ilustrasi developer game (unsplash.com/Sigmund)
RMIT telah mendukung pengembangan kemampuan digital dan kreatif di Indonesia melalui kerja sama dengan pemerintah dan industri. Pada 2024 dan 2025, RMIT bekerja sama dengan EKRAF dan Apple untuk mengadakan pelatihan desain game digital.
Pada periode yang sama, RMIT juga memperluas kerja sama dengan Infinite Learning melalui program pengembangan game, animasi, dan kewirausahaan. Program tersebut menekankan pentingnya pembelajaran yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri, dengan menggabungkan kemampuan teknis, kreativitas, pemahaman bisnis, dan pengalaman praktik.
Tantia mengatakan kemampuan teknis tetap menjadi dasar dalam industri game, tetapi tidak dapat berdiri sendiri. Menurut dia, Indonesia membutuhkan jalur yang lebih kuat antara pendidikan dan industri agar talenta dapat memahami proses pengembangan, pendanaan, hingga pemasaran produk kreatif.
“Kemampuan teknis tetap menjadi fondasi, tetapi tidak lagi cukup jika berdiri sendiri,” ujar Tantia.
RMIT juga akan memperkuat keterlibatannya di Indonesia melalui RMIT Southeast Asia Hub. Platform tersebut akan menghubungkan pemerintah, industri, institusi pendidikan, dan komunitas di Indonesia, Australia, serta Asia Tenggara dalam bidang teknologi digital dan industri kreatif.
Tantia mengatakan pengembangan kompetensi talenta menjadi faktor penting agar industri game Indonesia mampu mengikuti kebutuhan industri global yang terus berubah.
RMIT University merupakan universitas internasional di bidang teknologi, desain, dan kewirausahaan yang berdiri di Melbourne, Australia, pada 1887. Sebagai universitas yang menggabungkan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi, RMIT juga menjalankan riset terapan serta kerja sama dengan industri.