Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Danantara Kembangkan Pabrik Baja 3 Juta Ton, Groundbreaking Maret

ilustrasi baja (unsplash.com/morophoto)
ilustrasi baja (unsplash.com/morophoto)
Intinya sih...
  • Tambah kapasitas produksi baja 3 juta ton per tahun
  • Tekan ketergantungan impor baja
  • Minta perlindungan untuk industri strategis
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan menggarap salah satu proyek hilirisasi tahun ini melalui pengembangan industri baja di sisi hulu (upstream).

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan proyek tersebut direncanakan mulai memasuki tahap groundbreaking pada Maret 2025.

"Salah satu proyek hilirisasi yang dilakukan oleh Danantara tahun ini adalah pengembangan upstream daripada industri baja kita yang akan segera kita groundbreaking di bulan depan," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

1. Tambah kapasitas produksi baja 3 juta ton per tahun

ilustrasi baja (unsplash.com/the blowup)
ilustrasi baja (unsplash.com/the blowup)

Pengembangan industri baja itu ditujukan menambah kapasitas produksi hingga sekitar 3 juta ton per tahun. Pembangunan pabrik baja di sisi upstream tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat basis industri nasional.

Oleh karena itu, dia menilai diperlukan keberpihakan pemerintah agar industri yang sedang dikembangkan dapat terlindungi dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

"Ini tentu harus ada keberpihakan daripada pemerintah untuk melindungi industri-industri yang sedang kita kembangkan," ujarnya.

2. Tekan ketergantungan impor baja

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengamankan baja impor asal China. (dok. Kemendag)
Pemerintah mengamankan baja impor asal China. (dok. Kemendag)

Pengembangan kapasitas baja domestik berkaitan erat dengan upaya mendorong industrialisasi di dalam negeri. Dengan tumbuhnya industri-industri strategis, kebutuhan terhadap suplai baja dinilai harus dipenuhi dari produksi nasional.

"Ini merupakan industri strategis ke depannya, karena itu kami berharap. Kebutuhan baja kita hari ini masih didominasi oleh impor baja," paparnya.

3. Minta perlindungan untuk industri strategis

ilustrasi pabrik baja
ilustrasi pabrik baja (freepik.com/KamranAydinov)

Tanpa keberpihakan kebijakan, industri baja nasional akan sulit bersaing ke depan. Oleh karena itu, dia berharap ada dukungan nyata untuk memajukan industri baja domestik agar mampu menjadi penopang bagi industri-industri turunan di dalam negeri.

"Kami berharap ada keberpihakan kita untuk memajukan industri-industri baja kita, yang ke depannya tentu dapat menjadi suplai bagi industri-industri turunannya," kata Dony.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in Business

See More

Prabowo Tekankan Bursa RI Wajib Penuhi Standar Internasional

04 Feb 2026, 19:27 WIBBusiness