ilustrasi dua pendaki di basecamp Gunung Everest (unsplash.com/Thomas de Fretes)
Sekilas, apa yang dilakukan pemerintah Nepal seolah menyulitkan pendaki untuk menginjakkan kaki di Gunung Everest. Namun, syarat ini sebenarnya justru dibuat untuk melindungi para pendaki. Dilansir Access Nepal Tour, sejak pendakian pertama pada 1953 lalu, tercatat ada hampir 9.000 pendaki yang telah berhasil mendaki hingga ke puncak Everest. Pada 2025, pemerintah Nepal juga mengeluarkan lebih dari 400 izin untuk pendaki.
Meski jumlah pendaki yang ingin berkunjung semakin meningkat, situasi ini juga menimbulkan masalah baru, seperti kepadatan penduduk, polusi, kemacetan panjang di jalur pendakian, hingga krisis keselamatan. Salah satu kasus yang paling parah terjadi pada 2023 lalu, di mana ada 17 pendaki yang meninggal selama pendakian. Nah, untuk menjaga agar kejadian yang sama gak terulang lagi, pemerintah Nepal sengaja memperketat pendakian agar hanya pendaki yang benar-benar siap yang bisa menginjakkan kaki di Gunung Everest.
Pendakian Gunung Everest jelas bukan untuk mereka yang mau main-main. Salah sedikit, nyawa pendakilah yang akan menjadi taruhannya. Di lokasi, pengalaman saja gak cukup untuk membawa kamu sampai ke puncak. Selain pengalaman, persiapan yang matang dalam berbagai hal juga menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.