Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Beragam Cara Jadikan Minyak Instrumen Investasi, Berminat?

Beragam Cara Jadikan Minyak Instrumen Investasi, Berminat?
Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Investasi minyak menawarkan berbagai instrumen seperti futures, opsi, ETF, ETN, hingga saham energi yang dapat diakses melalui broker online dengan tingkat risiko berbeda.
  • Harga minyak sangat dipengaruhi kondisi global dan volatilitas tinggi membuat investor perlu memahami mekanisme pasar sebelum bertransaksi langsung atau menggunakan kontrak berjangka.
  • ETF dan ETN memberi eksposur tanpa pengelolaan kontrak fisik, sementara saham energi serta reksa dana sektor energi menjadi alternatif diversifikasi bagi investor ritel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Investasi di sektor minyak menawarkan berbagai metode yang dapat disesuaikan dengan tujuan masing-masing investor. Pilihan tersebut mencakup kontrak berjangka (futures) minyak mentah dan opsi, exchange traded funds (ETF) atau reksa dana, instrumen derivatif, hingga saham energi.

Dilansir Investopedia, seluruh instrumen tersebut dapat diakses melalui akun broker online maupun broker layanan penuh. Meski demikian, investor diingatkan bahwa setiap pilihan memiliki risiko tersendiri yang wajib dipahami sebelum mulai menanamkan modal.

1. Memahami karakteristik minyak sebagai komoditas global

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Minyak mentah merupakan komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia karena perannya sebagai sumber energi transportasi dan bahan baku manufaktur. Karena signifikansi ekonominya, pasar membutuhkan pergerakan harga yang lebih jauh untuk menyeimbangkan kembali pasar saat terjadi gangguan, seperti pandemik atau konflik yang memengaruhi pasokan.

Harga minyak sendiri ditentukan secara global di pasar spot dan berjangka oleh berbagai pihak, mulai dari produsen hingga spekulan. Meskipun pasar energi dikenal sangat likuid, volatilitas harganya tetap tinggi. Oleh karena itu, para trader tanpa keahlian memadai diimbau untuk tetap berhati-hati.

Selain perdagangan langsung, produsen minyak dan gas dapat menggunakan volumetric production payments (VPP). Metode ini memungkinkan pemilik untuk memonetisasi ladang atau pesanan yang terbukti tanpa kehilangan hak kepemilikan, guna meningkatkan arus kas.

2. Opsi perdagangan langsung dan kontrak berjangka

Ilustrasi kenaikan harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi kenaikan harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Membeli minyak mentah secara langsung di pasar spot memerlukan dana besar serta fasilitas penyimpanan yang sangat luas. Sebagai alternatif yang lebih realistis, investor dapat memilih kontrak berjangka (futures) atau opsi.

Di bursa futures CME Globex, satu kontrak mewakili 1.000 barel. Investor yang ingin bertransaksi melalui broker online harus menyediakan margin dan lolos penilaian kelayakan. Proses ini umumnya dilakukan secara daring dengan waktu tunggu beberapa hari, tergantung kebijakan biaya dan minimum akun dari masing-masing broker.

Beberapa kontrak futures diselesaikan secara tunai, sementara yang lain memerlukan pengiriman fisik ke titik tertentu. Biasanya, spekulan jangka pendek tidak mengambil pengiriman fisik dan hanya mengejar keuntungan dari selisih harga, berbeda dengan produsen yang menggunakan futures untuk lindung nilai (hedging).

3. Mengenal investasi melalui ETF dan ETN

ilustrasi kripto
ilustrasi kripto (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Bagi investor ritel, ETF dan ETN menjadi pilihan untuk mendapatkan eksposur minyak tanpa perlu mengelola kontrak futures secara langsung. Namun, ETF seperti United States Oil Fund (USO) memiliki risiko tracking error dan biaya tambahan saat menggulirkan kontrak (contango).

Pada 2020, gangguan pasar sempat membuat USO kesulitan menempatkan dana pada kontrak bulan terdepan. Selain itu, pada November 2021, USO dikenakan denda sebesar 2,5 juta dolar AS oleh SEC dan CFTC karena keterlambatan pengungkapan batas posisi broker.

Berbeda dengan ETF, ETN seperti OIL atau USOI merupakan kontrak utang tanpa jaminan antara investor dan penerbit. ETN tidak memiliki aset langsung sehingga terdapat risiko pihak lawan (counterparty risk), namun unggul dalam hal penundaan pajak capital gain hingga posisi dijual.

4. Eksposur melalui saham energi dan reksa dana

ilustrasi saham
ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Investor juga bisa masuk ke sektor ini dengan membeli saham perusahaan energi atau melalui ETF sektoral. Instrumen seperti Energy Select Sector SPDR Fund (XLE) memberikan akses pada perusahaan besar seperti Exxon Mobil dan Chevron.

Sementara iShares Global Energy ETF (IXC) mencakup pemain global termasuk Shell, BP, hingga TotalEnergies.

Terdapat pula ETF yang lebih spesifik, seperti:

  • Sektor Hulu (E&P): XOP, IEO, dan PXE.
  • Penyulingan: VanEck Vectors Oil Refiners ETF (CRAK).
  • Jasa Ladang Minyak: VanEck Vectors Oil Services ETF (OIH).
  • Infrastruktur Pipa (Midstream): AMJ dan AMNA.

Selain itu, reksa dana seperti Vanguard Energy Fund dan Fidelity Select Energy juga menjadi opsi bagi investor yang mencari diversifikasi luas di sektor energi melalui pengelolaan manajer investasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Business

See More