curah hujan tertinggi sepanjang tahun di Maldives. Hujan deras bisa terjadi hampir setiap hari dan angin kencang membuat kondisi laut menjadi sangat tidak nyaman. Beberapa rute speedboat antarpulau bahkan dihentikan sementara ketika kondisi cuaca terlalu buruk. Aktivitas di luar ruangan menjadi sangat terbatas dan kamu akan banyak menghabiskan waktu di dalam resor.

Di sisi positifnya, harga akomodasi memang turun cukup jauh pada periode ini. Namun, tetap perlu diperhitungkan apakah penghematan itu sebanding dengan risiko cuaca yang tidak mendukung. Beberapa resor juga menutup operasional sementara pada bulan September dan Oktober karena permintaan yang sangat rendah. Pilihan akomodasi pun lebih terbatas dari biasanya.

Maldives tidak pernah benar-benar menjadi destinasi yang buruk. Namun, salah pilih waktu bisa membuat perjalanan semahal itu terasa jauh dari worth it. Riset soal musim dan kalender perjalanan sebelum booking bukan hal yang berlebihan, tapi justru bagian penting dari perencanaan liburan yang cerdas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
savira Ivanka
Naufal Al Rahman
savira Ivanka
Editorsavira Ivanka
Follow Us

Related Articles

See More