- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Mitra Megah Nusantara Tbk (MGLV)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Lovina Beach Beer Tbk (LUCY).
BEI Kabulkan Permintaan Audiensi dari Emiten HSC

- BEI menerima permintaan audiensi dari emiten yang masuk daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau HSC karena belum memenuhi ketentuan free float minimal 15 persen.
- Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut belum ada emiten yang mengajukan rencana aksi korporasi untuk menambah porsi saham free float maupun meminta peninjauan ulang.
- Terdapat 10 emiten dalam kategori HSC, termasuk BREN dan DSSA yang sebelumnya sempat masuk Global Standard Index MSCI namun terdepak setelah proses rebalancing.
Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) menerima permintaan audiensi dari saham-saham emiten yang masuk dalam daftar saham kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Di Indonesia, ada 10 emiten yang masuk kategori HSC menurut Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham itu dikategorikan HSC karena kepemilikan sahamnya terdeteksi hanya terkonsentrasi pada pihak-pihak tertentu.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, akan ada audiensi mendatang dari salah satu emiten yang sahamnya masuk kategori HSC.
"Yang sudah terjadi (audiensinya) juga sudah ada, yang akan datang juga ada," kata Jeffrey di gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026).
1. Belum ada emiten yang ungkap strategi perbaikan

Hingga saat ini, menurut Jeffrey, belum ada emiten yang mengungkapkan rencana aksi korporasi untuk menambah porsi saham free float untuk memenuhi ketentuan BEI. Selain itu, mereka juga belum mengajukan permintaan terkait peninjauan ulang atau screening.
“Sampai saat ini, belum ada yang menyampaikan laporan kepada kami bahwa mereka sudah melakukan sesuatu dan meminta kami untuk melakukan screening ulang,” ucap Jeffrey.
2. BEI enggan ungkap emiten yang minta audiensi

Ketika ditanyakan emiten apa saja yang melakukan audiensi, Jeffrey enggan menjawab.
"Semua yang meminta diskusi tentu kami layani dengan baik," tutur Jeffrey. "Satu dari 10 itu tentu," sambung dia.
3. Daftar 10 emiten yang masuk kategori saham HSC
Berikut daftar 10 emiten yang masuk kategori saham HSC:
Dari 10 emiten di atas, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang sempat masuk dalam Global Standard Index Morgan Stanley Capital International (MSCI) terdepak usai rebalancing index.

















