Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perbedaan Pos Bloc, M Bloc, dan Blok M yang Sering Dikira Sama

Perbedaan Pos Bloc, M Bloc, dan Blok M yang Sering Dikira Sama
Potret Pos Bloc, M Bloc, dan Blok M (IDN Times/Annisa Dewi Lestari/Daffa Ulhaq/Herka Yanis)

Jakarta memang gak pernah kehabisan tempat seru untuk nongkrong. Mulai dari kawasan heritage, ruang kreatif, hingga pusat kuliner, masing-masing memiliki daya tariknya tersendiri. Belakangan ini, ada tiga nama yang paling sering muncul di media sosial dan menjadi tempat tongkrongan favorit anak muda Jakarta, yakni Pos Bloc, M Bloc, dan Blok M.

Ketiganya terkenal sebagai tempat hangout yang ramai, banyak kuliner menarik, spot foto estetik, hingga event seru yang bikin pengunjung betah berlama-lama. Meski namanya terdengar mirip, ternyata Pos Bloc, M Bloc, dan Blok M punya konsep, fungsi, hingga suasana yang berbeda, lho.

Saking populernya, masih banyak orang yang bingung membedakan ketiga kawasan ini. Ada yang mengira semuanya adalah tempat yang sama, padahal ciri khas dan pengalaman nongkrongnya cukup berbeda.

Nah, biar kamu gak bingung mau nongkrong di mana, simak perbedaan Pos Bloc, M Bloc, dan Blok M berikut ini, yuk! Ternyata ketiganya cukup berbeda, lho!

1. Lokasi

Tempat wisata Pos Bloc Jakarta yang terletak di dalam Gedung Filateli Jakarta Pusat
Tempat wisata Pos Bloc Jakarta yang terletak di dalam Gedung Filateli Jakarta Pusat (IDN Times/Annisa Dewi Lestari)

Pos Bloc berada di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Destinasi ini menempati bangunan bersejarah bekas kantor pos zaman Belanda yang dikenal sebagai Gedung Filateli Jakarta. Lokasinya dekat kawasan heritage dan wisata sejarah Jakarta seperti Lapangan Banteng dan Kota Tua.

Sementara itu, M Bloc Space berada di kawasan Panglima Polim, Melawai, Jakarta Selatan. Tempat nongkrong ini sangat mudah dijangkau dari Stasiun MRT ASEAN.

Berbeda lagi dengan Blok M. Ini bukan satu bangunan atau ruang kreatif tertentu, melainkan nama kawasan besar di Jakarta Selatan. Area ini terkenal sebagai pusat kuliner, belanja, hiburan, sekaligus titik transit transportasi umum yang sangat ramai.

2. Jenis tempat

M Bloc Space, Jakarta Selatan
M Bloc Space, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Pos Bloc merupakan ruang kreatif publik berbasis bangunan heritage. Di dalamnya terdapat tenant makanan, UMKM lokal, ruang komunitas, hingga area event yang sering digunakan untuk pameran atau bazar.

Hampir mirip Pos Bloc, M Bloc Space juga menjadi ruang publik kreatif multifungsi. Namun, tempat ini lebih identik dengan konser kecil, gigs musik indie, pameran seni, workshop, hingga tempat nongkrong anak muda.

Sedangkan, Blok M merupakan kawasan umum yang jauh lebih luas. Area ini mencakup pusat kuliner, mal, perkantoran, terminal, tempat hiburan, hingga pusat transportasi Jakarta Selatan.

3. Nuansa

Bazar makanan di Blok M Hub
Bazar makanan di Blok M Hub (IDN Times/Daffa Ulhaq)

Pos Bloc punya nuansa klasik, vintage, dan kental dengan sentuhan sejarah. Bangunan bergaya kolonial dengan interior lawas membuat tempat ini cocok buat pencinta suasana estetik ala Jakarta tempo dulu.

Suasana M Bloc Space lebih artsy dan modern. Tempat ini identik dengan mural warna-warni, budaya pop, musik indie, serta gaya hidup kreatif anak muda Jakarta.

Sementara itu, Blok M menawarkan suasana yang lebih ramai dan dinamis. Kawasan ini terkenal sebagai pusat nongkrong Jakarta Selatan dengan banyak kuliner viral, coffee shop, hingga tempat hangout malam yang selalu ramai.

4. Fungsi utama

M Bloc Space, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
M Bloc Space, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Pos Bloc berfungsi sebagai tempat wisata urban, sekaligus ruang kreatif komunitas. Banyak pengunjung datang untuk menikmati kuliner, hunting foto, atau sekadar menikmati suasana heritage Jakarta.

M Bloc lebih fokus sebagai pusat event kreatif, hiburan, musik, dan lifestyle. Tempat ini sering menjadi lokasi pertunjukan musik, festival kecil, hingga acara komunitas kreatif.

Sedangkan, Blok M berfungsi sebagai kawasan bisnis, kuliner, transportasi, dan hiburan yang sangat lengkap. Bahkan, kawasan ini punya akses transportasi umum yang terintegrasi ke berbagai area strategis Jabodetabek, seperti MRT, Transjakarta, hingga bus bandara menuju ke Bandara Soekarno-Hatta.

5. Akses transportasi

Potret bus Transjakarta
Potret bus Transjakarta (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pos Bloc Jakarta cukup mudah dijangkau naik transportasi umum. Kamu bisa naik KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Juanda, lalu lanjut jalan kaki sekitar 7 menit. Bisa juga naik Transjakarta dan turun di Halte Pos atau Halte Juanda.

M Bloc Space dikenal sebagai salah satu tempat nongkrong paling mudah diakses naik transportasi umum. Paling mudah dijangkau naik MRT Jakarta dan turun di Stasiun ASEAN, lalu berjalan kaki sekitar 5 menit. Jika naik TransJakarta, kamu bisa turun di Halte CSW atau Halte Kejaksaan Agung. Selanjutnya, jalan kaki sekitar 3 menit melewati trotoar.

Sebagai kawasan transit dan pusat aktivitas Jakarta Selatan, Blok M punya akses transportasi paling lengkap. Bisa diakses menggunakan MRT Jakarta, lalu turun di Stasiun Blok M BCA atau ASEAN. Terhubung juga dengan Transjakarta melalui Halte Blok M dan CSW.

Banyak bus kota, Mikrotrans, dan angkutan umum berhenti di Terminal Blok M. Jika membawa kendaraan pribadi, ada area parkir luas di sekitar Blok M Square maupun Blok M Plaza.

Jadi, meski sama-sama terkenal sebagai tempat nongkrong, Pos Bloc, M Bloc, dan Blok M mengusung konsep dan suasana yang berbeda. Nah, kira-kira kamu paling cocok nongkrong di mana? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Related Articles

See More

Apakah Boleh Mendaki hingga ke Mahameru? Ini Jawabannya

13 Mei 2026, 12:45 WIBTravel