Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Rencanakan Insentif Pajak Federal bagi Industri Perfilman
Bendera AS (unsplash.com/Ben White)
  • Presiden AS Donald Trump mengusulkan insentif pajak federal untuk film dan televisi guna memulihkan industri hiburan domestik serta menarik kembali produksi besar ke Amerika Serikat.
  • Usulan ini muncul setelah Trump bertemu Jon Voight, dengan dorongan kredit pajak federal 20 persen untuk biaya tenaga kerja demi menahan relokasi produksi ke Kanada, Inggris, dan Australia.
  • Asosiasi perfilman, serikat pekerja, Pemerintah Kota Los Angeles, serta legislator Demokrat dan Republik mendukung rancangan undang-undang insentif nasional untuk menjaga lapangan kerja industri kreatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengusulkan skema insentif pajak federal untuk sektor perfilman dan televisi pada Senin (31/8/2026). Kebijakan fiskal ini dirancang khusus guna memulihkan industri hiburan domestik yang kian tertekan oleh iklim persaingan global.

Insentif tersebut juga bertujuan untuk memikat kembali berbagai proyek sinema berskala raksasa agar kembali diproduksi di dalam negeri. Langkah proteksionis ini diharapkan mampu membendung laju eksodus rumah produksi AS ke luar negeri.

1. Pertemuan Trump dan Jon Voight dorong regulasi sinema

Rencana regulasi ini mengemuka setelah Donald Trump menggelar pertemuan dengan aktor veteran, Jon Voight, guna membahas lesunya aktivitas produksi media nasional. Dalam pertemuan tersebut, Trump menegaskan komitmennya untuk mendorong kerja sama lintas partai di Kongres demi meloloskan undang-undang insentif perfilman.

Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa insentif fiskal nasional merupakan kunci utama untuk membangkitkan kembali sektor hiburan. Voight, yang ditunjuk sebagai duta khusus, turut mengampanyekan kebijakan ini karena diyakini mampu melipatgandakan penerimaan kas negara lewat perputaran ekonomi kreatif.

"Kongres harus segera menyetujui insentif produksi federal untuk menciptakan kembali lapangan kerja sektor hiburan di Amerika," kata Donald Trump, dilansir Economic Times.

2. Relokasi produksi ke luar negeri ancam pekerja lokal

Sektor perfilman AS kini menghadapi eksodus produksi ke negara-negara seperti Kanada, Inggris, dan Australia yang menawarkan subsidi serta kredit pajak lebih menggiurkan. Kendati negara bagian seperti California telah menaikkan insentif lokal, kebijakan tersebut dinilai belum ampuh menghentikan larinya proyek film besar ke luar negeri.

Merespons kerugian ekonomi yang dialami pekerja kreatif domestik, para pelaku industri mendesak pemberian kredit pajak federal sebesar 20 persen khusus untuk menambal biaya tenaga kerja. Langkah ini dinilai krusial demi melindungi mata pencaharian ribuan kru film lokal dari agresivitas studio internasional.

"Tidak ada alasan bagi negara lain seperti Kanada, Inggris, atau Australia untuk mengambil alih lapangan pekerjaan kita," ujar Anggota DPR AS, Laura Friedman.

3. Asosiasi perfilman dan legislator dukung langkah Gedung Putih

Usulan pembentukan insentif federal ini disambut positif oleh berbagai kelompok produser, asosiasi, serta serikat pekerja hiburan, termasuk Directors Guild of America dan Pemerintah Kota Los Angeles. Kolaborasi solid antara Gedung Putih dan perwakilan bipartisan di Kongres dipandang sebagai kunci sukses realisasi payung hukum tersebut.

Kelompok legislator dari Partai Republik maupun Partai Demokrat kini bersiap membawa rancangan undang-undang ini ke ruang sidang. Dukungan luas tersebut diharapkan mampu mempercepat pengesahan regulasi demi menjamin keberlangsungan hidup ratusan ribu pekerja industri kreatif nasional.

"Kami menyambut baik inisiatif ini dan siap bekerja sama dengan Gedung Putih serta Kongres guna mengundangkan insentif nasional yang efektif," ungkap CEO Motion Picture Association, Charles Rivkin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article