Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mengukur Worth It Sebuah Destinasi sebelum Berangkat
ilustrasi traveling (unsplash.com/Edgar Chaparro)
  • Nilai kelayakan destinasi dengan membandingkan waktu perjalanan, transit, dan perpindahan lokasi terhadap durasi liburan yang benar-benar tersedia.
  • Hitung biaya total, termasuk penginapan, transportasi lokal, makan, atraksi, dan pengeluaran lain, agar anggaran serta perbandingan destinasi lebih realistis.
  • Pastikan aktivitas sesuai tujuan liburan, cek akses dan aturan lokal, serta siapkan pilihan aktivitas cadangan jika cuaca, transportasi, atau tempat wisata mengubah rencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu melihat foto sebuah destinasi di media sosial, lalu langsung terpikir untuk mengunjunginya? Foto-fotonya cantik, tempatnya terlihat seru, dan rasanya sayang kalau cuma masuk ke dalam wishlist.

Namun, setelah tiket dibeli, baru terasa ada beberapa hal yang perlu dipikirkan lagi. Mulai dari waktu perjalanan yang cukup panjang, biaya transportasi di lokasi yang ternyata mahal, hingga tempat-tempat yang ingin dikunjungi ternyata saling berjauhan. Liburan yang awalnya terlihat worth it pun bisa terasa biasa saja ketika semua biaya dan tenaga dihitung.

Sebenarnya, ukuran worth it dalam traveling gak selalu soal murah atau mahal. Destinasi yang membutuhkan biaya lebih besar tetap bisa terasa sepadan jika pengalaman yang didapat sesuai dengan tujuan perjalanan. Sebaliknya, tempat yang murah belum tentu terasa memuaskan kalau sebagian besar waktu justru habis di perjalanan.

Sebelum buru-buru membeli tiket, coba ukur apakah sebuah destinasi benar-benar worth it dengan lima cara berikut ini. Siapa tahu berhasil dan cocok dengan kebiasaan traveling-mu!

1. Bandingkan waktu perjalanan dengan durasi yang tersedia

ilustrasi perjalanan saat liburan (unsplash.com/Bunly Hort)

Hal pertama yang perlu dihitung adalah waktu. Jangan hanya melihat harga tiket atau lamanya menginap, tetapi perhatikan juga berapa banyak waktu yang benar-benar bisa digunakan untuk menikmati destinasi.

Misalnya, kamu hanya punya waktu 2 hari, tetapi perjalanan menuju lokasi membutuhkan 1 hari penuh untuk pergi dan pulang. Secara waktu, destinasi tersebut mungkin kurang cocok untuk perjalanan singkat. Sebaliknya, perjalanan yang cukup jauh bisa terasa sepadan kalau kamu memang punya waktu beberapa hari untuk mengeksplorasi tempat tersebut.

Kamu bisa menghitung secara sederhana mulai dari berapa jam yang dihabiskan untuk perjalanan, transit, check-in, dan berpindah-pindah tempat dibandingkan dengan waktu yang benar-benar bisa digunakan untuk berwisata. Dengan begitu, kamu gak mudah terkecoh dengan itinerary yang terlihat padat di atas kertas, tetapi ternyata sebagian besar waktunya habis di perjalanan.

2. Hitung biaya total, bukan hanya harga tiket

ilustrasi mempersiapkan anggaran liburan (unsplash.com/Benjamin White)

Harga tiket pesawat atau kereta sering menjadi angka pertama yang dilihat ketika membandingkan destinasi liburan. Padahal, biaya perjalanan tidak berhenti setelah tiket dibeli. Masukkan pula penginapan, transportasi selama di kawasan destinasi, makanan, tiket masuk atraksi, serta biaya lain yang mungkin muncul selama perjalanan.

Kebiasaan menghitung keseluruhan biaya ini penting agar kamu bisa membandingkan destinasi secara lebih adil. Di samping itu, kamu bisa membuat daftar pengeluaran dari yang paling penting serta melakukan riset harga sebelum berangkat. Hal ini bertujuan agar anggaranmu bisa lebih terarah.

