13 Emiten Siap IPO di BEI pada 2026

- BEI memastikan ada 13 perusahaan dari berbagai sektor siap melantai di bursa melalui IPO pada tahun 2026, dengan target penyelesaian maksimal Juni 2026.
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk menjadi emiten pertama yang IPO di BEI tahun 2026, mencatat oversubscribe hingga 386,6 kali dan meraih dana Rp302,4 miliar.
- Dana hasil IPO BSA Logistics akan digunakan untuk ekspansi bisnis lewat akuisisi sektor angkutan laut serta peningkatan kapasitas operasional dan efisiensi layanan.
Jakarta, IDN Times - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan masih ada 13 perusahaan yang siap mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO) pada tahun ini.
Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna saat ditemui awak media di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
"Jadi masih 13 di berbagai sektor, itu kan yang menarik ya. Ada faktor finansial, energi, entertainment, terus kemudian consumer good, gitu ya. Jadi tersebar di berbagai sektor," kata Nyoman.
1. Maksimal IPO pada Juni 2026

Sebanyak 13 emiten yang ada di dalam antrean atau pipeline tersebut diharapkan Nyoman bisa segera IPO, maksimal pada Juni 2026. Para emiten tersebut mayoritas menggunakan laporan keuangan yang berakhir Desember 2025.
"Maksimal bulan Juni 2026, nanti tergantung kecepatan mereka memberikan tanggapan kepada kita. Jika mereka segera menyampaikan tanggapan, tentu proses di kita akan lebih cepat," kata Nyoman.
2. Emiten perdana yang IPO pada 2026

Sebelumnya, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), perusahaan logistik terintegrasi yang berfokus pada layanan angkutan multimoda hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).
WBSA menjadi emiten pertama yang IPO di BEI pada tahun ini. Dalam aksi IPO-nya, WBSA mencatatkan oversubscribe sebanyak 386,6 kali dari para investornya.
Adapun Perseroan menawarkan sebanyak 1.800.000.000 saham baru atau setara dengan 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran sebesar Rp168 per saham. Dengan demikian, Perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp302,4 miliar.
3. Penggunaan dana hasil IPO

Dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk mendukung strategi ekspansi Perseroan, khususnya melalui akuisisi perusahaan di sektor angkutan laut sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan logistik end-to-end, serta untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas operasional dan efisiensi layanan.
"Kami meyakini bahwa pencatatan saham ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat struktur permodalan, mengakselerasi ekspansi usaha, serta memperkuat posisi pasar Perseroan sebagai penyedia layanan logistik yang terintegrasi," ujar Direktur Utama BSA Logistics Indonesia, Edwin Wibowo di Main Hall BEI, Jumat (10/4/2026).


















