Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bahlil Umumkan Penemuan Cadangan Gas Raksasa 5 Triliun Kaki Kubik di Kaltim

Bahlil Umumkan Penemuan Cadangan Gas Raksasa 5 Triliun Kaki Kubik di Kaltim
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia umumkan penemuan gas raksasa di Kaltim (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan cadangan gas raksasa 5 triliun kaki kubik di Blok Ganal, Kalimantan Timur oleh Eni, disertai potensi kondensat sekitar 300 juta barel minyak.

  • Eni menargetkan peningkatan produksi gas dari 600–700 juta kaki kubik per hari menjadi 2.000 pada beberapa tahun mendatang dan mencapai 3.000 kaki kubik per hari pada tahun 2030.

  • Selain Blok Geliga, ditemukan juga cadangan gas baru di Blok Gula sebesar 2 triliun kaki kubik; langkah ini bagian strategi pemerintah memenuhi target lifting migas nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengumumkan adanya penemuan cadangan gas raksasa baru di Indonesia yang dilakukan perusahaan migas asal Italia, Eni. Temuan tersebut berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 yang dibor di Blok Ganal, Cekungan Kutai, Lepas Pantai Kalimantan Timur.

"Saya mau mengumumkan bahwa Eni baru mendapatkan satu wilayah kerja baru, giant dari Blok (sumur) Geliga yang menghasilkan 5 trillion cubic feet untuk gas dan kita mendapat kondensat kurang lebih sekitar 300 juta barel minyak," kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Senin (20/4/2026).

1. Target peningkatan produksi gas Eni

0521c27a-383f-43a3-877b-23414335ebdc.jpeg
Tahun 2025 menandai Golden Jubilee ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE), forum kerja sama sektor energi regional yang beranggotakan 10 perusahaan migas nasional dan otoritas energi negara ASEAN. (Dok. Pertamina)

Bahlil menambahkan, Eni telah menargetkan peningkatkan produksi gas secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Adapun produksi gas yang kini ada pada kisaran 600 hingga 700 juta kaki kubik per hari diproyeksikan mampu meningkat menjadi 2.000 kaki kubik per hari. Kemudian pada 2030 produksi gas diprediksi akan kembali meningkat menjadi 3.000 kaki kubik per hari.

"Jadi ini sesuatu yang luar biasa sekali. Ini giant. Dengan demikian, selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028 itu kita sudah mulai produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90 ribu barel, dan di 2029-2030 itu bisa nambah lagi menjadi 150 barel," tutur Bahlil.

2. Penemuan gas baru di Blok Gula

1001033289.jpg
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap dan Lemigas, KPI resmi melakukan lifting/pengiriman perdana produk Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku campuran Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah. (Dok. Pertamina)

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengungkapkan penemuan gas baru di Blok Gula. Hal itu terjadi sebelum adanya penemuan gas baru di Blok Geliga-1.

"Blok Gula ini menghasilkan kurang lebih sekitar gas 2 trillion cubic feet dan 75 juta barel kondensat," kata Bahlil.

Dengan demikian, ada 7 triliun kubik kaki gas yang akan mulai berproduksi pada 2028 dan 3.750 juta barel kondensat.

3. Mencari potensi gas baru yang ada

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan menghadirkan produk Smooth Fluid-05 (SF-05), fluida pengeboran berperforma tinggi yang dirancang untuk kebutuhan operasi migas.
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan menghadirkan produk Smooth Fluid-05 (SF-05), fluida pengeboran berperforma tinggi yang dirancang untuk kebutuhan operasi migas, Rabu (1/4/2026). Foto Pertamina

Bahlil menambahkan, penemuan gas baru dari dari Geliga dan Gula merupakan strategi yang diusung untuk bisa memenuhi target lifting migas 1 juta barel per hari yang diminta Presiden Prabowo Subianto.

"Ini adalah bagian strategi. Ini baru satu ya, Eni ya. Kita belum bicara tentang Blok Abadi Masela. Kita juga belum berbicara tentang blok yang lain," kata Bahlil

"Jadi kita mempertahankan produksi lifting yang ada, tapi juga kita menyerang untuk mencari potensi-potensi yang baru," sambung dia.

Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More