Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kondisi Bandara Dubai dan Abu Dhabi di Tengah Pembatasan Wilayah Udara

Kondisi Bandara Dubai dan Abu Dhabi di Tengah Pembatasan Wilayah Udara
ilustrasi maskapai Emirates di Bandara Internasional Dubai (unsplash.com/Alireza Akhlaghi)
Intinya Sih
  • Bandara Dubai dan Abu Dhabi kembali beroperasi sebagian setelah pembatasan wilayah udara akibat konflik militer, meski jadwal penerbangan masih menyesuaikan kondisi geopolitik di Timur Tengah.
  • Pemerintah Dubai membatasi maskapai asing hanya satu kali penerbangan harian mulai 20 April–31 Mei 2026, memicu protes dari maskapai India yang merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut.
  • Operasional Bandara Zayed di Abu Dhabi mulai stabil sejak awal April 2026 dengan peningkatan jumlah penerbangan Etihad Airways, meski kapasitas masih sekitar setengah dari kondisi normal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perang yang masih berlangsung di Timur Tengah sangat berdampak terhadap industri aviasi. Bahkan, pembatasan wilayah udara karena eskalasi konflik militer mengakibatkan terjadinya pembatalan massal penerbangan internasional di bandara-bandara utama seperti Doha, Dubai, hingga Abu Dhabi.

Bandara Internasional Dubai (DXB) juga sempat ditutup sementara karena mengalami kerusakan infrastruktur yang dipicu oleh serangan rudal. Tak hanya menyebabkan pelayanan terhenti, gangguan ini mengakibatkan kerugian ekonomi yang masif. Lalu, bagaimana kondisi bandara di Dubai dan Abu Dhabi saat ini?

1. Apakah bandara di Dubai dan Abu Dhabi saat ini beroperasi?

ilustrasi seseorang di bandara
ilustrasi seseorang di bandara (unsplash.com/Anete Lūsiņa)

Beberapa bandara utama di Timur Tengah masih terdampak pembatasan wilayah udara akibat dari perang antara Israel dan Amerika Serikat vs. Iran, tetapi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Dilansir WORLDWIDE, Bandara Internasional Dubai (DXB) pada Senin (13/4/2026) telah kembali beroperasi sebagian. Beberapa penerbangan internasional berjalan seperti biasa, terutama untuk rute-rute yang tidak terdampak situasi geopolitik di Timur Tengah.

Sementara Bandara Internasional Zayed (AUH) di Abu Dhabi dan Bandara Internasional Hamad (DOH) di Doha sama-sama menyarankan penumpang untuk hanya bepergian jika memiliki tiket pesawat yang sudah dikonfirmasi keberangkatannya. Jadwal penerbangan internasional hingga saat ini masih mengikuti instruksi dari maskapai penerbangan masing-masing dan kondisi konflik militer.

Kemudian, Bandara Internasional Muscat (MCT) di Oman tetap memenuhi tugasnya sebagai basis untuk rute-rute khusus dan terus menjalankan jadwal penerbangan komersialnya. Sedangkan semua operasional di Bandara Internasional Bahrain (BAH) baru saja mulai dilanjutkan, sehingga penumpang diminta untuk mengecek kembali status penerbangan. Namun, situasi ini tentunya dapat berubah sewaktu-waktu.

2. Bandara di Dubai batasi frekuensi penerbangan maskapai asing

Bandara Internasional Dubai
Bandara Internasional Dubai (unsplash.com/Rocker Sta)

Mulai 20 April 2026—31 Mei 2026, pemerintah Dubai akan membatasi maskapai asing hanya satu kali penerbangan harian di Bandara Internasional Dubai (DXB) maupun Bandara Internasional Al Maktoum (DWC). Maskapai India termasuk yang paling terdampak karena kebijakan baru tersebut.

Federation of Indian Airlines (FIA), yang mewakili IndiGo, Air India, dan SpiceJet, meminta pemerintah India untuk menekan otoritas Dubai agar mencabut pembatasan tersebut. Kondisi ini dianggap memberatkan, karena maskapai Uni Emirat Arab dikecualikan sehingga menciptakan persaingan tidak adil yang menimbulkan kerugian pendapatan.

Terlebih, maskapai India kini mengalami tekanan finansial akibat harga bahan bakar jet yang tinggi dan rute yang lebih panjang ke tujuan-tujuan di Barat. Sebelum penerbangan mereka dibatasi, maskapai India telah dilarang menggunakan wilayah udara Pakistan sejak tahun lalu menyusul ketegangan militer antara kedua negara tetangga itu.

3. Operasional bandara di Abu Dhabi mulai stabil sejak awal April 2026

Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi
Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi (unsplash.com/Bhavya Patel)

Bandara Internasional Zayed (AUH) di Abu Dhabi melayani penerbangan penumpang komersial dengan jadwal yang secara bertahap diperluas. Namun, operasional mereka belum sepenuhnya efektif. Bandara masih dalam tahap pemulihan karena pembatasan wilayah udara selama beberapa minggu belakangan yang berkaitan dengan ketegangan yang semakin luas di Timur Tengah.

Etihad Airways, maskapai penerbangan nasional dan operator utama di Bandara Internasional Zayed (AUH), dilaporkan mulai menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan total 93 penerbangan pada 6 April 2026 lalu. Kenaikan diperkirakan akan berlanjut hingga minggu-minggu berikutnya. Namun, kapasitas masih di bawah tingkat normal dan beberapa rute terus menghadapi keterbatasan atau memerlukan pengalihan.

Bandara Internasional Zayed (AUH) beroperasi dengan perkiraan 200–250 penerbangan terjadwal sepanjang hari, yang mewakili sekitar 50–60 persen dari kapasitas sebelum krisis. Namun, kabar baiknya adalah Etihad Airways kini telah memulihkan layanan ke sekitar 80 destinasi di Timur Tengah, Afrika, Asia, Australia, Eropa, dan Amerika Utara, dengan rencana perluasan lebih lanjut seiring stabilnya kondisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More