Jakarta, IDN Times - Kenaikan harga minyak dunia di tengah dinamika geopolitik, termasuk isu konflik yang melibatkan Iran, dinilai berpotensi meningkatkan tekanan terhadap harga domestik, terutama bahan bakar minyak (BBM). Prasasti Center for Policy Studies menilai situasi ini menjadi momentum untuk meninjau keseimbangan antara stabilitas harga, keberlanjutan fiskal, dan ketahanan ekonomi nasional.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, mengatakan kenaikan harga minyak global hampir selalu diikuti tekanan terhadap kebijakan harga energi domestik. Menurutnya, pemerintah menghadapi dilema antara menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan kesehatan fiskal.
“Dalam situasi harga minyak naik, tekanan terhadap harga BBM domestik tentu meningkat. Jika pemerintah menahan kenaikan melalui subsidi, maka konsekuensinya ada pada peningkatan beban fiskal. Sebaliknya, jika dilepas maka tekanan terhadap inflasi bisa menjadi lebih kuat,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
