Purbaya Ngaku Sudah Lama Tahu Dugaan Safe House di Kasus Bea Cukai

- Menkeu Purbaya menjelaskan informasi mengenai safe house bukanlah rahasia umum dan hanya diketahui oleh sedikit orang. Dia menyebut mengetahui informasi itu setelah mendapat telepon dari pihak tertentu yang memberinya petunjuk.
- Terbukti memang ada safe house yang digunakan dalam praktik ilegal. Kebocoran dan kelemahan dalam sistem bisa dimanfaatkan untuk membuat pelaku tidak curiga.
- Dalam setiap operasi ilegal biasanya terdapat safe house sebagai tempat berkumpul yang tidak terdeteksi.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dugaan keberadaan safe house dalam kasus korupsi di lingkungan Bea Cukai sebenarnya sudah dia ketahui sejak beberapa tahun lalu.
Namun, dia menilai saat itu belum tepat untuk mengungkap informasi tersebut ke publik. Purbaya mengatakan, dirinya bukan aparat penegak hukum sehingga tidak bisa bertindak langsung.
"Saya pikir sudah lama itu. Saya udah tahu berapa tahun lalu ada safe house. Tapi emang belum saatnya dibuka. Saya sih gak tahu. Saya kan bukan penegak hukum. Tapi mereka sudah memberi sinyal ke saya," kata dia di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta dikutip Sabtu (7/2/2026).
1. Informasi soal safe house hanya diketahui segelintir orang

Purbaya menjelaskan, informasi mengenai safe house bukanlah rahasia umum dan hanya diketahui oleh sedikit orang. Dia menyebut mengetahui informasi itu setelah mendapat telepon dari pihak tertentu yang memberinya petunjuk.
Namun, dia mengaku awalnya tidak menganggap informasi tersebut serius hingga akhirnya terbukti memang ada safe house yang digunakan dalam praktik ilegal.
"Saya tahu karena orang sana telepon saya, ngasih informasi. Tapi saya pikir gak serius. Rupanya betul-betul serius ada," tuturnya.
2. OTT pejabat baru dilantik dinilai bagian dari strategi pembongkaran

Terkait pejabat yang baru dilantik tetapi ikut terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Purbaya menilai hal itu tidak menjadi persoalan. Dia menyebut kebocoran dan kelemahan dalam sistem bisa dimanfaatkan untuk membuat pelaku tidak curiga.
Menurutnya, dengan membiarkan situasi berjalan tanpa komentar, pelaku tetap beraktivitas seperti biasa sehingga keberadaan safe house bisa terdeteksi dan terungkap.
"Kalau saya kasih tanggapan kan nggak ketahuan tuh safe house-nya. Dengan seperti itu mereka nggak curiga sehingga mereka berbisik seperti biasa sehingga safe house-nya ketahuan," kata dia.
3. Safe house disebut bagian dari operasi gelap terstruktur

Dalam setiap operasi ilegal biasanya terdapat safe house sebagai tempat berkumpul yang tidak terdeteksi. Dia menyebut lokasi semacam itu biasanya melarang penggunaan ponsel dan hanya dapat diakses oleh pihak-pihak tertentu yang terlibat.
"Biasanya tempat kayak gitu selalu ada. Jadi tempat yang strict untuk para pejabat yang terlibat saja yang bisa masuk," ujar Purbaya.
















