Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AEI: Kenaikan Free Float ke 15 Persen Tak Bisa Instan, Harus Bertahap

Konferensi pers (Konpers) BEI-OJK
Konferensi pers (Konpers) BEI-OJK. (Dok Istimewa)
Intinya sih...
  • AEI: Mengetahui minat pasar dengan melepas saham dalam jumlah tertentu terlebih dahulu untuk menguji respons pasar sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
  • Peningkatan free float perlu diikuti dengan peningkatan kualitas emiten dan partisipasi investor, baik domestik maupun global, menjadi faktor penting.
  • Masih ada 248 emiten free floatnya di bawah 15 persen, menunjukkan bahwa peningkatan free float membutuhkan proses yang terukur dan tidak dapat dilakukan sekaligus.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Armand Wahyudi Hartono, menegaskan peningkatan free float emiten menjadi 15 persen tidak dapat dilakukan secara instan dan perlu dijalankan secara bertahap.

Langkah tersebut dinilai penting agar sejalan dengan kemampuan pasar dalam menyerap saham yang dilepas ke publik.

"Saat meningkatkan free float ini, masukan kami sebaiknya dilakukan secara bertahap," tegasnya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Kamis (4/2/2026).

1. AEI beberkan cara untuk mengetahui minat pasar

ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut Armand, emiten dapat melepas saham dalam jumlah tertentu terlebih dahulu untuk menguji respons pasar sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Jika terdapat strategi khusus, langkah tersebut juga harus disesuaikan dengan permintaan pasar.

"Jadi dicoba dipasarkan, dicoba dijual, nanti dilihat terserap atau tidak. Kalau memang ada strategi khusus, itu harus dilakukan sesuai permintaan pasar," ungkapnya.

2. Peningkatan free float perlu diikuti dengan peningkatan kualitas emiten

Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama)

Armand menekankan, upaya peningkatan free float perlu diawali dengan peningkatan kualitas emiten. Dalam jangka panjang, menurutnya, pasar modal Indonesia hanya dapat menjadi pasar berkelas dunia apabila emiten yang tercatat memiliki kualitas setara standar global.

Selain kualitas emiten, Armand menilai jumlah dan partisipasi investor, baik domestik maupun global, menjadi faktor penting. Karena itu, pembahasan peningkatan free float diarahkan untuk memperbesar porsi saham publik dengan tetap mempertimbangkan daya serap pasar.

3. Masih ada 248 emiten free floatnya di bawah 15 persen

Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama)

Berdasarkan data per 2 Februari, Armand menyebut masih terdapat 248 emiten yang memiliki free float di bawah 15 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan free float membutuhkan proses yang terukur dan tidak dapat dilakukan sekaligus.

"Ini butuh waktu dan harus melihat kondisi pasar. Yang penting dijalankan terlebih dahulu," ujarnya.

Free float merujuk pada jumlah saham suatu perusahaan yang benar-benar beredar di publik dan bisa diperdagangkan bebas di bursa. Saham ini tidak dimiliki oleh pihak pengendali, seperti pemegang saham mayoritas, manajemen, pendiri, atau afiliasi yang berpotensi mengendalikan arah kebijakan perusahaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Dugaan Manipulasi Saham PIPA, OJK Belum Temui Keterlibatan Emiten Lain

04 Feb 2026, 16:16 WIBBusiness