3. Cocokkan aktivitas dengan alasan kamu ingin liburan

ilustrasi aktivitas liburan (unsplash.com/menderes kahraman)

Destinasi yang sedang viral belum tentu cocok untuk semua orang. Kalau tujuanmu adalah bersantai, destinasi yang penuh aktivitas ekstrem mungkin justru melelahkan. Begitu pula sebaliknya, orang yang ingin menjelajah mungkin akan cepat bosan jika sebagian besar aktivitas hanya berpusat di hotel atau satu kawasan wisata.

Sebelum menentukan destinasi, coba tuliskan satu alasan utama mengapa kamu ingin pergi. Apakah ingin kulineran, menikmati alam, mencari suasana baru, melihat budaya lokal, berbelanja, atau sekadar beristirahat? Setelah itu, lihat apakah destinasi tersebut benar-benar menawarkan aktivitas yang sesuai dengan keinginanmu.

Cara ini juga membuatmu tidak terlalu mudah terpengaruh oleh foto atau video viral. Sebuah tempat bisa sangat populer di media sosial, tetapi belum tentu memberikan pengalaman yang sedang kamu cari.

4. Periksa akses, aturan, dan kondisi lokal

ilustrasi memeriksa kondisi tempat liburan secara online (unsplash.com/Daria Nepriakhina 🇺🇦)

Destinasi yang terlihat menarik di internet bisa memiliki kondisi lapangan yang berbeda. Karena itu, akses hingga aturan lokal sebaiknya diperiksa sebelum berangkat. Jangan hanya melihat bagaimana cara menuju kota atau daerah tersebut, tetapi cari tahu juga bagaimana kondisi perjalanan setelah tiba di sana.

Perhatikan pilihan transportasi lokal yang tersedia, jarak antara penginapan dan tempat wisata, hingga waktu tempuh satu lokasi ke lokasi lainnya. Destinasi yang terlihat dekat di peta belum tentu mudah dijangkau. Untuk perjalanan internasional pun, informasi yang perlu diperiksa dapat mencakup persyaratan masuk, visa, masa berlaku paspor, aturan lokal, kondisi kesehatan, hingga situasi keselamatan.

Sebuah destinasi bisa saja terlihat worth it dari sisi pemandangan, tetapi perlu dipertimbangkan kembali jika aksesnya sangat sulit atau membutuhkan persiapan tertentu yang tidak sesuai dengan kondisi maupun waktu yang kamu punya.

5. Siapkan alternatif kalau rencana utama gagal

ilustrasi menikmati suasana kota (unsplash.com/Alim)

Satu hal yang sering terlupakan saat menilai destinasi adalah kemungkinan rencana tidak berjalan sesuai harapan. Tempat wisata bisa tutup, cuaca berubah, transportasi mengalami gangguan, atau ternyata kamu tidak punya cukup waktu untuk mengunjungi semuanya dalam itinerary.

Oleh karena itu, destinasi dengan beberapa alternatif aktivitas biasanya lebih fleksibel. Kalau rencana utama batal, kamu masih bisa mengunjungi tempat lain, mencoba kuliner lokal, jalan-jalan di kawasan kota, atau mencari alternatif lain yang tidak membutuhkan perjalanan yang terlalu jauh.

Fleksibilitas seperti ini penting karena pengalaman perjalanan tidak hanya ditentukan oleh tempat yang berhasil dikunjungi. Kamu juga harus bisa menghadapi perubahan rencana jika terjadi.

Bukan soal seberapa jauh destinasi yang kamu datangi, seberapa murah biayanya, atau seberapa viral tempat tersebut di media sosial. Liburan yang worth it adalah ketika waktu, biaya, dan tenaga yang dikeluarkan terasa sepadan dengan pengalaman yang didapat.

Jadi, sebelum buru-buru membeli tiket karena tergoda foto atau rekomendasi orang lain, coba pertimbangkan dulu akses, biaya, aktivitas, hingga kondisi lokalnya. Dengan begitu, kamu bisa menemukan destinasi yang bukan cuma terlihat menarik, tetapi juga benar-benar sesuai dengan perjalanan yang kamu inginkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article