Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) bersama Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) meluncurkan kajian “Menuju Model Bisnis Inklusif yang Responsif Gender: Pembelajaran dari Kelompok Subsisten di Indonesia” bersamaan dengan Inclusion Talk “Berdaya dan Sejahtera, Perempuan Bisa” pada Jumat (21/8/2026) sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia 2026.
Kajian ini merupakan hasil kolaborasi Women’s World Banking dan Bank Indonesia pada tahun 2025 yang menelaah secara mendalam dinamika kelompok usaha subsisten, termasuk faktor yang memengaruhi kualitas partisipasi dan manfaat yang diterima anggotanya, khususnya perempuan.
“Kajian ini merekomendasikan penguatan pada Program Ekonomi dan Keuangan Inklusif kepada Kelompok Subsisten yang telah diimplementasikan oleh Bank Indonesia sejak tahun 2021. Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit tersentuh layanan keuangan formal, melalui pendekatan kelompok yang membangun kebersamaan, kepercayaan, dan kemandirian,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta.
