ilustrasi perhitungan PDB (pexels.com/RDNE Stock project)
Perhitungan PDB dilakukan dengan tiga metode, yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran. Berikut ini penjelasan tentang ketiganya:
1. Metode pendekatan produksi
PDB dihitung melalui pendekatan produksi dengan menjumlahkan nilai akhir barang dan jasa yang dihitung dari total nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Total nilai berasal dari perhitungan nilai tambah di setiap tahap produksinya, termasuk biaya produksi, biaya upah, hingga keuntungan perusahaan.
2. Metode pendekatan pendapatan
PDB dihitung melalui pendekatan pendapatan dengan cara menjumlahkan semua pendapatan yang diterima oleh para pelaku ekonomi, masyarakat, hingga pendapatan negara selama periode tertentu. Pendapatan yang diterima biasanya berasal dari gaji masyarakat, keuntungan negara, hingga pajak yang diterima suatu negara.
3. Metode pendekatan pengeluaran
PDB dihitung melalui pendekatan pengeluaran dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran dari sektor-sektor ekonomi dalam suatu periode tertentu. Dengan metode ini, total nilai PDB bisa didapatkan dari hasil perhitungan jumlah pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga (C), total investasi (I), total pengeluaran pemerintah (G), dan selisih ekspor dan impor (X-M).
Rumusnya:
PDB = C + I + G + (X – M)
Keterangan:
C = Konsumsi rumah tangga
I = investasi
G = Pengeluaran pemerintah
X = Ekspor
M = Impor