Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
  • Pemerintah memperpanjang program bantuan pangan berupa beras selama tiga bulan mulai Juli 2026, sesuai hasil rapat di Kantor Kemenko bidang Pangan.
  • Bantuan diberikan sebesar 10 kilogram per penerima dan menyasar sekitar 33,24 juta masyarakat yang terdaftar dalam data Kemensos.
  • Menko Pangan memastikan penyaluran bantuan tidak mengganggu stok nasional karena Indonesia masih memiliki cadangan beras sekitar 5,2 juta ton.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan pemberian bantuan pangan berupa beras selama tiga bulan. Hal itu diputuskan dalam rapat yang digelar di Kantor Kemenko bidang Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

"Bantuan beras atau bantuan pangan ya, itu kita tambah tiga bulan, Juli ini (mulai)," ujar Menko bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas kepada awak media.

1. Pembagian bantuan pangan tidak dilakukan selama tiga bulan beruntun

Nampak warga di desa Wangon, Kecamatan Wangon sedang mengambil bantuan beras program ketahanan pangan dari pemerintah, Jumat (2/1/2024).(IDN TImes/Cokie Sutrisno)

Meski begitu, Zulhas menyatakan pembagian bantuan pangan beras tersebut tidak dilakukan selama tiga bulan beruntun atau Juli, Agustus, dan September.

"Dua bulan lainnya lagi disesuaikan dengan situasi musim paceklik, tetapi yang Juli itu harus," kata dia.

2. Bantuan beras diberikan sebesar 10 kilogram

Ilustrasi masyarakat miskin mendapatkan bantuan beras (IDN Times/Muhammad Nasir)

Zulhas pun mengungkapkan, bantuan pangan beras yang diberikan sebesar 10 kilogram untuk tiga bulan. Bantuan itu akan disalurkan kepada 33,24 juta masyarakat yang masuk dalam data penerima bantuan Kemensos.

"Hampir 33,5 juta ton lebih kurang, kurang sedikit, kali tiga bulan berarti lebih kurang satu juta ton," kata Zulhas.

3. Tidak mengganggu stok beras yang ada

Ilustrasi stok beras di Gudang Bulog.(IDN Times/Vadhia Lidyana)

Adapun bantuan tersebut dipastikan Zulhas tidak akan mengganggu stok beras yang ada. Menurut Zulhas, stok beras Indonesia sekarang mencapai 5,2 juta ton.

"Jadi kalau stok kita 5,2 juta ton akan berkurang satu juta itu," kata dia.

Editorial Team

Related Article