Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Tips Mendaki di Jalur Pendakian Berdebu, Jangan Disepelekan!

6 Tips Mendaki di Jalur Pendakian Berdebu, Jangan Disepelekan!
ilustrasi jalur pendakian (pexels.com/Alex Moliski)
Intinya Sih
  • Musim kemarau bikin jalur pendakian kering dan berdebu, sehingga pendaki perlu perlindungan ekstra agar tidak terganggu pernapasan maupun iritasi mata.
  • Gunakan masker, kacamata, pakaian tertutup, serta jaga jarak antarpendaki untuk meminimalkan paparan debu selama perjalanan.
  • Bawa air lebih banyak, sediakan tetes mata, dan pilih lokasi tenda yang tidak berdebu agar tetap nyaman dan sehat saat mendaki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Apakah kamu hobi naik gunung saat musim kemarau? Memang cuaca cerah bikin pemandangan golden sunrise jadi lebih maksimal karena minim badai. Namun, ada satu tantangan yang sering banget bikin emosi, yakni debu yang beterbangan di sepanjang jalur.

Jalur pendakian yang kering kerontang bakal berubah jadi "lautan debu" setiap kali terinjak sepatu. Kalau gak siap, debu ini bukan cuma bikin baju kotor, tapi juga bisa mengganggu pernapasan hingga bikin mata iritasi. Supaya tetap aman dan nyaman, coba praktikkan tips mendaki di jalur pendakian berdebu berikut ini, ya!

1. Pakai masker atau buff dan kacamata untuk proteksi

ilustrasi pendaki menggunakan kacamata hitam
ilustrasi pendaki menggunakan kacamata hitam (pexels.com/Kamaji Ogino)

Hal pertama yang wajib kamu siapkan adalah proteksi wajah. Debu di gunung itu halus banget, jadi gampang banget masuk ke saluran pernapasan kalau gak pakai masker atau buff. Kalau paru-paru sudah terpapar debu berlebih, napas bakal terasa sesak dan tenggorokan jadi kering.

Selain napas, mata juga membutuhkan perlindungan. Menggunakan kacamata, terutama kacamata hitam atau sunglasses, sangat membantu menghalau debu yang tertiup angin. Jadi, selain biar kelihatan keren pas difoto, kacamata punya fungsi krusial buat menjaga penglihatan kamu tetap jernih selama trekking.

2. Beri jarak yang cukup dengan pendaki di depan

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (pexels.com/Saddam Umar Husain)

Pernahkah kamu merasa seperti sedang berjalan di belakang truk tanah? Itu terjadi kalau kamu berjalan terlalu dekat dengan pendaki di depanmu. Setiap langkah kaki pendaki bakal memicu kepulan debu ke udara. Kalau kamu terlalu dekat, otomatis kamu bakal "memanen" semua debu.

Tipsnya, beri jarak sekitar 2—3 meter dengan teman di depan kamu. Jarak ini memberikan waktu bagi debu untuk turun kembali ke tanah atau tertiup angin ke arah lain sebelum kamu melintas. Cara ini simpel banget, tapi efektif buat mengurangi jumlah debu yang kamu hirup secara langsung.

3. Gunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (pexels.com/R.Praditya Trias Herlambang)

Mungkin kamu merasa gerah kalau pakai baju tertutup saat cuaca panas. Namun, percayalah, pakai pakaian lengan panjang dan celana panjang jauh lebih baik daripada kulit kamu terkena debu tebal. Debu yang menempel di kulit dan bercampur dengan keringat bisa memicu rasa gatal sampai mengiritasi kulit.

Pilihlah bahan pakaian yang ringan dan punya sirkulasi udara yang baik (quick-dry). Dengan begitu, kulit kamu tetap terlindungi dari paparan langsung partikel tanah tanpa bikin kamu merasa kepanasan yang berlebihan. Jangan lupa juga pakai kaos kaki yang menutupi mata kaki agar debu tidak masuk ke dalam sela-sela sepatu.

4. Manajemen air yang lebih ketat untuk minum dan bersih-bersih

ilustrasi pendaki sedang minum
ilustrasi pendaki sedang minum (pexels.com/Katya Wolf)

Saat musim kemarau dan jalur berdebu, biasanya sumber air di gunung juga ikut mengering. Masalahnya, tubuh kamu justru butuh lebih banyak air pada kondisi ini. Debu bikin tenggorokan cepat haus, dan kamu juga butuh air untuk sekadar membasuh muka atau membersihkan tangan sebelum makan.

Pastikan kamu membawa persediaan air lebih banyak dari biasanya. Jangan cuma mengandalkan info "ada sumber air" di basecamp, karena bisa jadi debit airnya lagi kecil banget. Manajemen air yang baik bakal menyelamatkan kamu dari dehidrasi dan memastikan kamu tetap bisa membersihkan diri dari sisa-sisa debu yang menempel.

5. Bawa tetes mata untuk mengatasi iritasi mendadak

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Marina Zvada)

Meski sudah pakai kacamata, terkadang ada saja debu yang berhasil masuk ke mata. Kalau ini terjadi, jangan sekali-kali mengucek mata dengan tangan yang kotor, ya! Mengucek mata saat ada partikel debu justru bisa bikin kornea mata luka atau lecet.

Solusinya, kamu wajib sedia tetes mata di dalam P3K atau kantong tas yang mudah dijangkau. Tetes mata berfungsi untuk membilas kotoran secara alami dan meredakan kemerahan akibat iritasi. Ini adalah barang kecil yang manfaatnya besar banget saat kamu berada di jalur pendakian yang gersang.

6. Hindari mendirikan tenda di tempat berdebu

ilustrasi tenda camping
ilustrasi tenda camping (unsplash.com/Jesse Gardner)

Setelah lelah berjalan seharian, pastinya kamu ingin istirahat dengan nyaman. Nah, pemilihan camp area sangat menentukan kualitas tidur kamu. Hindari mendirikan tenda di spot yang tanahnya sangat berdebu atau berpasir halus tanpa rumput atau kerikil.. Pasalnya, angin malam di gunung cukup kencang.

Kalau tenda kamu berada di area berdebu, partikel-partikel kecil itu bakal masuk lewat celah ventilasi tenda. Alhasil, saat bangun pagi, semua peralatan masak, sleeping bag, sampai muka kamu bakal tertutup oleh lapisan debu tipis. Kalau tidak ada pilihan lain, pastikan semua pintu tenda tertutup rapat dan gunakan alas tambahan di depan pintu tenda.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat menghadapi jalur pendakian yang berdebu. Intinya, persiapan yang matang bakal bikin perjalanan kamu tetap seru meskipun medannya lagi menantang. Tetap jaga kesehatan, jangan buang sampah sembarangan, dan selamat mendaki!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More