Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BI Naikkan Remunerasi Kas Pemerintah, Ini Alasannya

BI Naikkan Remunerasi Kas Pemerintah, Ini Alasannya
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Bank Indonesia menyesuaikan remunerasi kas pemerintah untuk menjaga likuiditas pasar uang dan sektor perbankan, dengan tetap menempatkan dana pemerintah di BI.
  • Perry Warjiyo menjelaskan BI akan menghitung ulang besaran remunerasi rekening pemerintah agar beban bunga yang ditanggung tetap terkendali.
  • Kenaikan remunerasi dinilai membantu menjaga stabilitas keuangan serta merespons perhatian lembaga pemeringkat terhadap pengelolaan pembayaran bunga pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan penyesuaian remunerasi atau bunga yang diberikan kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan langkah itu dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di BI. Hal itu disampaikan usai dirinya berkoordinasi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

"Menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI, tapi tentu saja ada peningkatan remunerasi ataupun bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

1. Operasi moneter dan fiskal disebut berjalan beriringan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (IDN Times/Trio Hamdani)

Perry mengatakan pengelolaan kas pemerintah tetap ditempatkan di BI agar kecukupan likuiditas di pasar keuangan dan perbankan tetap terjaga. Pada saat yang sama, BI meningkatkan remunerasi yang dibayarkan kepada pemerintah.

"Dengan demikian operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskalnya juga mendukung," ujarnya.

2. BI hitung ulang remunerasi rekening pemerintah

Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) di level 3,5 persen (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) di level 3,5 persen (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Dia menjelaskan selama ini rekening pemerintah yang ditempatkan di BI memperoleh remunerasi. Ke depan, BI akan menghitung kembali besaran remunerasi tersebut agar beban bunga pemerintah tetap bisa dikendalikan.

"Jadi selama ini kan rekening pemerintah di BI itu kan kita berikan remunerasi. Nah kita akan memperhitungkan kembali besarnya remunerasi supaya beban bunga pemerintah itu tetap terkendali," papar Perry.

3. Kenaikan remunerasi bantu kendalikan beban bunga

Ilustrasi utang (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi utang (IDN Times/Arief Rahmat)

Perry menyebut peningkatan remunerasi kepada pemerintah secara neto dapat membantu menjaga beban bunga tetap terkendali. Perhitungan itu dilakukan dengan melihat selisih antara suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) dan remunerasi yang diberikan BI.

Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya merespons perhatian lembaga pemeringkat terhadap pembayaran bunga pemerintah agar tetap terjaga.

"Sekaligus itu menjawab concern-nya salah satu lembaga rating, interest payment-nya terkendali," ujar Perry.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More