Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Beli Minyak Rusia, Indonesia Masih Punya Harapan Dapat Harga Murah
ilustrasi industri minyak mentah (pixabay.com/RJA1988)
  • Kedubes Rusia menegaskan harga minyak untuk Indonesia masih dalam tahap diskusi dan akan ditentukan berdasarkan aspek bisnis serta kondisi pasar global.
  • Rusia membuka peluang kerja sama baru di sektor migas dengan Indonesia, menyusul kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow pada April lalu.
  • Pemerintah menargetkan impor minyak mentah dari Rusia mulai terealisasi pada April 2026 sebagai tindak lanjut hasil pertemuan bilateral kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia merilis pernyataan terkait harga minyak yang akan dijual ke Indonesia. Mereka membuka potensi harga murah, tetapi memang ada syaratnya.

Sebelumnya, sempat ada pemberitaan bahwa Rusia tidak memberikan diskon atau harga khusus untuk minyak yang mereka jual ke Indonesia. Pernyataan ini pun langsung diklarifikasi oleh Rusia.

1. Soal harga akan melalui proses diskusi lebih lanjut

Ilustrasi harga minyak mentah dunia yang melonjak akibat konflik Timur Tengah. (Pixabay.com/Michelle_Pitzel)

Kedubes Rusia dalam pernyataannya menyebut, perkara harga minyak untuk Indonesia bakal melalui proses diskusi lebih lanjut. Namun, tetap ada beberapa faktor yang akan menentukan murah atau tidaknya harga.

"Terkait harga minyak, akan didiskusikan dan disepakati berdasarkan beberapa aspek bisnis antara Indonesia dan Rusia, juga bergantung pada situasi pasar global," tulis pernyataan resmi Kedubes Rusia.

2. Rusia buka peluang kerja sama migas dengan Indonesia

potret bendera Rusia (unsplash.com/Sergey Beschastnykh)

Kedubes Rusia menegaskan, pihaknya membuka peluang baru terkait kerja sama migas dengan Indonesia di masa depan. Apalagi, Presiden Indonesia Prabowo Subianto sudah berkunjung ke Moskow pada 13 April.

"Kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Moskow pada 13 April, dilanjutkan negosiasi soal minyak pada 14 April, adalah langkah awal dibukanya peluang kerja sama migas antara kedua negara," tulis pernyataan resmi itu.

3. Minyak Rusia akan datang pada April 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/3/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia akan mulai direalisasikan. Targetnya bisa berjalan mulai April 2026. Hal tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

"Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan (bisa dikirim dari Rusia), Insya Allah," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Editorial Team