Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BEI Tambah Komite HSC, Libatkan Investor Asing dan Akademisi

2 min read
BEI Tambah Komite HSC, Libatkan Investor Asing dan Akademisi
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • BEI memperluas komite HSC dengan melibatkan pelaku industri, akademisi, dan investor asing.

  • Komite HSC kini beranggotakan sembilan orang, terdiri dari empat perwakilan SRO dan lima pihak eksternal independen.

  • Perluasan keanggotaan diharapkan meningkatkan transparansi, tata kelola, dan kredibilitas hasil kerja komite.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas keanggotaan komite High Shareholding Concentration (HSC) untuk menentukan saham yang masuk dan keluar dari daftar tersebut.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan komite yang sebelumnya hanya terdiri dari perwakilan organisasi regulator mandiri (self-regulatory organization/SRO) kini melibatkan pihak independen dari kalangan pelaku industri, akademisi, dan investor.

"Dalam upaya kita bersama untuk terus meningkatkan tata kelola yang baik, termasuk di dalam metodologi penentuan masuk dan keluarnya saham di dalam HSC, kami akan memperluas keanggotaan komite HSC," katanya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

  1. 1. Komite HSC kini beranggotakan sembilan orang

    Kantor Bursa Efek Indonesia (Dok. IDN Times/Istimewa)
    Kantor Bursa Efek Indonesia (Dok. IDN Times/Istimewa)

    Jeffrey menjelaskan, komite HSC kini beranggotakan sembilan orang. Sebanyak empat anggota berasal dari SRO, sedangkan lima lainnya merupakan pihak eksternal independen.

    Empat perwakilan SRO terdiri dari dua direksi BEI, satu direksi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan satu direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). BEI juga membuka kemungkinan menambah anggota komite atau mengundang narasumber independen.

    "Dengan komposisi baru ini, kami dapat saja menambah anggota atau dalam diskusinya nanti bisa mengundang narasumber independen dalam rapat-rapat komite," ujar dia.

  2. 2. Mandiri Sekuritas dan UBS Sekuritas Masuk Komite HSC

    ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)

    Dua perwakilan dari industri perusahaan efek yang masuk dalam komite HSC adalah Pelaksana Tugas Direktur Utama Mandiri Sekuritas Alex Widi Kristiono dan Direktur Utama UBS Sekuritas Indonesia Joshua Arief Tanja.

    Selain itu, BEI melibatkan Ketua Umum Dewan Pengurus Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) Prof. Dr. Mardiasmo dalam komite tersebut. Dari kalangan akademisi, BEI melibatkan Prof. Dr. Eduardus Tandelilin.

    "Kemudian perwakilan dari investor asing pengelola dana portofolio yang sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun, yaitu dari Capital Group, Bapak Chapman Taylor," tutur Jeffrey.

  3. 3. Demi tingkatkan transparansi dan kredibilitas

    ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)

    Jeffrey menyampaikan, perluasan keanggotaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi, tata kelola, dan kredibilitas hasil kerja komite HSC.

    "Seperti kami sampaikan tadi, kami harapkan dengan demikian transparansi, tata kelola, dan kredibilitas dari output dari komite ini akan dapat lebih baik ke depannya," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More