ilustrasi Jepang, bisnis kecil, toko (pexels.com/Huu Huynh)
Di satu sisi, pemerintah memiliki alasan kuat untuk memperketat aturan agar visa bisnis gak disalahgunakan. Popularitas visa Business Manager memang meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Data pemerintah Jepang menunjukkan jumlah pemegang visa ini mencapai sekitar 46.000 orang pada pertengahan 2025, naik sekitar 70 persen dibandingkan tahun 2020, dengan sekitar separuhnya merupakan warga negara China.
Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku usaha kecil yang benar-benar berkontribusi terhadap perekonomian Jepang. Negara ini sedang menghadapi populasi yang menua dan angka kelahiran yang rendah sehingga keberadaan investor dan wirausahawan asing sebenarnya ikut membantu menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi lokal. Karena itu, banyak pihak berharap pemerintah dapat menemukan titik tengah antara memperketat pengawasan dan tetap memberikan kesempatan bagi pengusaha yang menjalankan bisnis secara jujur.
Aturan visa bisnis yang semakin ketat menunjukkan bahwa Jepang ingin memastikan hanya investor dan pengusaha yang benar-benar serius yang dapat memanfaatkan jalur tersebut. Meski tujuannya untuk mencegah penyalahgunaan visa, dampaknya ternyata ikut dirasakan oleh banyak pelaku usaha kecil yang telah lama membangun bisnis dan kehidupan bersama keluarganya di Jepang.
Ke depan, tantangan terbesar pemerintah adalah menjaga keseimbangan antara pengawasan yang ketat dan kebutuhan negara terhadap investasi serta tenaga kerja asing. Hasil akhirnya akan sangat menentukan apakah Jepang tetap menjadi tujuan menarik bagi para wirausahawan internasional atau justru kehilangan banyak pelaku usaha yang selama ini ikut berkontribusi terhadap perekonomiannya.