Ada Retakan di Tol Cisumdawu? Begini Faktanya

- Kementerian PU mengonfirmasi adanya retakan sepanjang 100 meter di Tol Cisumdawu KM 207+350 arah Dawuan, namun situasi lalu lintas masih terkendali dan pemantauan intensif dilakukan.
- Petugas menerapkan penyempitan lajur, pembatasan kecepatan, serta pengisian celah dengan beton untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sambil memastikan konektivitas tetap terjaga.
- Pemerintah bersama CKJT melakukan kajian geoteknik dan menyiapkan perbaikan permanen dengan metode bore pile sepanjang 100 meter yang ditargetkan selesai pada akhir April 2026.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengonfirmasi adanya retakan di Jalan Tol Cisumdawu KM 207+350 Jalur A arah Dawuan. Meski begitu, pemerintah memastikan penanganan cepat sedang dilakukan dan situasi lalu lintas di lokasi masih terkendali.
Retakan sepanjang sekitar 100 meter tersebut terdeteksi sejak Jumat (27/3/2026). Pola retakan menyerupai mahkota dan posisinya sudah mendekati batas lajur kedua, sehingga memerlukan pemantauan intensif demi keselamatan pengguna jalan.
1. Langkah penanganan darurat di lokasi

Sebagai upaya awal, petugas telah memasang rambu peringatan dan memberlakukan penyempitan menjadi satu lajur di titik tersebut. Kecepatan kendaraan yang melintas juga dibatasi untuk meminimalisir risiko.
Secara teknis, tim di lapangan mulai mengisi celah retakan dengan material beton. Selain itu, area terdampak ditutup menggunakan terpal guna mencegah rembesan air hujan yang berpotensi memperparah kerusakan.
"Konektivitas harus terjaga, namun yang paling utama adalah keselamatan pengguna jalan. Karena itu, penanganan dilakukan secara cepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," kata Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2026).
2. Jalur tol dipastikan tetap bisa dilalui

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menjelaskan ruas tersebut masih aman untuk dilintasi meski ada pembatasan lajur. Dia menegaskan seluruh proses perbaikan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian yang ketat.
"Dari sisi keselamatan, ruas tol masih dapat dilalui dengan pengaturan lajur lalu lintas terbatas, dan seluruh langkah penanganan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Wilan.
3. Perbaikan permanen segera dilakukan

Kementerian PU bersama PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) melakukan kajian geoteknik dan penyelidikan tanah secara menyeluruh. Sebanyak tiga unit alat inklinometer telah dipasang untuk mendeteksi pergerakan tanah di lokasi sebagai dasar penentuan langkah perbaikan selanjutnya.
Pemerintah juga menyiapkan skema mitigasi jika kondisi di lapangan memburuk. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penerapan contra flow di Jalur B (arah Bandung) melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.
Struktur jalan akan diperkuat secara permanen menggunakan metode bore pile sepanjang 100 meter. Target penyelesaian desain perbaikan ini dipatok pada akhir April 2026. Masyarakat diimbau tetap tenang, mematuhi arahan petugas, dan selalu memantau informasi resmi dari pemerintah.



















